Mengetahui Karakteristik Genetik Lovebird dan Cara Menyilangkannya

Burung lovebird adalah jenis burung paruh bengkok yang memiliki banyak sekali penggemar. Akan tetapi, saat ini ada lovebird yang memiliki harga jual yang tinggi. Dan itu semua tidak lepas dari hasil mutasi genetik lovebird itu sendiri.

Oleh sebab itu, disini akan diulas mengenai karakteristik genetik lovebird dan contoh cara menyilangkan lovebird. Dengan demikian untuk hasil mutasi genetik lovebird bisa sesuai yang diharapkan walaupun hasilnya tidak 100%

Karakteristik Genetik Lovebird

Karakteristik Genetik Lovebird
rimboulubc.com

Green

Karakter genetic lovebird green ini adalah warna dasar genetik lovebird di alam. Untuk warna lovebird ini pada umumnya dimiliki saat berada di alam liar. Warna hijau ini bersifat dominan.

Untuk cara menghasilkan anakan lovebird warna green ini cukup menggunakan salah satu indukan saja. Sebab, sifatnya dominan bisa langsung dapat muncul green, misal ijo x biru anakan 100% keluar ijo (catatan indukan yang murni). Green juga diketahui sebagai paruh merah.

Blue

Karakteristik genetik lovebird selanjutnya yaitu Biru, blue series, paruh putih warna dasar kedua. Memang, sifatnya lebih lemah dari pada yang green. Untuk bisa memperoleh blue series, maka dibutuhkan genentik lovebird warna blue pada kedua indukannya. Bisa jadi keduanya blue, atau keduanya split blue, atau blue x split blue. Sebaiknya kedua indukan ada gen bluenya.

Parblue

Parblue merupakan jenis warna mutasi genetik lovebird. Dan parblue merupakan resesif dari blue, parblue ini bersifat seperti blue perlu kedua indukan punya gen PB dan atau (salah satu wajib gen PB) Blue.

Dapat pb x pb, bisa pb x blue, bisa /pb x blue, atau /pb x /pb, /pb x /blue, pb x /blue, dll. Parblue ini terdapat splitnya, splitnya ada di paruh merah. Jika secara teori tidak ada paruh putih yang split PB, walaupun banyak peternak yang mengatakan jika genetik lovebird paruh putih split pb.

Namun tidak menutup kemungkinan jika genetik lovebird paruh putih x paruh putih tidak bisa menghasilkan keturunan PB. Terdapat kemungkinan salah satunya paruh putih yang dapat menghasilkan parblue sebenarnya termasuk parblue.

Namun, sebab kehilangan pigmen kuning (Psittacine). Dengan demikian, warna bulu kuning dan paruh orange tidak terlihat serta menjadi warna Blue Series (bisa) dan memiliki potensi mencetak Parblue. Pada umumnya dinamakan possible Parblue atau disebut broken parblue.

Euwing

Lovebird Euwing
facebook.com

Untuk genetik lovebid Euwing yaitu Eumelanin Wing yang bisa mengakibatkan warna sayap jadi gelap dari warna normalnya. Apabila dilihat dari punggung membentuk huruf V.

Terlebih lagi jika euwing DF (double factor). Sifatnya Incomplete Dominant dan tidak terdapat split euwing. Namun, ini non wing x non wing dapat keluar wing. Mungkin ini seperti PB sebenarnya wingnamun tidak terlihat. Diantaranya seperti pastel wing dll. Supaya bisa menghasilkan euwing perlu salah satu induknya terdapat genetik wingnya.

Opaline/Biola

Spil Biola bisa juga ada pada GS splitnya, Split biola hanya ada pada yang berjenis kelamin jantan. Sebab, untuk opaline atau biola ini sex linked, atau bergantung dengan kelamin.

Pale Fallow

Mutasi Fallow ini sama halnya dengan jenis mutasi warna yang lainnya yang menghasilkan ciri khas warna secara visual. Tak hanya itu saja, mutasi warna fallow juga bisa memperoleh anakan yang normal serta tidak cacat.

Akan tetapi, salah satu tingkah laku lovebird ini yaitu begitu sensitif terhadap sinar matahari. Jenis ini juga berbeda dengan jenis mutasi warna lovebird yang lainnya.

Tinggalkan Komentar