Mengenal Ciri Khas Burung Pleci Jepang (Zosterops Japonicus)

Terdapat tiga jenis burung pleci yang banyak sekali dicari oleh para pecinta burung pleci dimanapun berada. Jenis burung pleci tersebut diantaranya yaitu auriventer, pleci biasa (mata putih) serta burung pleci gunung (montanus). Jenis pleci yang memiliki penampilan dan suara kicauan yang keren, yaitu burung pleci jepang atau japanese white-eye (Zosterops japonicus). Ciri khas burung pleci jepang ini memang terlihat menarik.

Auriventer ini termasuk subspesies atau ras yang asalnya dari mata putih (Zosterops palpebrosus), untuk nama ilmiahnya yaitu Zosterops palpebrosus auriventer. Kemudian, untuk montanus ini termasuk spesies tersendiri yang memiliki nama ilmiah Zosterops montanus.

Banyaknya orang yang memelihara pleci ini sepertinya bukan hanya banyak terdapat di Indonesia saja. Akan tetapi, pemelihara burung ini juga banyak yang dari negara Asia Timur (China, Taiwan, Jepang) danjuga Asia Tenggara seperti halnya di wilayahThailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Myanmar dan juga Filipina. Di berbagai macam negara tersebut, burung pleci juga menjadi salah satu burung yang banyak disukai.

commons.wikimedia.org

Sebagai contoh di Jepang , hobi memelihara pleci justru sudah lama ada. Bahkan lebih dulu jika dibandingkan di negara Indonesia. Mereka mempunyai kebanggaan tersendiri. Sebab, disini ada jenis burung pleci yang memiliki suara yang sangat merdu. Namun tak hanya dari kemerduan suaranya saja, tbuh mungilnnya dengan tampilan cantik juga menjadi daya tarik tersendiri untuk sejumlah rumah tangga yang ada di Jepang untuk memeliharanya.

Daerah Persebaran Burung Pleci Jepang

Pleci Jepang merupakan salah satu jenis burung yang sekarang ini sedang hits. Karena, akhir akhir ini pleci jepang sedang banyak diburu oleh para pecinta burung. Hal tersebut pastinya disebabkan keistimewaan yang dimiliki oleh burung pleci ini. Ciri khas burung pleci jepang inilah yang menjadikan banyak orang suka dengan burung ini.

Mengenai daerah persebarannya, jangan menyangka jika burung pleci jepang merupakan burung yang hanya ada di Jepang saja. Sebab, untuk jenis burung pleci ini ternyata juga banyak dijumpai di negri China, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan juga banyak dijumpai di negeri Filipina.

Meskipun Indonesia tidak memiliki jenis burung pleci ini, akan tetapi Indonesia sudah punya banyak sekali burung pleci jenis lain yang pastinya tak kalah cantik. Suaranya pun juga tidak kalah merdu misalnya saja seperti pleci mata putih, auriventer, buxtoni, melanurus, sampai dengan jenis burung pleci gunung.

Karena Indonesia ini dikenal dengan banyaknya jenis burung yang unik dan cantik. Nah, perlu anda ketahui jika jenis burung pleci ini merupakan salah satu dari beberapa burung yang pintar. Karena tak hanya mempunyai suara isian yang cukup banyak, akan tetapi pleci jepang yang keren ini juga sangat mudah untuk dilatih.

Ciri Khas Burung Pleci Jepang

Untuk ciri fisik sendiri, burung ini tidak memiliki ciri yang terlalu menonjol. Hanya saja jika dibandingkan dengan jenis lainnya, burung ini cenderung jauh lebih kecil dan imut. Akan tetapi, walaupun Pleci Jepang ini imut, bukan berarti suara yang Ia miliki juga imut. Pasalnya, burung ini memiliki suara yang tidak kalah baiknya dengan burung-burung asli Indonesia.

Secara umum, ciri khas burung pleci jepang tidak berbeda jauh dengan burung pleci biasanya. Untuk warna bulu yang ada di bagian atas tubuhnya, dari mulai bagian ujung hingga pada bagian kepala sampai ekor, semuanya memiliki warna hijau zaitun. Lalu, untuk tubuh bagian bawah berwarna hijau kepucatan.

Ciri khas burung pleci jepang selanjutnya yaitu pada bagian kaki, paha, dan pada bagian paruhnya memiliki warna hitam kecokelatan. Sedangkan untuk bagian dahinya berwarna hijau, dan tenggorokannya berwarna kuning.

Pada bagain tubuhnya pun juga cenderung ramping dan panjang. Maka tak heran jika pleci jepang ini bisa dengan mudah melakukan gerakan akrobatik di atas pohon. Sayapnya yang memiliki warna cokelat kegelapan apabila dilihat dari kejauhan tetap terlihat ada unsur hijaunya. Panjang tubuh pleci jepang yang dewasa kurang lebih sekitar 10 sampai dengan 11 cm. Sedangkan, untuk berat badannya sekitar 9,75 sampai dengan 12,75 gram.

Ciri-ciri fisik Pleci Jepang yang bagus tersebut sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan burung kacamata yang terdapat di Indonesia. Meskipun begitu, burung ini mempunyai ciri yang cukup mudah untuk dikenali. Karena ukurannya yang cenderung kecil serta warna bulunya yang hijau zaitun.

Perilaku Burung Pleci Jepang

Pada saat berada di alam liar, burung pleci jepang ini jarang sekali terlihat di atas tanah. Mereka suka sekali tinggal di cabang, dahan, atau ada di ranting pepohonan. Burung ini biasanya juga hidup berkelompok (koloni) dengan jumlah sekitar 5 sampai dengan 20 ekor tiap kelompok. Kelompok-kelompok tersebut terus bersama di pepohonan atau ketika terbang.

flickr.com

Namun, pada saat musim kawin tiba, dari bulan Februari sampai Desember, burung jantan yang dewasa akan memisahkan diri dari kelompoknya yang tadi. Karna akan suara kicauan merdunya, memanggil burung betina yang ingin dikawininya dengan suara yang keras. Jika ada burung jantan yang mendekat langsung akan diusir.

Perilaku seperti ini hanya akan ditampakkan saat musim kawin di alam liarnya. Sebab dengan tujuan untuk menjaga wilayah teritorial, dan juga untuk mencari jodoh saja. Apabila telah berjodoh, pleci jepang akan kembali ke koloninya sesudah anak-anaknya mandiri.

Perkembangbiakan Burung Pleci Jepang

Pleci ini merupakan jenis burung yang tidak mau berpoligami. Jadi hanya memiliki satu jodoh saja. Mungkin kalo pasangannya mati baru akan mencari pasangan yang lainnya.

Pleci jepang yang telah berjodoh nantinya akan membangun sarang pada cabang pepohonan. Ketinggiannya yaitu mencapai 1 sampai dengan 30 meter dari tanah. Pasangan burung ini akan membangun sarangnya selama 7 sampai dengan 10 hari.

Bahan yang akan digunakan sebagai penyusun sarang akan diangkutnya dari tanah atau dari pepohonan lain untuk segear disusun menjadi sarang yang nyaman. Bahan yang akan diangkutnya diantaranya mulai dari bulu mamalia, dedaunan yang kering, berbagai jenis rumput kering, lumut, dan lain sebagainya.

Dengan mengangkut bahan-bahan itulah, mereka akan membangun sarang yang bentuknya seperti cawan dengan diameter kurang lebih sekitar 56 cm dan memiliki kedalaman sampai dengan 42 cm. Pada umumnya, sarang burung pleci ini hanya sekali pakai saja. Namun, sebagian burung betina ada yang menggunakan sarang yang sama samai kurun waktu tiga kali periode bertelur.

Puncak musim kawin dari burung pleci jepang pada saat berada di alam bebas terjadi pada Juli-Agustus. Induk betina akan menghasilkan 3 sampai dengan 4 butir. Telur yang dikeluarkan berwarna biru pucat, dan akan dierami induknya selama 11 hari.

Sesudah menetas, induk akan meloloh anakan yang telah ditetaskan ini selama 10 hari. Setelah itu, anakan burung pleci jepang sudah bisa belajar makan sendiri dan mulai mencoba berlatih terbang.

Untuk harga burung terbaru, silahkan langsung Hubungi Kami.