Mengenal 3 Jenis Burung Cekakak Pita Yang Paling Eksotis

Burung cekakak pita termasuk sekelompok dari jenis burung kingfisher yang memiliki ciri khas dengan ciri fisiknya yang sangat menawan. Jenis burung cekakak pita juga ada beraneka ragam.

Burung kingfisher terdiri dari berbagai macam spesies yang tersebar pada kawasan Australia. Akan tetapi untuksebagian besar jenis burung ini termasuk endemik Indonesia.

Ciri khas yang dimilikinya yaitu bagian ekornya yang panjang seperti pita yang menjadikannya berpenampilan makin eksotis.

Jenis Burung Cekakak Pita

Jenis Burung Cekakak Pita
Jenis Burung Cekakak Pita

Jenis burung yang merupakan jenis burung cekakak pita berasal dari satu genus, yaitu Tanysiptera. Yang mana terdiri dari delapan spesies serta sebagian besar hanya dapat kita temui di Indonesia.

Penampilan yang cantik serta suaranya yang memukau bisa menarik perhatian dari para pecinta burung di dalam melakukan pengamatan atau bird watching.

1. Cekakak Pita Biasa

Jenis burung cekakak pita yang pertama yaitu burung cekakak pita biasa (common paradise kingfisher).

Ciri khas dari jenis burung ini yaitu mempunyai postur cukup besar, yang mana panjang tubuh 33 sampai dengan 43 cm.

Tubuh bagian bawahnya tampak bercoret putih. Sedangkan mahkotanya berwarna biru terang. Burung ini memiliki paruh yang berwarna merah, dan bulu ekor tengahnya juga tampak lebih panjang.

Jenis burung cekakak ini memiliki 15 ras yang keseluruhannya menyebar mulai dari Halmahera, Ambon, Pulau Obi, Pulau Boano, Seram, Manawoka, Gorong, Pulau Buru, sampai dengan Papua.

Cekakak pita ini habitatnya berada di hutan-hutan primer dan juga sekunder, semak pesisir, serta berada di petak-petak hutan yang tersisa.

Bahkan sampai berada di daerah berketinggian 800 meter dari permukaan laut (dpl).

Terkadang cekakak pita biasa ini terlihat sendirian atau berpasangan, sambil mengeluarkan suaranya yang seperti erangkaian siulan lembut yang memiliki getaran yang merdu.

Cekakak pita biasa mempunyai sifat teritorial, cukup agresif. Burung ini juga kerap bertengger di bawah kanopi hutan. Jenis makanannya berupa cacing, kumbang, belalang, rayap, atau kadal.

2. Cekakak Pita Kecil

Cekakak Pita Kecil
Cekakak Pita Kecil

Burung cekakak pita kecil (Tanysiptera hydrocharis) juga termasuk jenis burung cekakak pita yang memiliki panjang tubuh sekitar 31 cm.

Penampilannya juga mirip dengan cekakak pita biasa. Akan tetapi tubuhnya lebih kecil dan bulu ekor terluarnya juga memiliki warna kebiruan.

Daerah persebaran burung ini yaitu mulai dari Kepulauan Aru sampai dengan wilayah selatan Papua, dan Merauke hingga ke Oriomo.

Burung ini memiliki habitat di hutan kering dan juga berada di hutan-hutan dataran rendah aluvial alami yang tergenang musiman.

Lain halnya dengan burung cekakak pada umumnya yang sarangnya berada di dalam lubang di tebing pinggiran sungai.

Akan tetapi burung cekakak pita ini sering bersarang pada sarang rayap di atas pohon maupun di lubang yang terdapat pada batang pohon.

3. Cekakak Pita Kofiau

Burung cekakak-pita kofiau (Tanysiptera ellioti) juga termasuk jenis burung cekakak yang mempunyai tubuh berukuran besar, dengan panjang tubuh 33 sampai dengan 43 cm.

Ciri khasnya yaitu mempunyai mahkota yang berwarna biru terang. Selain itu, tubuh bagian bawah bercoret putih, dan pada bagian perut bercoret kebiruan.

Bulu ekor pada bagian tengahnya berwarna putih memanjang, akan tetapi tidak menyempit, yang mana bagian ujungnya tidak berbentuk spatula.

Suara yang dikeluarkan mirip dengan cekakak pita biasa. Yang mana suara jenis burung cekakak pita ini seperti halnya siulan yang mengalun dari nada tinggi ke nada rendahdan juga penuh getaran yang terdengar cukup merdu.

Tinggalkan Komentar