Home » Kabar Burung » Mengenal Lebih Jauh Burung Lovebird Sable Head

Mengenal Lebih Jauh Burung Lovebird Sable Head

Lovebird sampai saat ini masih menjadi jenis burung kicauan yang banyak dipelihara dan banyak diperbincangkan. Sebab, Lovebird memiliki banyak sekali jenis dengan warna dan keunikan yang bervariasi.

Akhir-akhir ini sedang banyak seklai diperbincangkan pada berbagai diskusi tentang burung Lovebird Sable Head.

Sebab, banyak sekali kekeliruan yang harus dibenarkan seputar lovebird sable head ini. Salah satunya yaitu ada yang menyebutkan bahwa sable head adalah salah satu mutasi Lovebird.

Alih-alih menjadi jenis mutasi Lovebird baru. Perlu anda ketahui, jika sebenarnya sable head ini merupakan hibrid. Lovebird sable head juga termasuk spesies dari Fischery yang terkena reduksi maupun pengurangan pigmen hitam dengan total yang ada di bagian kepalanya.

Dengan demikian, untuk warna bulu yang tereduksi hanyalah yang terdapat pada bagian kepalanya saja. Kemudian untuk yang ada pada bagian mantle seperti punggung dan juga sayap juga tetap sama.

Kemudian, juga di bagian perut dan juga bagian ekor masih memiliki warna aslinya kecuali yang sudah mengalami mutasi.

Untuk pada bgaian belakang mata dari burung ini cenderung lebih gelap. Sebab, terdapat lubang yang ada di bagian telinga. Dengan demikian, bulu yang menutup bagian itu tidaklah terlalu tebal serta menimbulakna bayangan yang gelap.

Pada golongan paruh merah, kecuali lutino, burung Lovebird Sable Head tidak harus merah menyala secara menyeluruh.

Mengenal Burung Lovebird Sable Head

pinterest.com

Sebaiknya anda semua harus bisa memahami apa yang dimaksud dengan sable sebenarnya. Perlu anda ketahui, jika sable ini merupakan hibrid dan tidak termasuk mutasi. Kemudian untuk yang opaline merupakan mutasi, jangan membandingkan keduanya.

Sesuai dengan penelitian ilmiah, pada burung normal wild type Agapornis fischeri memang ada psittacin merah pada bagian kepala bagian belakangnya. Namun, jumlah nya diketahui sangat sedikit.

Tak hanya itu saja, dari observasi eksklusif yang ada di lapangan pada burung yang hidup dialam liar diketahui jika sebanyak 90% warna topengnya tidak berwarna merah, namun warnanya orange kemerahan.

Kemudian beberapa waktu selanjutnya memang banyak yang lebih menyukai Agapornis fischeri yang memiliki topeng yang berwarna merah solid termasuk para juri yang menilai.

Untuk bisa memperoleh burung dengan memiliki penampilan menyerupai ini, maka para peternak selanjutnya berlomba lomba mencari serta menyilangkan burung yang memiliki warna topeng paling merah.

Namun, mereka menyadari bahwa dengan menciptakan topengnya itu menjadi merah, maka kepala bab belakangnya juga ikut menjadi merah. Akan tetapi, tidak ada yang memperhatikan mengenai hal tersebut. Pada saat mutasi NSL ino muncul terdaoat spesies Agapornis personatus.

Ketika itu kembali banyak yang menginginkan topeng pada burung itu warnanya merah semerah merahnya. Untuk bisa mmperoleh warna merah itu, mereka menggunakan burung generasi F3 dan bahkan F2 hibrid.

Penelitian Terhadap Lovebird Sable Head

burungmaster.com

Warna merah yang hiperbola menurut penelitian ini merupakan dampak dari menghilangnya eumelanin (pigmen gelap). Selain itu juga digantikan oleh kehadiran psittacin. Dengan demikian bisa menciptakan penampilan burung (fenotipe) menjadi tidak sesuai lagi dengan bentuk wild form.

Yang tampak yaitu burung berwarna hijau yang bab kepalanya nyaris seluruhnya berwarna merah.

Apabila burung ini disilang dengan burung yang seri biru, maka akan menghasilkan burung yang bab kepalanya telah kehilangan psittacin serta eumelanin. Yang terlihat yaitu burung berwarna biru yang kesemua bagian kepalanya berwarna putih.

Sebagian dari mutasi pied (blorok) dan sebagian fallow ini juga mengalami reduksi eumelamin, akan tetapi dinilai jika tidak ada hubungannya dengan burung Lovebird Sable Head.

Tinggalkan Komentar