Karakter-Karakter Burung Lovebird Kontes

Keunikan tersendiri yang dimiliki oleh burung lovebird membuatnya berprestasi sebagai burung kontes. Suara ngekek yang panjang ialah karakter khas yang menambah penggemar burung berparuh bengkok ini. Namun, sayangnya prestasi seekor burung lovebird yang pernah merajai kontes kerap kali tidak bertahan lama.

Hal tersebut bisa terjadi karena burung lovebird memiliki sifat tidak stabil, khususnya dalam hal berahi. Jika memaksakan burung dengan kondisi seperti ini ikut lomba, burung bisa stres dan penampilannya pun pasti mengecewakan.

Untuk itulah, sebelum benar-benar memutuskan burung lovebird sebagai burung kontes, pemilik perlu mengenali karakter-karakternya terlebih dulu. Lalu, karakter-karakter seperti apa saja itu?

Ngekek Sejak Awal

Source - Pixabay
Source – Pixabay

Jika baru membeli burung lovebird, tingkahnya untuk kali pertama ini perlu diperhatikan. Sebagian burung lovebird bisa langsung menunjukkan kebiasaannya mengeluarkan suara ngekek yang panjang, sedangkan sebagian lainnya tidak.

Jika burung lovebird sudah sering ngekek sejak awal, berarti burung tersebut memiliki mental yang bagus sebagai burung kontes. Hal yang perlu dilakukan berikutnya ialah melatihnya lebih lanjut, baik suara maupun energinya.

Menunggu Lawan Bunyi

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Selain sudah ngekek sejak awal, tidak jarang juga burung lovebird baru berisik setelah menemukan lawan bunyi. Dalam perlombaan, penting untuk mengetahui karakter burung di sebelah burung Anda. Jika dua burung memiliki karakter yang sama, hal tersebut hanya membuat keduanya tidak mau berbunyi.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah melatihnya. Karakter tersebut sejatinya merupakan sifat alami, jadi yang perlu diakali ialah bagaimana cara memancingnya. Burung perlu dikenalkan dengan cara pemiliknya memancingnya bersuara. Jadi, apabila mengikuti lomba, burung lovebird sudah bisa berbunyi tanpa perlu dipicu oleh burung-burung peserta lainnya.

Naker

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Istilah naker di sini berarti mengukur. Burung lovebird dengan kebiasaan seperti ini bisa dikatakan pemalu atau kurang percaya diri. Oleh karena itu, pada setiap perlombaan, sebelum-berkicau burung akan mengukur dulu kemampuan kicauan burung-burung di sekitarnya.

Jika burung tersebut merasa cukup mampu mengimbangi, burung pun akan ikut berkicau. Bisa juga sama dengan karakter burung sebelumnya, jika burung lain tidak berkicau, dia pun akan tetap diam. Sejatinya, karakter burung seperti ini tidak begitu layak untuk diperlombakan.

Usia

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Usia juga merupakan faktor penting untuk mempertimbangkan burung lovebird bisa mengikuti lomba. Biasanya, banyak pegiat kontes yang mengikutsertakan burung lovebird mereka meskipun usianya belum terlalu matang. Burung lovebird bisa saja mengikuti lomba sejak usia tiga atau empat bulan, tetapi performanya tidak begitu bisa diharapkan. Alangkah baiknya mengikutkan burung lovebird yang sudah berusia paling kurang enam bulan.

Kondisi Berahi

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Lovebird memiliki kondisi berahi yang kurang stabil. Sayangnya, hal ini berpengaruh besar jika burung tersebut akan diikutsertakan dalam perlombaan. Jika berahi burung lovebird sedang turun, burung cenderung lebih mudah stres dan berakhir banyak diam. Tentunya hal tersebut tidak diinginkan, bukan?

Untuk menjaga berahi burung dalam kondisi optimal, pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan yang terpenting. Burung bisa diberikan pakan bernutrisi seperti jagung, biji matahari, kroto, atau kangkung.

Selain hal-hal di atas, faktor lain yang perlu dikenali ialah kesehatan burung. Secara umum, tidak baik memaksakan burung dengan kesehatan buruk untuk mengikuti perlombaan. Bukan persoalan burung tersebut akan menunjukkan performa jelek, tetapi hal itu sama saja dengan menyiksa makhluk hidup.

Berdasarkan poin-poin di atas, Anda bisa mengetahui karakter-karakter apa saja yang dimiliki burung lovebird. Sebagai pegiat lomba, Anda perlu menjadikan hal-hal tersebut sebagai pertimbangan. Agar bisa menjalin kedekatan emosional, tentu pemilik harus lebih kenal dengan peliharaannya, bukan?

Tinggalkan Komentar