Mengenal Burung Lovebird

Apakah Anda mengenal sosok burung lovebird? Burung ini digemari karena karakter yang bisa memiliki hubungan emosional dengan pemiliknya. Dinamakan ‘lovebird’ pun beralasan. Burung ini memang memiliki sifat keterikatan sosial yang kuat. Mereka cenderung terlihat bertengger bersama pada cabang pohon dalam lingkup sosial jangka panjang.

Burung lovebird merupakan satu dari sembilan jenis burung yang terklasifikasi dalam spesies genus Agapornis. Delapan dari sembilan spesies ini merupakan penguni Afrika, sedangkan burung lovebird berkepala abu-abu memiliki habitat asli di Madagaskar. Sifat alami burung ini adalah hidup monogami di alam bebas. Selain itu, mereka juga termasuk burung yang suka bersiul dan bernyanyi sepanjang hari, terutama saat fajar dan senja. Mereka juga bisa hidup dalam rentang waktu 10-15 tahun.

Secara umum, burung lovebird berukuran relatif kecil. Tingginya hanya sekitar 13-17 sentimeter dan memiliki berat sekitar 40-60 gram. Mereka pun disebut sebagai spesies burung beo berukuran terkecil.

Burung lovebird dikenal memiliki ekor pendek tumpul, serta paruh yang besar dan tajam. Burung lovebird liar biasanya dibalut warna hijau dengan variasi warna lainnya pada tubuh bagian atas, tergantung spesies. Burung lovebird Fischer dan lovebird pipi hitam memiliki warna putih mencolok serupa cincin pada leher mereka. Banyak variasi warna yang dihasilkan dari budidaya spesies-spesies populer dalam avikultur.

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Burung lovebird terdiri dari tiga grup besar. Pertama ialah dimorfic, grup yang antara jantan dan betinanya memiliki penampilan fisik berbeda. Jenis yang termasuk dalam grup ini ialah burung lovebird Madagascar, Abyssinia, dan lovebird berkepala merah. Setelah itu, ada grup menengah yang terdiri dari burung lovebird berkepala persik. Terakhir adalah grup kacamata, merupakan grup yang terdiri dari lovebird bertopeng hitam, Fischer’s, Liliane (Nyasa), dan lovebird berpipi hitam.

Populasi liar dari burung lovebird Fischer dan masked lovebird berada di kawasan perkotaan di Afrika Timur. Dua spesies ini juga sering dikawinsilangkan di penangkaran. Kemungkinan, keturunan yang dihasilkan ialah burung lovebird dengan bulu merah kecokelatan di kepala dan oranye pada dada atas, atau menyerupai persis masked lovebird. Selain itu, populasi lovebird liar juga terlingkup di daerah-daerah hangat Amerika Serikat dan juga Afrika Selatan

Dalam hal kecerdasan, burung lovebird dikatakan memiliki tingkat kecerdasan di atas burung lain. Tidak hanya sebagai peliharaan, tetapi burung lovebird juga kerap menguntungkan dalam hal bisnis. Faktor yang menyebabkan hal tersebut yakni jika dibandingkan spesies beo lainnya, burung lovebird relatif lebih mudah dijinakkan. Selain itu, pengembangbiakkan burung lovebird juga tidak serumit burung lainnya, semisal burung murai batu atau burung cucak rowo. Perawatan burung lovebird pun sederhana, hal yang perlu diperhatikan hanyalah pakan dan perawatan harian yang murah dan mudah.

Source - pixabay
Source – pixabay

Berdasarkan spesies masing-masing dalam membangun sarang, burung lovebird betina melakukannya dengan beragam cara. Untuk burung lovebird berwajah persik, sang betina akan melipat material-material pembangun sarang pada punggung sayapnya. Sementara burung lovebird jenis lain, seperti masked lovebird, membawa material dengan paruhnya. Usai burung lovebird selesai membangun sarang, perkawinan pun akan mengikuti.

Dalam waktu-waktu tersebut, burung lovebird melakukannya berulang-ulang, dan betina akan menghasilkan 4-6 telur pada 3-5 hari kemudian. Burung lovebird betina akan menghabiskan berjam-jam di dalam sarang sebelum telurnya menetas. Jika telur pertama menetas, telur-telur lainnya akan menyusul dalam rentang waktu ke depan. Namun terkadang, meskipun tanpa peran jantan dan sarang, burung lovebird betina masih bisa menghasilkan telur-telurnya.

Tinggalkan Komentar