Mengenal 3 Jenis Burung Apung dan Ciri Khas Yang Dimilikinya

Burung apung merupakan jenis burung  kicau yang masuk dalam keluarga Motacillidae bersama-sama dengan jenis burung kicuit. Di Indonesia sendiri ada empat jenis burung apung.

Misalnya saja seperti burung apung tanah atau burung paddyfield pipit (Anthus novaeseelandiae) yang mempunyai penampilan serupa dengan burung branjangan.

Sedangkan untuk burung apung papua / alpine pipit (Anthus gutturalis) juga sebagai satu satunya burung apung yang bersifat endemik, sebab hanya bisa kita temui di Tanah Papua.

Jenis Burung Apung
Jenis Burung Apung

Motacillidae termasuk keluarga burung kicauan yang memiliki ukuran tubuh kecil dengan ekor bervariasi. Sebab jenisnya ada yang memiliki ekor panjang dan ada juga yang memiliki ekor yang pendek. Keluarga ini terdiri atas enam genus serta 65 spesies.

Di Indonesia, hanya terdapat dua genus saja, diantaranya Anthus (4 spesies), Motacilla (2 spesies), serta Dendronanthus sebanyak 1 spesies.

Burung-burung yang asakanya dari genus Anthus inilah yang dinamakan burung apung. Sedangkan untuk burung-burung dari dua genus lainnya dinamakan dengan burung kicuit. Berikut ini 3 jenis burung apung yang perlu anda ketahui.

Burung apung tanah (Anthus novaeseelandiae)

Burung Apung Tanah
Burung Apung Tanah

Burung apung tanah adalah jenis burung apung yang ukuran tubuhnya sedang kurang lebih 18 cm. Sedangkan untuk tubuhnya berwarna cokelat bercorak.

Kedua kakinya cukup panjang, dan untuk bagian alis berwarna kuning tua. Burung apung tanah ciri khasnya penampilan mirip seperti burung branjangan.

Sebenarnya terdapat enam subspesies / ras burung apung yang ada di seluruh Asia, akan tetapi hanya empat ras saja yang bisa ditemui di Indonesia.

Burung yang populer dengan sebutan richard’s pipit ini kerap berdiri dengan postur tubuh yang tegak. Sekarang ini banyak sekali yang dijual di pasaran.

Sebab penampilannya mirip branjangan, dan banyak kicaumania yang sering keliru. Suara kicauannya juga lain sekali dari branjangan.

Apabila burung branjangan kicauannya lebih bervariasi. Kicauan dari burung apung tanah terdengar seperti “chirp.. chirp..”, dan serupa dengan suara ngeriwik kasar.

Burung apung pechora

Burung apung pechora adalah postur sedikit lebih kecil jika dibandingkan apung tanah. Panjang tubuhnya kurang lebih sekitar 16 cm.

Sama halnya dengan burung apung jenis lainnya. Jenis ini suka dengan wilayah hutan atau suka dengan wilayah terbuka, berumput, serta hutan pantai. Kadang tampak di tepian rawa, danau dan juga tepian hutan.

Apung pechora berkembang biak pada kawasan timur laut Asia dan China. Pada saat habitat asalnya musim dingin, burung-burung ini ini akan berpindah di wilayah Asia Tenggara.

Misalnya termasuk Filipina, Sulawesi, Kalimantan, sampai dengan Nusa Tenggara.

Diluar itu ternyata kicauannya lebih merdu daripada apung tanah. Lagunya hampir sama, akan tetapi kecepatan irama atau speed lebih rapat rapat.

Suara yang seperti ini yang banyak dicari oleh penggemar burung guna dimanfaatkan menjadi masteranuntuk burung peliharaannya.

Burung Apung Kijang

Burung apung kijang / red-throatet pipit dengan nama latin Anthus cervinus ciri khasnya yaitu ukuran hampir sama dengan apung pechora kurang lebih 16 cm.

Burung ini juga berkembang biak di wilayah ujung utara Eropa serta Asia. Mereka juga bisa terbang jauh ketika melakukan migrasi menjelang musim dingin.

Tujuan migrasinya juga tersebar di wilayah dunia, mulai dari Afrika, Asia Selatan, sampai dengan di pantai timur dan barat Amerika.

Di Indonesia, burung apung kijang pada umumnya mampir ke Sulawesi serta di Kalimantan. Jenis burung ini gemar makan biji-bijian dan juga serangga seperti jenis burung kicau lainnya.

Tinggalkan Komentar