Perawatan Jalak Suren Jawa Muda Agar Bisa Gacor

Jalak suren jawa termasuk salah satu dari lima ras jalak suren yang tersebar di dunia. Nama jalak suren jawa dupakai oleh sebagian besar masyarakat untuk membedakannya dari jalak suren kalimantan.

Jalak suren jawa ternya tidak hanya dijumpai di Jawa, namun juga bisa dijumpai di Sumatera dan Bali.

Burung ini juga sudah banyak dibudidayakan atau ditangkarkan manusia. Sebagian besar jalak suren jawa yang ada di pasaran merupakan hasil dari penangkaran.

Selain itu bisa juga dijadikan contoh betapa lebih nyaman untuk memanfaatkan burung tangkaran.

Jalak suren mempunyai kelas tersendiri dalam setiap lomba burung, dan menjadi salah satu burung lokal favorit. Sekaramg juga masih banyak kicaumania yang menggemarinya.

Tak hanya bisa dijadikan masteran, burung jalak suren juga bisa dimanfaatkan untuk memancing burung lain untuk bunyi.

Sebagian lagi sengaja memeliharanya untuk dijadikan kelangenan, khususnya kicaumania senior yang sejak dulu senang dengan burung ini.

Apabila ada orang yang datang ke rumah, burung ini akan mengeluarkan kicauannya yang kencang serta terdengar bervariasi.

Perawatan Jalak Suren Jawa Muda

Perawatan Jalak Suren Jawa Muda
Perawatan Jalak Suren Jawa Muda

Banyak para pecinta burung kicauan yang tertarik dengan jalak suren jawa yang masih anakan. Mereka juga mengharapkan apabila sudah dewasa akan jinak bisa memiliki banyak isian dan juga dapat bicara.

Terlebih dahulu, pastikan burung yang akan dibeli jantan, walaupun betina juga bisa berkicau keras, namun untuk variasi dan gayanya juga sangat terbatas.

Membedakan jenis kelamin jalak suren jawa yang masih muda memang tidak mudah. Sebab penampilan fisiknya dinilai hampir sama. Enta itu dari segi warna, bentuk, dan ukuran tubuhnya.

Akan tetapi terdapat beberapa sifat yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam memilih burung jantan sewaktu berada di dalam kandang ombyokan.

Pemberian Pakan Jalak Suren Muda

Pemberian Pakan Jalak Suren Muda
Pemberian Pakan Jalak Suren Muda

Perawatan jalak suren jawa muda untuk makanannya anda bisa berikan pisang kepok, pisang batu, pepaya, dan buah lainnya.

Tujuannya supaya kelak rajin berbunyi. Buah yang akan diberikan kepada jalak suren jawa muda terlebuh dulu bisa dikupas dulu kulitnya.

Selanjutnya bisa dimasukkan ke wadah pakannya dan dicampur dengan multivitamin guna mempercepat pertumbuhannya.

Berikanlah secara selang-seling dengan pakan lainnya seperti halnya voer yang sudah dicampur air atau serangga.

Serangga seperti jangkrik bisa anda berikan setiap 1-2 jam sekali menggunakan porsi pemberian cukup 1-2 ekor saja. Namun sebelum diberikan, bagian kepala dan kaki-kaki jangkrik sebaiknya dibuang.

Jika burung tersebut sudah terlihat kekenyangan atau tidak merengek-rengek lagi minta makanan, anda bisa melakukan masteran.

Apabila memakai burung asli, gantung sangkarnya di dekat trotolan jalak suren jawa. Jika memakai file audio, anda dapat memutarkan melalui perangkat mp3 player atau HP dengan volume sedang akan tetapi masih terdengar jelas oleh burung.

Sesudah usianya 4 – 5 bulan, burung bisa mengalami mabung pertamanya, yaitu pergantian bulu trotol menjadi burung yang dewasa.

Untuk warna cokelat pada tubuhnya nantinya akan berubah menjadi kehitaman.

Sedangkan untuk yang jantan, warna hitam di bagian belakang kepala sampai di bagian punggung akan terlihat sangat gelap dan berkilauan. Sedangkan untuk yang betina terlihat kusam.

Setelah umur 8 bulan lebih, jalak suren akan mampu menyuarakan apa yang pernah didengarnya saat masih trotolan.

Dan pada usia inilah jalak suren sudah mencapai umur dewasa kelamin. Anda dapat mengamati dari warna kloakanya. Yang mana burung jantan akan berwarna kebiruan sementara betina bisa cenderung kemerahan.

Tinggalkan Komentar