Cucak Rowo Peliharaan Jatuh Sakit? Tangani dengan Cara Tepat

Meskipun telah berusaha merawat dengan baik, Cucak Rowo peliharaan masih bisa terserang sakit. Beberapa jenis penyakit yang umumnya menyerang burung bersuara merdu ini cukup beragam. Mulai dari pilek, bulu rontok, berak darah, snot, sisik pada kaki, hingga radang mata.

Setiap penyakit memiliki ciri dan penanganannya sendiri-sendiri. Selain diberi obat dan perlakuan khusus, usahakan jangan melakukan kesalahan dalam menangani burung sakit. Penanganan harus dilakukan secara tepat, sebab salah bertindak bisa membuat penyakit burung bertambah parah dan kemungkinan terburuk bisa menyebabkan kematian.

Tahapan berikut bisa Anda coba agar Cucak Rowo Anda bisa pulih kembali.

Diagnosis yang Tepat

Source - kicauindah
Source – kicauindah

Diagnosis adalah tahapan awal yang penting dalam proses penyembuhan penyakit. Bila salah mendiagnosis, terapi penanganan dan obat yang diberikan juga bisa keliru. Akibatnya,  bukannya pulih sehat kembali, kondisi burung bisa jadi semakin parah.

Kesalahan dalam diagnosis penyakit burung dapat menyebabkan proses penyembuhan gagal. Misalnya, burung memiliki gejala mata bengkak dan berair. Belum tentu ini adalah gejala radang mata. Bisa saja, ini mengindikasikan Cucak Rowo Anda terserang infeksi saluran pernapasan. Gejalanya memang mirip sehingga membuat orang terkadang salah mendiagnosis.

Padahal, infeksi saluran pernapasan berimbas pada penurunan nafsu makan sehingga berat badan dapat menyusut dengan cepat. Bila tak ditangani dengan baik, bisa saja burung kesayangan Anda mati.

Obat yang Sesuai

Source - D2K obat manux
Source – D2K obat manux

Bila diagnosis penyakit sudah benar, pengobatan yang tepat pun bisa segera dilakukan. Bayangkan saja, bila burung mengalami infeksi saluran pernapasan sehingga menyebabkan matanya berair dan bengkak. Namun, karena salah diagnosis, Anda malah memberi salep mata. Akibatnya infeksi saluran pernapasan semakin memburuk karena tak terobati.

Selain itu, jangan sembarangan memberikan obat. Banyak penghobi burung yang berani memberikan obat yang biasanya digunakan untuk ayam. Padahal dalam banyak kasus, tak semua obat ayam juga cocok untuk burung.

Tepat Takaran

Obat akan berguna bila diberikan dalam takaran yang tepat. Apalagi bila obat yang digunakan tergolong obat antibiotik. Salah menakar, Cucak Rowo bisa terserang sakit berkepanjangan. Yang lebih buruk, burung akan menjadi resistan terhadap jenis obat tertentu.

Untuk menangani penyakit burung, idealnya memang berkonsultasi dengan dokter hewan. Namun, bila Anda membeli obat sendiri, pakailah sesuai dengan dosis yang tertera. Jangan tergesa-gesa ingin burung cepat sembuh lalu menggandakan takaran obat dari pemakaian seharusnya. Kelebihan dosis juga bisa menyebabkan keracunan pada Cucak Rowo.

Cara Pemberian yang Tepat

Source - YouTube
Source – YouTube

Pastikan saat memberi obat, Anda melakukannya dengan benar. Banyak burung yang justru mati saat dipegang untuk diberi obat. Kondisinya yang lemah menyebabkan tubuh burung begitu sensitif sehingga jika tidak hati-hati akan berakibat fatal.

Sebaiknya Anda meminimalkan kontak fisik dengan cara memberi obat yang bisa langsung masuk ke sistem pencernaannya. Misalnya menginjeksi obat langsung ke mulut burung.

Harus Dikarantina

Demi mempercepat penyembuhan Cucak Rowo yang terserang sakit, segera saja lakukan karantina. Karantina juga bertujuan agar burung-burung lainnya tidak akan ikut terinfeksi. Kemudian, tutuplah sangkar burung yang sakit dengan kerodong serta beri lampu agar tetap hangat.

Meski burung membutuhkan kehangatan, jangan pernah menjemur burung yang sakit. Hal ini berisiko memaparkan burung pada terpaan angin sehingga demam pada burung semakin parah.

Demikianlah cara penanganan yang bisa Anda ikuti bila burung peliharaan terserang sakit. Alangkah baiknya Anda membawa burung yang sakit ke dokter hewan agar bisa didiagnosis dengan tingkat akurasi lebih tinggi. Selain itu, jenis dan takaran obar lebih terjamin. Namun, bila di daerah Anda tinggal tidak ada dokter hewan, rajin-rajinlah membaca dan bertanya kepada yang telah berpengalaman soal penyakit Cucak Rowo.

Tinggalkan Komentar