5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Burung Memasuki Masa Mabung

Saat mabung, burung akan kehilangan semangatnya. Untuk itu, perlu penanganan khusus agar proses ini berjalan dengan cepat dan burung bisa kembali ke keadaan prima. Mabung adalah proses rontoknya bulu pada burung perlahan-lahan hingga tumbuh bulu yang baru. Pada proses ini, burung akan kehilangan percaya diri karena bulunya yang indah akan rontok. Pun saat proses ini terjadi, burung mengalami sakit di sekujur tubuhnya sehingga pemilik harus memberikan penanganan khusus.

Agar proses mabung bisa berjalan dengan lancar dan burung kembali ke keadaan prima, hindari beberapa hal di bawah ini. Simak baik-baik ya!

1. Menjemur di Bawah Terik Matahari

Menjemur Burung
Menjemur Burung

Beberapa jenis burung kicau selalu rutin dijemur untuk membuat mereka berkicau dengan nyaring. Namun, saat proses mabung tiba, menjemur adalah hal yang dilarang. Burung yang sedang mabung cukup diangin-anginkan pada pagi hari dan dimasukkan ke ruangan lembap saat siang.

Burung yang berada di ruangan lembap akan mudah menggugurkan bulu lama. Selanjutnya, bulu baru akan tumbuh perlahan-lahan hingga akhirnya menutupi kulit dan mengilap. Menjemur burung yang sedang mabung justru menghambat pertumbuhan bulu baru. Kalau pun bisa tumbuh, peluang terjadi kerusakan atau kelainan cukup besar. Jadi, daripada proses mabung terganggu, jangan biarkan burung terkena terik matahari.

2. Memandikan Burung dengan Berlebihan

Memandikan Burung
Memandikan Burung

Pemilik burung kicau selalu beranggapan kalau peliharaan mereka yang sedang mabung bisa dimandikan. Dengan memandikan, burung akan terlihat lebih segar dan tidak lemas karena terus menahan sakit dari rontoknya bulu setiap harinya.

Anggapan burung bisa jadi segar sebenarnya salah kaprah. Saat dimandikan, bakal bulu yang tumbuh memiliki kemungkinan rusak. Selain itu, permukaan tubuh burung juga akan sakit jika terkena air yang disemprotkan secara langsung. Kalau burung terlihat tidak ceria, angin-anginkan sebentar. Masa mabung memang cukup berat untuk mereka. Namun, hal ini wajar sehingga biarkan prosesnya berjalan secara alami.

3. Hindari Memberi Makanan Berprotein Tinggi

Makanan Burung
Makanan Burung

Salah satu aktivitas burung yang harus dihindari saat mabung adalah sering berkicau. Untuk itu, pemilik harus mengondisikan hewan peliharaannya ini untuk tetap santai. Agar burung tidak terus berkicau, pakan yang diberikan tidak boleh berkadar protein tinggi. Voer cukup bisa diandalkan untuk mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi dari burung. Pemilik disarankan untuk tidak sering memberi jangkrik atau ulat hongkong yang kadar proteinnya lebih dari 30%.

Burung mabung kelebihan protein pada makanannya akan terus gacor meski tubuhnya sakit. Selanjutnya, burung bisa jadi overberahi sehingga proses mabung yang biasanya memakan waktu 1-2 bulan bisa berjalan lebih lama atau mengalami kerusakan bulu baru yang akan tumbuh.

4. Jangan Terus Menaruh Burung di Dalam Kerodong

Kerodong Burung
Kerodong Burung

Untuk menghindari burung terus gacor atau berkicau saat masa mabung adalah dimasukkan ke dalam kerodong. Namun, burung harus dicek setiap hari agar tidak mengalami gangguan di dalam sangkarnya. Saat dikerodong, sirkulasi udara di dalam kandang tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya kandungan amonia dalam kotoran bisa mengganggu burung. Pengerodongan bisa dilakukan kalau burung terlalu sering berkicau atau saat cuaca sedang buruk. Udara yang terlalu dingin atau berangin bisa membuat kesehatan burung yang mabung jadi terganggu.

Saat udara terlalu panas, kerodong bisa dilepas lalu burung diangin-angin sejenak. Burung bisa diberi semprotan air sebentar, tapi tidak berlebihan. Setelah burung sedikit basah, pemilik bisa memasukkannya kembali ke dalam kerodong untuk mendapatkan udara lembap.

Semoga bermanfaat dan burung jagoan bisa mabung dengan sempurna!

Tinggalkan Komentar