Lima Burung Hantu Asal Nusantara

Namanya boleh seram, tetapi bukan berarti burung hantu menjadi dihindari—apalagi
ditakuti. Secara fisik pun, burung yang termasuk dalam ordi Strigiformes ini bahkan cukup unik dan beberapa di antaranya menggemaskan. Diperkirakan, ada lebih dari 200 spesies burung hantu yang tersebar di berbagai belahan dunia, kecuali di Antartika. Indonesia sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki beragam jenis karnivora yang satu ini. Nah, berikut ini adalah lima burung hantu asal nusantara.

  1. Celepuk Merah (Reddish Scops Owl)

Celepuk Merah (Reddish Scops Owl)
Celepuk Merah (Reddish Scops Owl)

Salah satu sebutan untuk burung hantu di beragam wilayah di Indonesia adalah celepuk. Biasanya, sebutan ini diberikan untuk burung hantu yang memiliki ukuran mini. Pun demikian dengan celepuk merah. Dibandingkan burung hantu lainnya, celepuk merah termasuk sangat kecil. Nokturnal ini hanya memiliki tinggi tubuh sekitar 15-18 cm. Seperti namanya, warna bulu celepuk merah adalah cokelat kemerahan. Habitatnya berada pada dataran rendah meski beberapa ada yang hidup di ketinggian. Persebaran celepuk merah di Indonesia antara lain di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

  1. Celepuk Rajah (Rajah’s Scops Owl)

Celepuk Rajah (Rajah’s Scops Owl)
Celepuk Rajah (Rajah’s Scops Owl)

Dibandingkan celepuk merah, celepuk rajah memiliki badan yang lebih besar—meski tetap termasuk kategori kecil dibandingkan lainnya. Ukuran tinggi tubuhnya ketika mencapai usia dewasa hanya sekitar 23 cm. Sayapnya cenderung pendek dan bulat. Jika melihatnya di malam hari, mungkin Anda akan terkejut karena matanya yang berwarna kuning pada bagian irisnya. Sementara itu, bulunya cenderung berwarna cokelat dan gelap dengan sedikit warna putih di beberapa bagian seperti pada leher. Celepuk rajah cukup jarang ditemukan. Biasanya, burung ini dapat dijumpai di kawasan pegunungan Kalimantan dan Sumatera.

  1. Beluk Watu Jawa (Asian Barred Owl)

Beluk Watu Jawa (Asian Barred Owl)
Beluk Watu Jawa (Asian Barred Owl)

Burung endemis Pulau Jawa dan Bali ini memiliki habitat di kawasan kantung-kantung hutan di kawasan perbukitan dan dataran rendah. Tetapi, beberapa kali beluk watu jawa juga ditemukan berada di kawasan yang padat penduduk dan beraktivitas di siang hari. Seperti dua burung hantu yang dijelaskan sebelumnya, burung hantu yang satu ini juga sama lucu dan menggemaskannya. Ukurannya saat dewasa hanya sekitar 24 cm. Bagian kepalanya bulat sempurna, tanpa bagian bulu kepala yang menegak seperti pada celepuk. Warna bulu beluk watu jawa didominasi merah bata dengan bagian putih di beberapa bagian—terutama depan. Mata beluk watu jawa memiliki warna cokelat kekuningan dengan kaki dan paruhnya berwarna hijau.

  1. Celepuk Gunung (Javan Scops Owl)

Celepuk Gunung (Javan Scops Owl)
Celepuk Gunung (Javan Scops Owl)

Satu lagi keluarga cepuk endemis Indonesia: celepuk gunung. Sesuai namanya, burung hantu kecil ini memiliki habitat di kawasan hutan pegunungan dan aktif mulai senja. Celepuk gunung pun tak jarang berkeliaran di kawasan jurang dalam. Tubuhnya dibalut bulu-bulu berwarna gelap mendekati cokelat atau hitam. Celepuk gunung memiliki warna yang cenderung berwarna merah dengan bulu-bulu tegak di sekitar kepalanya. Ketika mencapai usia dewasa, ukuran celepuk merah umumnya sekitar 19 cm. Habitat pemangsa serangga ini di Indonesia berada di kawasan Jawa Barat. Ketika pergi ke Gunung Pangrangro, Anda mungkin akan menemukannya.

  1. Seloputo (Spotted Wood Owl)

Seloputo (Spotted Wood Owl)
Seloputo (Spotted Wood Owl)

Tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, Anda barangkali juga menyebutnya sebagai burung kukuk. Tubuhnya lebih besar dari celepuk, sekitar 47 cm ketika mencapai usia dewasa. Seperti kebanyakan burung hantu, bulu-bulu pada seloputo juga cenderung kecokelatan dengan beberapa bintik putih yang cukup merata. Matanya berwarna hitam kelam, pun dengan paruhnya meski cenderung seperti cokelat tua.

Selain Indonesia, seloputo juga bisa ditemukan di beberapa kawasan Asia lain. Spesies ini tersebar di kawasan Thailand selatan, Myanmar, dan Singapura. Itulah lima burung hantu asal nusantara dari sekian banyak lainnya yang belum disebutkan. Tidak mengerikan, bukan?

Tinggalkan Komentar