Cara Membedakan Jalak Bali Jantan dan Betina

Tergolong sebagai burung langka, jalak bali memiliki bulu putih bersih di sekujur tubuhnya dengan ujung sayap dan ekor berwarna hitam. Sisi menarik lainnya dari burung ini yaitu kelopak matanya yang berwarna biru tua, serta jambul berupa helaian bulu yang membuatnya terlihat sangat cantik.
Keunikan yang dimiliki burung ini membuat orang-orang terpikat ingin memiliki atau membudidayakannya. Sebelum Anda membelinya atau belajar membudidayakan jalak bali, sebaiknya Anda belajar mengenali mana jalak bali jantan dan betina. Untuk Anda yang baru berkecimpung dengan dunia burung khususnya jalak bali, akan terasa susah dalam membedakan kelaminnya. Pasalnya, burung ini akan terlihat sama secara kasat mata. Lain halnya dengan mereka yang telah lama bergelut dengan jalak bali.

Source - flickr
Source – flickr

Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk membedakan kelamin dari burung yang bernama latin Leucopsar rothschildi ini.

  1. Pada usia 1 hingga 3 minggu, jalak bali jantan dan betina bisa dibedakan dari
    suara dan lebarnya piyik ketika membuka mulut saat diloloh.
  2. Di usia satu bulan, jalak bali jantan dan betina bisa dikenali dengan mengamati
    badannya. Jalak bali jantan memiliki badan yang relatif lebih besar dan agresif saat
    berebut makanan, sedangkan si betina cenderung memiliki badan lebih kecil.
  3. Jalak bali jantan juga sering terlihat sebagai burung perusuh yang akan mengusir temannya dari kandang dengan cara mematuknya.
  4. Jalak bali jantan memiliki lacur  lebih panjang di kepala bagian belakang.
  5. Jalan bali jantan tampak lebih seram dan lebih gagah daripada jalak bali betina. Sementara itu, jalak bali betina akan terlihat lebih feminin serta tidak seagresif jalak bali jantan.

Biasanya, jika pencinta burung malas untuk memperhatikan ciri-ciri yang sudah disebutkan, jalan pintasnya adalah langsung menanyakan jenis kelamin burung tersebut pada penjual. Namun, tidak sedikit penangkar burung maupun penjual yang tidak menghiraukan mana kelamin jantan dan mana kelamin betina. Pertimbangan tersebut diambil demi menghindari kesalahan dalam membedakannya sehingga tidak mengecewakan pembeli.

Source - jalakbalijogja
Source – jalakbalijogja

Dengan mengatakan tidak tahu antara jantan dan betina, penjual seperti ini masih terbilang jujur. Bisa jadi mereka memang tidak terlalu tahu atau tidak tahu sama sekali cara membedakannya. Namun, ada juga penjual yang cenderung melakukan promosi. Dia akan mengatakan dengan keyakinan tinggi bahwa burung tersebut adalah jantan atau betina. Si penjual juga menawarkan pengembalian jika ternyata kelamin burung jalak bali tersebut tidak sesuai dugaan.

Kenyataannya, tidak semudah itu mengembalikannya pada penjual ataupun penangkar. Masalahnya, jika burung sudah dirawat orang lain dalam waktu satu bulan saja, maka burung tersebut sudah berbeda. Bisa menjadi lebih gemuk ataupun lebih kurus. Jika burung yang sudah Anda beli menjadi lebih kurus dari sebelumnya, Anda akan susah untuk mengembalikannya pada penjual ataupun penangkar.  

Untuk itu, cara yang aman adalah mengantongi ilmu untuk membedakan jantan dan betina terlebih dulu sebelum membeli burung ini. Anda juga perlu mengenali siapa penjualnya.

Anda sangat diwanti-wanti untuk membeli jalak bali langsung di penangkarnya karena mereka lebih mengenal kondisi burung tersebut dibanding mereka yang sekadar menjualnya. Alasan yang lebih kuat  lagi, penangkar resmi mengantongi izin dan sertifikat dari BKSDA, sehingga dipastikan jual-beli tersebut di bawah persetujuan hukum. Lain halnya dengan penjual burung yang ‘nakal’; selain mereka lebih memikirkan urusan untung rugi, mereka juga tidak memedulikan legalitas dari burung langka yang dijual.

Nah, siapkah untuk memilih burung jalak bali yang Anda sukai? Perhatikan legalitas dan cara membedakan kelaminnya, ya.

Tinggalkan Komentar