6 Keunikan Burung Flamingo, Spesies Cantik dari Belahan Bumi Timur

Tak hanya bangau yang berkaki jenjang, burung flamingo pun memiliki bentuk serupa. Bahkan, performanya sangat menawan dengan paruh menyerupai sekop. Ingin tahu keunikan satwa dari Timur ini? Simak ulasannya di sini!

Berasal dari genus Phoenicopterus, burung flamingo terdiri dari enam spesies. Dua di antaranya berada di kawasan dunia lama, yaitu India Barat, Afrika, Eropa Selatan, dan Timur Tengah. Sisanya, berhabitat di Pegunungan Andes, Laut Karibia, dan sebagian Amerika Selatan. Unggas ini sangat menyukai perairan dangkal, hutan bakau, laguna atau daerah berpasir.

Selain berleher panjang dan kaki jenjang, burung flamingo memiliki enam keunikan berikut ini.

1. Ukuran Tubuhnya Mencapai Lebih dari 1 Meter

Souce - pixabay
Souce – pixabay

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, flamingo terbagi menjadi enam spesies, yaitu flamingo besar, kecil, chili, andes, james, dan amerika. Dari keenam spesies tersebut, flamingo besar memiliki tubuh paling tinggi, sekitar 150 meter. Spesies flamingo kecil berukuran paling rendah, hanya 80-90 cm. Sementara itu, jenis flamingo lainnya, memiliki tinggi hampir satu meter dengan berat 2-4 kg.

2. Warna Bulu Berubah Setelah Dewasa

Source - pixabay
Source – pixabay

Saat baru keluar dari telur, tubuh flamingo didominasi warna abu-abu. Lambat laun, warna itu berubah menjadi merah cerah. Hal ini karena flamingo gemar mengonsumsi makanan udang dan alga. Nah, kedua makanan tersebut mengandung beta karoten yang tinggi sehingga menghasilkan pigmen warna oranye kemerahan.

Setelah flamingo menelan makanan, otomatis masuk ke saluran pencernaan. Di pencernaan ini, beta karoten dipisahkan dari protein. Karotenoid yang terpisah akan menumpuk bersama kandungan lemak di seluruh tubuh, termasuk bulu. Itulah sebabnya, warna tubuh flamingo berubah menjadi merah muda ketika dewasa.

3. Kepakan Sayap dan Warna Merah Menggambarkan Kekuasaan

Source - pixabay
Source – pixabay

Dalam dunia flamingo, bulu melambangkan status sosial mereka. Flamingo yang sudah pernah bertelur, terlihat dari perubahan warna bulunya. Semakin merah, berarti umurnya semakin tua. Saat itu, flamingo suka mengepakkan sayapnya sebagai tanda dialah penguasa di sana.

Flamingo tertua memiliki kekuasaan penuh terhadap kelompoknya. Mereka menjadi pemimpin yang bertugas melindungi dan menyatukan seluruh flamingo. Ketika musim kawin, flamingo tertua akan mengajarkan memulai perkawinan, membuat sarang, hingga menyimpan telur.

4. Flamingo Jantan dan Betina Bekerja Sama Merawat Anaknya

Source - pixabay
Source – pixabay

Flamingo betina kerap terlihat menghias diri ketika memasuki musim kawin. Warna bulu mereka semakin merah muda di bulan-bulan tertentu. Setelah berhasil menarik lawan jenis dan melakukan perkawinan, flamingo betina pun bertelur. Saat itu, flamingo jantan membangun sarang secara bergantian dengan si betina.

Satu per satu telur diletakan di dalam sarang dan melewati masa inkubasi selama 30 hari. Kemudian, telur menetas dan lahirlah anggota baru di kelompok mereka. Namun, kerja sama flamingo jantan dan betina tak berhenti sampai di sini. Mereka terus melakukan giliran untuk menjaga dan mengasuh flamingo junior.

5. Mampu Terbang Sangat Jauh dalam Semalam

Source - pixabay
Source – pixabay

Kecepatan terbang flamingo mencapai 37 mph atau setara 60 km per jam. Mereka terbang berkelompok dengan mengepakkan sayap nyaris tanpa henti. Pemandangan ini terlihat indah dari kejauhan. Apalagi saat sekawanan flamingo memulai penerbangannya seperti lepas landas sebuah pesawat.

Dalam waktu satu malam, flamingo mampu terbang sejauh 300-400 km. Mereka bermigrasi ketika habitatnya terusik oleh kegiatan manusia. Bisa juga karena perubahan iklim atau pemanasan global.

6. Zat di dalam Tubuh Flamingo Bisa untuk Pengobatan

Source - pixabay
Source – pixabay

Flamingo tak hanya cantik, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Seorang penambang di Pegunungan Andes bahkan pernah membunuh seekor flamingo untuk mengambil lemaknya. Konon, lemak tersebut bisa menyembuhkan penyakit TBC. Sayangnya, belum ada penelitian ilmiah mengenai hal ini.

Berbicara soal burung flamingo memang tidak ada habisnya. Spesies ini kerap kali menunjukkan pesona luar biasa, baik dari performa, maupun aksinya. Kini, kawanan unggas tersebut kian langka. Karena itu, masyarakat mesti bekerja sama dalam melindungi habitatnya.

Tinggalkan Komentar