Mengenal Burung Mandar Gendang Dengan Suara yang Menggelegar

Mandar Gendang atau Habroptila wallacii adalah jenis burung unik yang juga disebut sebagai burung penabuh drum (gendang) dari Halmahera. Sebab, perlu anda ketahui jika suara burung endemik pulau Halmahera, Maluku Utara ini memang terdengar sangat menggelegar.

Bahkan suara yang dikeluarkannya terdengar mirip suara gendang atau drum. Maka, tidak heran jika kemudian burung ini diberi nama dengan mandar gendang sekaligus disebut juga sebagai “drummer rail“.

Akan tetapi, kelemahan dari burung mandar gendang yang ukuran tubuhnya sekitar 40 cm dan tidak bisa terbang. Mandar gendang juga termasuk burung langka yang keberadaannya bisa dikatakan semakin terancam punah. Populasinya pun juga semakin menurun serta sulit untuk ditemukan.

Burung Mandar Gendang
hbw.com

Burung yang memiliki suara menggelegar ini jika dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Invisible Rail, Drummer Rail, Halmahera Rail, atau Wallace’s Rail. Kemudian untuk nama ilmiah dari hewan ini yaitu Habroptila wallacii.

Nama mandar gendang atau Drummer Rail ini tak lepas dari suara kicauan dari burung ini yang terdengar dengan keras menggelegar seperti halnya bunyi gendang. Sedangkan untuk nama Invisible Rail ini disematkan sebab jenis burung ini termasuk burung termasuk yang sulit diketahui keberadaannya.

Ciri Khas Burung Mandar Gendang

Burung mandar gendang adalah salah satu jenis burung endemik dari Halmahera memiliki ciri khas yaitu tubuhnya yang berukuran panjang antara 33 sampai denga 40 cm.

Sedangkan untuk burung yang jenis kelaminnya jantan dan betina ini memiliki bulu yang serupa. Diantaranya yaitu warna abu-abu gelap dengan sayap serta pada bagian ekor yang berwarna coklat gelap.

Kemudian untuk bagian kulit yang tidak berbulu terlihat dengan warna merah. Kemudian pada bagian kulit pada kakinya terlihat berwarna oranye agak kemerahan.

Perilaku Burung Mandar Gendang

Perilaku Burung Mandar Gendang
kompasiana.com

Berbagai hal mengenai perilaku hidup burung endemik Halmahera yang sudah cukup langka ini masih sedikit sekali diketahui.

Makanan dari mandar gendang (Habroptila wallacii) ini pada umumnya adalah berupa pucuk tanaman, serangga, dan juga sagu dari batang sagu yang terbuka.

Untuk suara kicauan dari jenis burung ini seperti halnya bunyi gendang dengan diselingi jeritan yang terdengar dengan keras.

Habitat, Penyebaran, Populasi, dan Konservasi

Sebagai salah satu jenis burung endemik Halmahera, burung mandar gendang ini ternyata hanya bisa dijumpai di pulau Halmahera, Maluku Utara. Habitat dari burung yang memiliki suara merdu ini adalah di daerah lahan yang basah.

Selain itu, habitat dari burung itu berada di semak belukar disekitar rawa, dan lahan gambut yang memiliki ketinggian sampai dengan 700 meter dpl.

Populasi mandar gendang (Habroptila wallacii) ini juga belum bisa diketahui pasti. BirdLife Internasional telah memperkirakan bahwa populasi dari burung ini yaitu berkisar antara 2.500 sampai dengan 9.999 ekor untuk burung yang usianya dewasa (2000).

Perlu anda ketahui, jika tren populasi dari burung ini terus mengalami penurunan. Penurunan dari populasi ini disebabkan karena hilangnya habitat, deforestasi, serta aktifitas dari pemanenan sagu secara komersial oleh penduduk sekitar.

Sebab keadaannya seperti pada tingkat populasi, daerah sebaran, dan ancaman yang ada, maka IUCN Redlist menetapkan burung mandar gendang (Habroptila wallacii) ini pada status konservasi vulnerable sejak tahun 1994.

Akan tetapi sayang sekali, meskipun burung yang bersuara keras ini termasuk salah satu burung yang dikatakan langka, ternyata burung endemik Maliku yang dikenal Penabuh Gendang ini belum termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia.

Tinggalkan Komentar