Kunci sukses ternak Jalak Suren bagi pemula dimulai dari pemilihan indukan yang tepat (usia minimal 1-2 tahun). Gunakan kandang penangkaran minimal ukuran 90x90x180 cm dengan glodok kayu yang nyaman. Proses penjodohan dilakukan dengan mendekatkan sangkar selama 3-7 hari. Berikan pakan tinggi protein (jangkrik/ulat hongkong) untuk mendongkrak birahi agar cepat bertelur.
Beternak Jalak Suren kini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Selain karena peminatnya yang tidak pernah sepi, burung ini juga dikenal sebagai salah satu jenis jalak yang paling mudah ditangkarkan, bahkan bagi pemula sekalipun.
Jika Anda ingin memulai budidaya Jalak Suren di rumah namun bingung harus mulai dari mana, ikuti panduan lengkap berikut ini.
1. Memilih Indukan Berkualitas
Jangan asal membeli burung di pasar. Kualitas anakan sangat ditentukan oleh kualitas indukan.
- Usia: Pilih indukan jantan minimal usia 1,5 – 2 tahun dan betina minimal 1 tahun. Usia yang mapan membuat organ reproduksi sudah matang sempurna.
- Kesehatan: Pastikan burung tidak cacat fisik, kaki mencengkeram kuat, mata cerah, dan aktif bergerak.
- Jinak: Usahakan memilih indukan yang sudah jinak lalat (tidak terlalu liar) agar mereka tidak mudah stres saat Anda memberi makan atau mengecek glodok.

2. Persiapan Kandang Ternak
Kenyamanan kandang adalah faktor keberhasilan nomor satu. Jalak Suren butuh ruang gerak yang cukup untuk proses kawin.
- Ukuran Ideal: Minimal panjang 90 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 180 cm. Lebih luas lebih bagus.
- Lokasi: Tempatkan kandang di lokasi yang tenang, jauh dari kebisingan mesin atau lalu lalang predator (kucing/tikus).
- Glodok (Sarang): Gunakan kotak sarang dari kayu berukuran 20x20x35 cm. Letakkan di pojok atas kandang.
- Bahan Sarang: Sediakan bahan sarang berupa daun cemara kering, jerami, atau serat nanas di dasar kandang. Biarkan burung jantan yang mengangkutnya ke dalam glodok sebagai bagian dari ritual memikat betina.
3. Teknik Penjodohan Anti-Gagal
Banyak pemula gagal karena langsung menyatukan jantan dan betina, yang berakibat perkelahian hingga kematian. Lakukan proses pengenalan terlebih dahulu.
- Masukkan jantan ke kandang ternak, dan biarkan betina di sangkar kecil.
- Tempelkan sangkar betina di dekat/dalam kandang jantan agar mereka saling melihat dan berkicau sahut-sahutan.
- Lakukan ini selama 3-7 hari. Tanda jodoh biasanya terlihat saat mereka tidur berdekatan (meski terhalang jeruji) dan si jantan mulai merayu dengan membawa bahan sarang.
- Waktu terbaik menyatukan mereka adalah sore hari (menjelang gelap). Pada waktu ini, agresivitas burung menurun karena sudah waktunya tidur, sehingga risiko bertarung lebih kecil.
4. Manajemen Pakan (Nutrisi)
Voer saja tidak cukup. Untuk memicu birahi dan pembentukan telur, Anda wajib “boros” pakan tambahan (Extra Fooding).
- Pagi & Sore: Berikan jangkrik dalam jumlah banyak (sekenyangnya) selama masa penjodohan.
- Tambahan: Ulat hongkong bisa diberikan untuk menaikkan suhu tubuh dan birahi. Cacing tanah juga bagus untuk kesuburan.
- Buah: Pisang kepok atau pepaya wajib ada sebagai sumber vitamin alami.
5. Masa Inkubasi dan Panen
Setelah kawin, betina akan bertelur sebanyak 2-4 butir. Masa pengeraman berlangsung sekitar 14 hari.
- Panen Telur: Jika Anda menggunakan mesin tetas, telur bisa diambil begitu selesai bertelur.
- Panen Anakan: Jika diasuh induknya, panen anakan (piyik) bisa dilakukan pada usia 7-10 hari. Pada usia ini, mata piyik belum melek sempurna dan mudah untuk diloloh tangan (hand feeding), sehingga nantinya anakan menjadi sangat jinak.