Teknik Menjodohkan Jalak Suren Jika Cuma Punya Sepasang

menjodohkan jalak suren

Syarat utama untuk menjodohkan burung jalak suren adalah kita harus tahu pasti apa jenis kelaminnya. Dalam praktiknya, beda penangkar mungkin akan beda pula teknik yang digunakan untuk menjodohkan.

Di sini saya akan tuliskan beberapa teknik menjodohkan burung jalak suren berdasarkan pengalaman pribadi saya selama menangkarkan burung ini. Namun untuk kali ini, saya hanya akan menulis secara garis besar beserta rincian singkatnya saja, dan artikel ini akan bersambung.

1. Burung cuma ada dua ekor (satu jantan dan satu betina)

Menurut saya, ini adalah keadaan yang paling sulit dan paling menyita waktu jika kita sedang tidak beruntung. Caranya, untuk pertama kali sekaligus untuk mengetahui apakah mereka bisa berjodoh atau tidak, masukkan kedua burung (jantan dan betina) ke dalam satu kandang produksi. Setelah masuk, kita tunggu sebentar untuk melihat reaksinya.

Biasanya, setelah keduanya dimasukkan ke dalam satu kandang produksi, reaksi yang muncul adalah:

  • Bisa langsung kreasi (bersahut-sahutan) dan jodoh.
  • Jantan takut sama betinanya.
  • Betina takut sama jantannya.
  • Jantan kalah dan dikejar betina.
  • Betina kalah dan dikejar jantan.
  • Keduanya rukun, tapi cuma diam tidak ada reaksi apa-apa (saling cuek).
  • Atau malah keduanya sama-sama galak, berani, hingga akhirnya berkelahi.

Kalau reaksinya mereka tidak berkelahi, biarkan saja dan tunggu beberapa saat lagi. Kalau beruntung, nanti bisa langsung kreasi dan jodoh. Jika langsung kreasi dan jodoh, berarti Mas Bro lagi beruntung. Untuk proses selanjutnya tinggal menunggu waktu hingga kedua burung mulai mau angkut sarang dan akhirnya bertelur.

Kalau salah satu burung terlihat takut atau keduanya saling diam, biarkan saja. Itu masih aman. Pantau terus, kalau kedua burung sudah mulai birahi bersamaan, nanti pasti akan kreasi dan berjodoh dengan sendirinya. Untuk keadaan seperti ini, persentase untuk bisa berjodoh sekitar 90%. Tetapi untuk masalah waktu tidak bisa dipastikan. Kalau perawatannya bagus, biasanya tidak sampai dua bulan sudah bisa kreasi dan jodoh.

Namun, kalau salah satunya sampai dikejar-kejar atau berkelahi, segera ambil salah satu atau keduanya! Jika diambil satu saja, burung yang satu bisa ditaruh di dalam sangkar dan didekatkan. Bisa ditaruh di dalam kandang produksi atau di luar kandang, yang penting jangan jauh-jauh biar tetap bisa saling melihat lawan jenisnya. Kalau keduanya diambil, bisa ditaruh dalam dua sangkar terpisah (atau satu sangkar bersekat) dan sering-sering dijemur berdekatan.

Selama di sangkar, kita pantau terus reaksi kedua burung. Apakah masih saling cuek atau sudah mulai bersahut-sahutan? Untuk memastikannya, kita tes lagi: masukkan keduanya ke dalam kandang produksi dan lihat reaksinya. Hal ini dilakukan terus-menerus dan berulang kali sampai kedua burung bisa kreasi dan jodoh.

Untuk teknik ini memang tidak ada batasan waktu. Sebelum berjodoh, bisa jadi butuh waktu sehari, dua hari, seminggu, sebulan, atau mungkin setahun hingga dua tahun. Benar-benar tidak bisa dipastikan! Jadi, teknik ini benar-benar butuh kesabaran ekstra sampai akhirnya menyerah, hehe.

Jika sudah bosan dan menyerah kok tidak berjodoh-jodoh juga, burung yang tidak disukai pasangannya (entah jantannya atau betinanya) bisa diganti dengan burung lain. Setelah ada pasangan baru sebagai gantinya, teknik ini bisa diulang lagi sampai bosan lagi atau sampai keberuntungan itu datang, xixixixi… Lha gimana, burung cuma ada dua ekor, ya kalau tidak butuh keberuntungan ya butuh kesabaran ekstra.

Akhirnya, bersambung dulu ya! Selamat mencoba dan salam sukses selalu.

(Catatan: Untuk mengetahui harga pasaran burung terbaru, silakan klik di sini: Daftar Harga Burung Terbaru).

Tinggalkan komentar