Kebiasaan Hidup Angsa Terompet Si Unggas Air Paling Besar

Kebiasaan hidup Angsa Terompet adalah suatu yang perlu diketahui. Hal tersebut karena jenis angsa ini merupakan angsa yang cukup menarik.

Pada awal 1993 dunia sempat digemparkan dengan kasus kepunahan hewan ini. Melalui survei yang dilakukan hanya dijumpai 70 ekor Angsa Terompet.

Karena rasa kurang percaya dengan survei tersebut, maka dilakukan survei lanjutan. Pada akhirnya, diketahui jumlah jenis ini berkisar 46.000 ekor pada tahun 2010.

Karena tingkat keadaan dirasa rawan, burung ini masih dalam pengawasan balai konservasi. Banyak hal yang terus dilakukan untuk menjaga kelestarian angsa ini dari perburuan.

Kebiasaan Hidup Angsa Terompet Si Unggas Air Paling Besar

Mengerti tentang kebiasaan hidup Angsa Terompet merupakan salah satu cara menjaga kelestariannya. Dengan mengetahuinya, maka dapat dilakukan mengganggu kegiatan yang mungkin mengganggu hewan ini.

Sebagai hewan unggas air, sebagian besar kehidupan burung ini berada di air. Hewan ini kerap berenang-renang di permukaan air.

Meskipun banyak diincar, burung ini tetap bisa terbang layaknya burung lainnya. Burung ini biasanya berenang di air untuk mencari makanan.

Makanan utama burung ini adalah ikan atau serangga air. Terkadang burung ini juga memakan tumbuhan-tumbuhan air di sekitar wilayahnya.

Pola memakan tumbuhan ini dilakukan oleh burung ini terutama di musim dingin. Pada musim kawin (musim semi) burung ini kembali memakan ikan dan serangga.

Kebiasaan makan yang unik ini berkaitan dengan preferensi nutrisi yang dibutuhkan. Tentunya kebiasaan hidup Angsa Terompet ini bila terjaga akan membuat tetap sehat.

Kebiasaan Kawin Angsa Terompet

Dalam hal kawin, Angsa ini terkenal dengan sifat monogaminya. Tidak ada kata cerai dalam kisah kasih sepasang burung Angsa.

Bahkan, setelah salah satu pasangannya mati, maka mereka tidak akan kawin lagi. Hal ini jelas sangat menarik karena dilakukan oleh burung.

Dalam satu kali kawin biasanya akan dihasilkan 3-12 butir telur. Telur diletakkan di pulau kecil yang sengaja dibuat oleh indukannya.

Setelah menetas, banyak dijumpai indukan yang berenang bersama anak-anaknya di air. Hal ini dilakukan untuk memberi pengalaman kepada anaknya.

Kebiasaan hidup Angsa Terompet dalam hal kawin tentunya sangat menarik. Hal tersebut dapat menjadi referensi hubungan yang baik dalam kehidupan.

Deskripsi Morfologi Angsa Terompet

Angsa jenis ini merupakan jenis unggas air terbesar di dunia. Panjang burung ini dapat mencapai 180 cm jika diluruskan.

Berat burung ini rata-rata mencapai 7-13,6 kg. Pada musim tertentu bahkan berat betinanya dapat mencapai lebih besar lagi.

Berat  besar membuat jenis ini dinobatkan sebagai burung terberat yang bisa terbang. Jika sayapnya membentang, maka rentang sayap burung ini dapat mencapai 250 cm.

Tubuh yang berat juga mempengaruhi kebiasaan dari burung ini. Kebiasaan hidup Angsa Terompet tersebut adalah kebiasaannya yang lebih sering di air.

Deskripsi Warna Tubuh Angsa Terompet

Tubuh Angsa ini diliputi bulu yang berwarna putih menyeluruh. Kaki burung ini tampil dengan warna abu-abu muda dengan bulu yang jarang.

Hal yang berbeda terjadi pada anak Angsa jenis ini. Pada saat kecil Angsa Terompet akan berwarna abu-abu muda.

Seiring berjalannya waktu warna bulu ini akan menjadi putih. Sedangkan paruh burung ini berwarna hitam sama dengan matanya.

Tidak seperti warna bulunya, paruh dan mata burung ini memang hitam sejak kecil. Ketika dewasa tidak akan dijumpai perubahan warna pada paruh dan matanya.

Dengan warna putihnya yang menawan jelas burung ini sangat cantik. Banyak orang yang kemudian merasa perlu memburu burung ini sebagai peliharaan.

Untuk itu perlu dilakukan usaha konservasi pada burung ini. Mengetahui deskripsi dan kebiasaan hidup Angsa Terompet menjadi langkah awal yang baik.

Kategori Angsa