Jalak suren jantan yang suka membuang telurnya adalah salah satu contoh dari sekian banyak permasalahan dalam proses penangkaran. Di balik cerita kesuksesan dunia penangkaran, entah itu burung jalak suren, jalak bali, jalak putih, cucak rawa, dan lain-lain, pasti selalu ada tantangan yang menyertai. Terutama bagi pemula, pada masa awal menangkarkan wajar jika sering timbul kebingungan karena belum tahu cara mengatasi masalah yang ada.
Namun, seiring berjalannya waktu, bertambahnya pengalaman, dan seringnya berbagi cerita di antara sesama penangkar, pengetahuan kita pasti akan bertambah untuk mengatasi atau mengantisipasi permasalahan yang timbul. Makanya, ada ungkapan: jika belum punya ilmu penangkaran tapi ada minat yang kuat, mending langsung terjun saja dulu. Nanti sambil berjalan, sedikit demi sedikit ilmu pun akan datang dengan sendirinya, baik dari pengalaman pribadi maupun dari teman sesama penangkar yang sudah lebih dulu menekuninya.
Nah, kembali ke permasalahan tadi. Jika burung jalak suren jantan suka membuang telur atau mengobrak-abrik sarang saat proses pengeraman, salah satu solusinya adalah dipisahkan. Caranya, ambil pejantan dari kandang lalu masukkan ke dalam sangkar tersendiri, tapi tetap pastikan posisinya didekatkan dengan betinanya.
Jika pintu kandang utama cukup lebar, sangkar berisi pejantan tersebut bisa ditaruh langsung di dalam kandang utama. Namun, jika tidak muat karena dulunya bikin pintu utama yang berukuran kecil, sangkar bisa ditaruh di luar, menempel di dekat kandang.
Demikian tips singkat kali ini, Mas Broo. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan (share) tulisan ini ke teman-teman penangkar lain atau tinggalkan jejak di kolom komentar, ya. 🙂 Salam kicau!