Budidaya Burung Beo, Sumber Inspirasi Bisnis Anda

Budidaya burung Beo adalah salah satu bisnis yang menjanjikan. Burung Beo banyak diincar oleh para pecinta burung karena berbagai kelebihannya.

Salah satu kelebihan burung Beo adalah kemampuannya menirukan suara dengan baik. Kemampuan ini dinilai memberikan kesan lucu pada burung pintar ini

Selain itu, burung Beo juga menyimpan kelebihan lainnya yakni bentuk tubuhnya. Tubuh besar dengan bulu ekor yang panjang, membuat burung ini terlihat menawan.

Perhatikan Hal ini Sebelum Budidaya Burung Beo

Banyak hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan budidaya burung Beo. Untuk menyukseskan budidaya yang dilakukan perlu diketahui karakteristik burung beo itu sendiri.

Burung Beo (Gracula religiosa) merupakan jenis burung yang hidup di dataran tinggi. Burung ini banyak dijumpai di Sri Langka, India, Himalaya, Filipina, hingga Indonesia.

Sebagai penghuni hutan-hutan basah, burung ini gemar memakan buah-buahan. Untuk memenuhi kebutuhan protein di tubuhnya, burung ini juga memakan berbagai jenis serangga.

Di alam lepas, burung Beo juga berperan dalam reproduksi makhluk lain. Burung Beo kerap menjadi pemencar biji-bijian di hutan sehingga ekosistem tetap terjaga.

Mengenal Ciri Fisik Burung Beo

Setelah mengetahui karaktersitik dasarnya, seorang bredeer harus mengenali karakter fisik burung Beo.  Mengenali ciri fisik dari burung dapat bermanfaat dalam budidaya burung Beo ini.

Tahapan yang memerlukan pengetahuan ciri fisik burung adalah tahap penjodohan. Tentunya penjodohan tidak berhasil bila breeder tidak memahami karakter jantan dan betinanya

Pembeda fisik yang jelas terlihat di letak pada paruh dari burung ini. Biasanya paruh Beo betina lebih ramping dan panjang ketimbang Beo jantan.

Selain itu, Beo betina memiliki kebiasaan berdiri dengan kepala yang tegak. Hal ini berkebalikan dengan burung jantan yang lebih sering menunduk.

Cara  Membudidayakan Burung Beo

Tahapan awal yang dilakukan dalam budidaya burung Beo adalah persiapan sangkar. Sangkar harus dibuat senyaman mungkin dan tentunya dengan bahan yang sekuat mungkin.

Membuat tempat yang nyaman paling mudah dengan mengkondisikan sangkar tetap bersih. Perlu dilakukan pembersihan sangkar yang teratur dari segala kotoran yang ada.

Tahap selanjutnya adalah proses penjodohan. Sama halnya manusia, burung Beo juga butuh mengenal pasangannya sebelum kawin.

Penjodohan dilakukan pada calon indukan berusia minimal 12 bulan. Calon indukan dijodohkan dengan sering mempertemukan 2 calon pasangan dalam 1 sangkar.

Setelah pasangan burung Beo siap, maka proses penebaran dalam sangkar dapat dilakukan. Dalam satu sangkar hendaknya tidak dimasukkan terlalu banyak pasangan. Terlalu banyaknya pasangan justru akan menimbulkan perkelahian.

Burung Beo merupakan jenis burung yang lumayan teritorial. Oleh karena itu, burung ini rentan berkelahi dengan sesamanya.

Usahakan sangkar jauh dari pusat kebisingan agar budidaya burung Beo berjalan baik. Lingkungan yang bising akan membuat Beo mudah stress dan tidak mau kawin.

Proses Masa Kawin

Masa kawin ini terdiri dari dua tahapan. Sebelum melakukan perkawinan, induk dirawat secara khusus.

Setelah selesai melakukan proses perkawinan, burung Beo akan menghasilkan telur, yang kemudian menjadi anakan. Anakan burung Beo ini pun juga diberikan perawatan khusus. Berikut ini tahapan-tahapannya.

Pemeliharaan Induk Dalam Masa Kawin

Untuk mempercepat masa kawin dapat diberikan pakan kaya vitamin pada calon indukan. Jangan lupa lakukan pembersihan sangkar yang berkala serta memandikan calon indukan.

Perawatan Anakan

Proses kawin yang berhasil, akan mengeluarkan 2 hingga 4 telur. Indukan Beo akan mengerami telur hingga telur menetas kurang lebih 14 hari.

Anak Beo yang masih kecil bisa mulai diberi pakan sejak pertama menetas. Berilah pakan berupa daun, ulat atau buah-buahan untuk membuatnya tetap sehat.

Anakan beo yang sudah berusia 15 hari bisa mulai dipindahkan ke sangkar yang lain. Dengan demikian, maka usaha budidaya burung Beo yang telah dilakukan, dinyatakan berhasil.

Kategori Beo