Cara Membuat Indukan Jalak Suren Produk 2 Kali dalam 40 Hari

ternak burung jalak suren

Benarkah indukan burung jalak suren mampu berproduksi dua kali hanya dalam waktu empat puluh hari? Penjelasannya begini. Perhitungan ini diambil dari contoh indukan yang tidak meloloh atau merawat anaknya sendiri setelah menetas.

Secara alami, burung betina mulai bertelur dan mengerami telurnya selama kurang lebih 14 hari (dua minggu). Setelah telur menetas, anakannya diambil untuk diloloh sendiri oleh si pemilik burung. Selang 7 sampai 10 hari kemudian, indukan biasanya sudah mulai kawin, bertelur, dan mengerami lagi. Jadi, perhitungan waktu alami untuk satu kali periode produksi adalah 14 + 10 = 24 hari. Rinciannya: 14 hari untuk mengerami telur secara alami, dan 10 hari adalah waktu jeda (mulai dari anakan diambil, proses perkawinan, hingga bertelur kembali).

Namun, periode 24 hari tersebut masih bisa diperpendek lagi dengan bantuan mesin penetas telur. Caranya, saat telur yang dierami indukan sudah menginjak usia 10 hari, telur-telur tersebut diambil dan dipindahkan ke mesin penetas.

Dengan cara ini, waktu indukan mengeram akan berkurang empat hari. Perhitungannya pun berubah menjadi: 10 hari untuk proses jeda/perkawinan dan 10 hari untuk mengerami telur di sarang. Totalnya hanya 20 hari dalam satu kali periode produksi. Kalau dua kali periode produksi, berarti 2 x 20 hari. Dari sinilah ketemu rumus empat puluh hari bisa produk dua kali! Bahkan, kemungkinan siklusnya lebih pendek lagi masih ada jika selang satu minggu setelah telur dipindah ke mesin tetas, burung ternyata sudah bertelur lagi.

Kelebihan lainnya, jalak suren termasuk jenis burung yang berproduksi tanpa mengenal musim. Jadi, burung ini bisa dibilang nonstop berproduksi sepanjang tahun. Pantas saja kalau metode ini sering disebut sebagai mencetak “ATM di dalam kandang”.

Hebatnya lagi, saat kondisi burung sedang mabung atau mbrodol pun, mereka tetap masih bisa berproduksi.

Tinggalkan komentar