Alasan Mengapa Kita Sulit Menemukan Merpati Muda

Merpati bisa dengan mudah ditemui, tapi tidak dengan anak-anaknya. Mengapa demikian? Ikuti ulasannya di artikel ini!

Seperti yang kita tahu, merpati merupakan burung urban yang khas dan dapat ditemui di hampir setiap sudut kota.  Di Eropa, kemungkinan menemukan merpati akan lebih besar. Kita bisa berjalan di mana saja, dan akan menemukan merpati sedang bertengger di atas trotoar, atap bangunan, jembatan, dan sebagainya.

Apabila ditelaah dari sejarahnya, merpati urban yang dekat dengan manusia ini merupakan keturunan dari merpati karang. Dulu, merpati ini hidup dan berkembang biak di gua-gua pada tebing yang berbatasan dengan laut.

Akan tetapi, meskipun kita begitu sering menemukan burung merpati matang yang lincah, kita hampir tidak pernah melihat bayi merpati itu sendiri. Perkara ini tentu punya penjelasannya. Ingin tahu? Simak penjelasan berikut ini.

Merpati menjaga tradisi nenek moyangnya

Source - pxabay
Source – pxabay

Karena merpati urban merupakan keturunan dari merpati karang, insting dan metode reproduksi mereka tetap sama. Burung merpati urban mungkin lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia, namun untuk kerahasiaan lokasi sarang masih tetap mereka jaga.

Hal tersebut bisa kita amati dari cara merpati karang Columbia Liva membangun dan menyikapi sarangnya. Jenis tersebut lebih menyukai kondisi alami dan liar sebagai habitat mereka hidup. Oleh karena itu, setelah membangun sarang di rongga-rongga tebing tinggi pinggir laut, burung tersebut akan menghabiskan waktunya lebih sering di sana.

Tidak terbatas di situ saja. Di pulau Orkney, Skotlandia, ahli Ornitologi abad ke-19 menemukan kebiasaan merpati karang dalam menjaga sarangnya. Burung ini membangun sarang dengan cerdik, yaitu dengan menempatkannya pada kedalaman yang membuat mereka mustahil dicapai, dan mulut liang yang mengarah ke laut.

Namun, karena sekarang habitat ideal mereka membangun sarang semakin sulit ditemukan, para merpati mengakalinya dengan mencari tempat yang sesuai dan tersembunyi. Di kawasan perkotaan, mereka akan membangun sarang di bawah jembatan, atap bangunan tinggi, menara, dan titik sulit dijangkau lainnya.

Tidak dimunculkan sebagai upaya perlindungan terhadap anak-anaknya

Source - pxabay
Source – pxabay

Faktor lain mengapa bayi merpati sulit ditemukan ialah sifat protektif induk terhadap keselamatan bayi tersebut. Insting ini mengalir dari nenek moyang merpati zaman dulu.

Di masa lalu, burung merpati merupakan makanan yang membuat manusia tak mengedipkan mata ketika melihatnya. Namun, yang lebih sering menjadi santapan ialah bayi burung, karena lebih rentan dan mudah diburu.

Dari sebuah situs di Gibraltar, ditemukan informasi bahwa manusia Neanderthal sangat suka makan merpati. Bahkan setelah mereka punah dan Homo Sapiens mengambil alih, kebiasaan menjadikan merpati sebagai menu hidangan juga tetap sama.

Kita saja yang sulit mengidentifikasinya

Source - danstrefour
Source – danstrefour

Yang membuat bayi merpati atau bahkan merpati remaja sulit ditemukan ialah ciri mereka yang relatif berbeda. Pada merpati muda, garis hijau atau ungu masih belum terlihat di sekujur leher. Selain itu, cere atau operculum di pangkal paruh belum tumbuh.

Jadi, jika kita melihat burung dengan postur tubuh merpati, bisa jadi itu adalah merpati muda yang baru keluar dari sarangnya. Merpati dengan usia muda itu bisa dikatakan baru bisa terbang. Hal ini terjadi karena bayi merpati cenderung menghabiskan waktu lama di dalam sarang. Biasanya, fase yang dihabiskan memakan waktu lebih dari 40 hari, atau dua kali lebih lama dari kebanyakan burung.

Hal tersebut dimaksudkan oleh orang tuanya sendiri. Selama masa pertumbuhan, sang induk akan memasok protein dan lemak dari sumber makanan. Jika fase ini dilewati dan merpati sudah menunjukkan bentuk fisik yang hampir sama dengan sang dewasa, barulah mereka dilepas ke alam bebas.

Itulah alasan mengapa sulit bagi kita menemukan merpati muda. Akan tetapi, dalam hal ini, kita patut memberi apresiasi pada sang induk yang menjalankan tugasnya dengan baik.

Tinggalkan Komentar