Tips Perawatan Burung Kepodang Agar Bisa Gacor

Burung kepodang adalah burung kicauan yang sangat popular dengan keelokan bulunya yang cantik.

Selain memiliki warna yang cantik, burung kepodang juga memiliki kicauan yang banyak digemari oleh para pecinta burung kicauan yang ada di Indonesia ini.

Burung kepodang memang mudah sekali dikenali dari penampilan bulu-bulunya yang indah yang berwarna kuning keemasan dan terlihat menyala.

Suara kicauannya yang khas juga dapat menjadiakn siapa saja yang mendengarnya seperti terbawa berada dalam suasana pedesaan.

Ciri Khas Burung Kepodang

Ciri Khas Burung Kepodang
Ciri Khas Burung Kepodang

Penampilan dari kepodang yang tenang ketika berada di dalam sangkar ini bisa dikatakan berbanding terbalik dari karakter aslinya pda saat berada di alam liar.

Burung kepodang juga dikenal sebagai burung yang cukup agresif, khususnya pada saat berhadapan dengan spesies burung yang lainnya.

Bahkan kepodang ini juga sering terlihat mengusir, mengejar, atau justru terlihat melukai burung lainnya memakai bagian paruhnya yang tebal itu.

Diketahui pula, kepodang sering merusak sarang milik burung lain terutama kutilang, trucukan, dan perkutut untuk memakan telur atau anakan burung yang masih berada di sarangnya.

Tips Perawatan Burung Kepodang

Tips Perawatan Burung Kepodang
Tips Perawatan Burung Kepodang

Walaupun burung kepodang dikenal bersuara merdu, ada suatu keadaan yang bisa menjadikan burung kepodang menjadi enggan berkicau.

Jika burung kepodang yang anda pelihara tidak mau berbunyi, pada umumnya kepodang akan sedang stres. Hal ini sering terjadi pada burung hasil tangkapan hutan maupun yang masih bakalan.

Diperlukan juga penanganan dan perawatan burung kepodang yang tepat supaya burung mau mengeluarkan kicauannya lagi.

Penempatan Sangkar

Letakkan burung di tempat yang sejuk dan tenang selama beberapa hari, apalagi bila burung tersebut baru dibeli.

Biarkan burung tersebut beradaptasi dengan sangkar, tenggeran yang ada di dalam sangakr, tempat pakan, tempat minum, dan juga bisa beradaptasi degan suasana sekitar.

Selama proses adaptasi, burung kepodang dianjurkan terlebih dahulu tidak dikerodong. Pada dasarnya, kepodang gampang sekali beradaptasi.

Dengan begitu kita tidak akan kesulitanmelakukan perawatan burung kepodang, meskipun burung masih ada dalam kondisi liar / giras.

Makanan

Berikan pakan seperti halnya buah-buahan yang memiliki rasa manis dan segar, misalnya pepaya atau mangga. Berikan juga buah-buahan tersebut degan rutin di setiap hari.

Pakan tambahan misalnya seperti jangkrik, ulat bambu, dan juga jenis serangga yang lainnya dapat anda berikan secukupnya. Porsi jangkrik pada umumnya 2 sampai dengan 3 ekor pada pagi hari dan sejumlah 1 – 2 ekor pada sore hari.

Untuk ulat bambu cukup diberikan sebanyak 1 ekor, yang diberikan 2 sampai dengan 3 kali dalam seminggu. Adapun untuk ulat hongkong dapat diberikan hanya sebagai selingan saja, yaitu agar burung kepodang bisa menjadi lebih jinak.

Apabila Anda mempunyai tiang kerekan khusus untuk perkutut, maka pagi-pagi hari sekali sangkar kepodang bisa anda digantang pada tiang tersebut.

Karena ketika pagi itulah kepodang akan mencari tempat lebih tinggi supaya bisa mengeluarkan suara kicauannya agar bisa terdengar jauh ke seluruh wilayah.

Pemandian dan Penjemuran

Kepodang merupakan jenis burung pesolek. Oleh karena itu di dalam perawatan burung kepodang, Anda harus rutin memandikannya, khususnya pada saat pagi dan sore hari.

Setelah itu burung sebaiknya dijemur, baik itu dengan memakai tiang kerekan atau digantung di tempat biasa dalam waktu selama 1,5 – 2 jam. Sebaiknya untuk waktu penjemuran nya juga tidak lebih dari pukul 10.00.

Pada waktu siang sampai dengan sore hari, kepodang dianginkan pada tempat yang sejuk atau di teras rumah. Saat itu bisa diputarkan suara terapi alam untuk memancingnya agar mau berbunyi.

Komentar Facebook

Komentar Blog