Tips Jitu Memilih Bakalan Cucak Rowo Berkualitas Ropel

Memiliki cucak rowo berkualitas suara roppel tentu merupakan keinginan utama para pencinta cucak rowo. Selain karena faktor kebanggaan pribadi, cucak rowo berkualitas memiliki harga yang tinggi.

Namun demikian, mendapatkan cucak rowo dengan kualitas suara roppel bukan perkara mudah. Secara umum ada dua faktor yang membuat cucak rowo memiliki kualitas suara roppel, yaitu bakat/genetik (nature) dan perawatan (nurture). Kedua faktor ini saling berpengaruh satu sama lain.

Bagi Anda yang hendak membeli bakalan cucak rowo perlu memperhatikan beberapa hal agar tidak salah pilih. Nah, simak tips jitu memilih bakalan cucak rowo yang berpotensi tinggi memiliki kualitas suara roppel berikut ini.

  1. Cek asal daerah cucak rowo
Source - ryanhotspot
Source – ryanhotspot

Kondisi alam suatu daerah memengaruhi kualitas cucak rowo. Saat ini cucak rowo yang beredar di pasar Indonesia paling tidak berasal dari 5 daerah, yaitu Aceh, Medan, Lampung, Jambi/Riau, dan Kalimantan. Setiap daerah memiliki karakteristiknya masing-masing.

Pada umumnya cucak rowo yang berasal dari Sumatera lebih baik kualitasnya dibanding yang berasal dari Kalimantan. Cucak rowo dari Medan dan Aceh memiliki suara yang keras namun kurang memiliki kecepatan (speed). Sebaliknya, cucak rowo lampung memiliki kecepatan suara yang baik namun tidak bersuara sekeras cucak rowo medan.

  1. Pertimbangkan Cucak Rowo tangkapan liar atau hasil penangkaran

Baik bakalan cucak rowo yang ditangkap dari alam bebas (diistilahkan sebagai muda hutan) maupun hasil penangkaran (breeding) memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bakalan cucak rowo muda hutan dianggap lebih berpotensi memiliki suara roppel dibanding bakalan cucak rowo hasil penangkaran.

Bakalan cucak rowo muda hutan diharapkan masih membawa suara asli/murni yang berasal dari habitatnya. Bakalan cucak rowo hasil penangkaran tentu sudah tidak memiliki suara aslinya sehingga memerlukan proses pemasteran yang baik. Meskipun demikian, bakalan cucak rowo muda hutan lebih sulit dijinakkan dibanding bakalan cucak rowo hasil penangkaran.

  1. Pilih jantan atau betina
Source - kicauindah
Source – kicauindah

Jenis kelamin juga memengaruhi kualitas suara cucak rowo. Pada umumnya cucak rowo betina lebih berpotensi memiliki kualitas suara roppel. Cucak rowo betina cenderung memiliki kicauan yang panjang sedangkan cucak rowo jantan cenderung berkicau pendek-pendek. Akan tetapi, cucak rowo jantan lebih sering berkicau, terutama bila dalam keadaan berahi.

  1. Perhatikan bentuk fisik

Ciri-ciri fisik bakalan cucak rowo yang berpotensi memiliki suara roppel bukanlah sesuatu yang mutlak. Akan tetapi, cucak rowo yang memiliki suara roppel umumnya memiliki ciri-ciri fisik berikut ini:

  • Memiliki bentuk kepala yang tampak bulat dan besar, dengan dahi yang menonjol
  • Memiliki lubang hidung yang tidak terlalu lebar dan terlindung oleh bulu hidung
  • Cucak rowo yang memiliki paruh tipis dan pendek cenderung lebih rajin berkicau dan bersuara ‘menggulung’ dibanding cucak rowo berparuh panjang dan tebal
  • Memiliki dada bidang dan punggung yang sedikit bengkok
  • Memiliki pangkal leher yang agak mengembang
  • Memiliki warna bulu yang mengkilap dan garis-garis putih yang teratur
  1. Mengukur kokrokan
Source - youtube
Source – youtube

Kokrokan adalah bunyi khas dari cucak rowo. Setiap cucak rowo akan mengeluarkan suara kokrokan saat dia melompat, bergerak, atau menghindari sesuatu. Bakalan cucak rowo yang baik memiliki kokrokan yang besar, keras, serta rajin membunyikan suara ini.

Bakalan cucak rowo yang berkualitas baik merupakan setengah jalan menuju cucak rowo yang memiliki kualitas suara roppel. Setengah jalan selanjutnya adalah melakukan perawatan yang optimal. Semoga tips di atas dapat membantu Anda memiliki bakalan cucak rowo berkualitas.

Sumber:

https://www.binatangpeliharaan.org

http://www.infoburung.tk

http://merawat-burung.blogspot.co.id

http://cucakrawaitone.com

Tinggalkan Komentar