Karakteristik dan Perawatan Burung Tengkek Raja Udang

Tengkek Raja Udang punya warna bulu biru kehijauan yang menjadikan burung ini tampak sangat mempesona. Apabila burung Tengkek Udang ini keadaan menukik pada aliran air maka akan tampak bayangan biru kehijauan dari bulunya.

Tak hanya warnanya yang cantik, Tengkek Udang ini juga punya suara yang bagus untuk digpakai sebagai burung masteran. Sekilas suara Tengkek Raja Udang mirip dengan suara Jalak Suren yang selalu ngekek.

Para pecinta burung, jenis burung Tengkek Udang ini dipelihara tujuannya untuk memaster burung kicauan kesayangan mereka. Misalnya seperti burung Anis Merah, Love Bid, Murai Batu, Cucak Ijo dan lain sebagainya.

Burung Tengkek Udang ini termasuk burung pemburu yang cerdik. Hal ini disebabkan dari tempatnya bertengger, burung Tengkek Raja Udang bisa sabar dalam menunggu makanannya. Hal ini terbukti jika burung ini sangat lincah.

Tengkek Raja Udang
Tengkek Raja Udang

Selain itu, kelihaian Tengkek Udang ini juga dapat kita saksikan jika ada ikan yang muncul pada permukaan air. Maka dari itu, burung Tengkek Udang ini akan melesat menggunakan kecepatan yang tinggi.

Kemudian menukik ke dalam air untuk menyambar ikan itu. Burung Tengkek Udang ini ibaratnya seperti anak panah. Sangat cermat dalam menangkap mangsa dengan begitu tepat.

Habitat Burung Raja Udang

Secara menyeluruh, sebagian besar spesies yang merupakan keluarga kingfisher tidak termasuk burung yang layak dan cocok dipelihara. Karena saat di alam liar, burung ini tidak lepas dari wilayah air.

Misalnya di embung, sungai, sampai dengan area danau. Oleh sebab itu, tidak sedikit pecinta burung kicau yang kesal sebab beberapa kali memelihara raja udang tapi selalu mati. Akan tetapi, ada juga beberapa pecinta burung yang mampu memelihara raja udang sampai waktu setahun lebih.

Tak hanya itu, faktor kegagalan pada saat pemeliharaan burung ini khususnya karena jarang yang mau menerima pakan kering seperti halnya voer.

Oleh sebab itu, pemelihara harus selalu menyiapkan pakan berupa hewan yang pada umumnya ditemukan di air atau di pinggiran sungai ataupun kolam. Misalnya saja ikan, udang, katak, kepiting, dan juga berbagai jenis reptil, dan masih banyak lagi.

Burung ini sering hinggap pada dahan pohon yang memiliki ketinggian 1-2 meter dari permukaan air, untuk mengamati mangsanya.

Tengkek Raja udang punya penglihatan yang tajam dengan filter polarisasi, guna memotong refleksi air. Jadi burung ini lebih baik dalam melihat mangsanya.

Di waktun tepat, raja udang akan menukik untuk menciduk mangsanya dari dalam air. Sat berada di dalam air, bagian matanya akan tertutup membran. Artinya tengkek sama sekali tidak melihat mangsanya, dan hanya memakai naluri dan perhitungan saja.

Perilaku Tengkek Raja Udang

Sesudah berhasil memperoleh mangsanya, misalnya seperti ikan, dia akan menggigit ekor ikan kemudian memukulkan badan dan kepala ikan pada batu atau dahan pohon supaya mati. Dengan begitu, raja udang dapat memperkecil risiko tersedak karena mengkonsumsi ikan yang keadaan hidup.

Setelah memakan mangsanya, beberapa menit selanjutnya, bagian yang tidak bisa dicerna oleh tubuhnya seperti halnya tulang dan duri akan dimuntahkan lagi. Kebiasaan dari burung ini yaitu berdandan setelah makan.

Bagian bulu-bulu dari Tengkek Raja Udang ini akan diolesi dengan menggunakan minyak yang keluar dari tubuhnya. Bagian bulu-bulu bersifat anti-air, dan dapat mengurangi risiko tenggelam pada waktu berburu ikan pada dalam air.

Raja udang juga termasuk burung penyendiri. Sifatnya begitu teritorial, sebab setiap hari harus mengkonsumsi makanan dengan porsi 60% dari berat badannya.

Apabila berat badannya 50 gram, maka tiap hari dia harus memperoleh makanan seberat 30 gram. Hal ini yang jadi penyebab burung ini tidak cocok dipelihara dalam sangkar dan gampang mati.

Sifat teritorial juga menjadikan burung raja udang  ini jadi lebih agresif pada saat menyaksikan burung lain, termasuk pasangan serta keturunannya.

Karakteristik Burung Raja Udang

Burung Raja Udang punya ukuran badan yang tidak sama. Terkecil yaitu dengan ukuran 13 cm sampai dengan 15 cm asalnya dari sub family Ceyx and Alcedo.

Kemudian yang dari sub family Halycon pada umumnya memiliki ukuran yang besar, kurang lebih sekitar 20cm++. Tengkek Udang punya warna putih yang mendominasi di seluruh tubuh.

Tak hanya itu, Tengkek Udang punyai ekor dan sayap dengan warna hitam serta biru laut.

Di bagian dada ada garis yang dengan warna biru kehijuan yang sedikit mengkilap. Tengkek Udang punya penutup sayap dan mahkota dengan garis hitam kebiruan. Perut serta tenggorokan warnanya putih.

Tengkek Udang punya iris yang berwarna coklat. Burung ini juga memiliki kaki yang berwarna merah dan punya paruh yang berwarna kehitam-hitaman.

Tengkek Raja Udang punya ukuran tubuh kurang lebih 15 cm dengan ciri-ciri punggung yang warnanya biru terang atau metalik. Di bagian punggung warnanya gelap.

Kemudian bagian tubuh bawah warnanya merah-jingga terang. Dan terdapat warna biru mencolok pada bagian penutup telinga. Burung Tengkek Udang punya iris yang warnanya coklat dan juga memiliki kaki serta leher yang pendek.

Cara Merawat Tengkek Udang

Memelihara burung Raja Udang ini jika sejak dari anakan akan memberi peluang bertahan hidup lebih lama. Jika dibandingkan dengan memelihara burung cekakak yang diperoleh dari tangkapan muda hutan atau yang telah dewasa.

Tapi, dalam merawat anakan burung Tengkek Udang ini tentu tak gampang. Sebab mereka harus memperoleh nutrisi yang cukup banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Oleh sebab itu, anda harus merawat burung Raja Udang dengan benar.

Pilihlah burung Tengkek Udang anakan yang masih di loloh. Hal ini dilakukan supaya bisa menjadikan burung tersebut lebih jinak jika nantinya menginjak dewasa.

Tak hanya itu, hal ini bisa membuat burung Tengkek Udang bertahan hidup lebih lama jika dipelihara dari anakan. Burung raja Udang jantan atau betina tak masalah sebab suaranya semuanya dapat dikatakan hampir sama. Oleh sebab itu, anda bisa merawat Tengkek Udang betina atau yang jantan.

Cara Membuat Pakan Lolohan

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan pakan lolohan untuk anakan cekakak gampang diperoleh. Yang pertama yaitu voer burung atau akan semakin baik memakai voer ayam broiler (BR1). Lalu 3 butir telur puyuh rebus bagian kuningnya saja.

3 butir minyak ikan. Bahan yang selanjutnya yaitu kroto segar sebanyak 2 sendok teh. Bahan dalam membuat pakan lolohan Tengkek Udang cukup mudah didapatkan. Langkah membuat pakan lolohan Tengkek Udang juga cukup mudah.

Masukkan bahan-bahan yaitu voer serta kuning telur pada blender. Selanjutnya giling bahan-bahan itu sampai menyatu serta menjadi butiran yang lembut.

Apabila diperlukan anda dapat menambahkan potongan daging ikan segar seperti ikan mas atau ikan mujair untuk digiling. Kemudian masukkan kroto. Sesudah itu, kemudian campurkan serta aduk-aduk dengan memakai sendok.

Teteskan minyak ikan pada adonan pakan lolohan itu. Cara berikutnya yaitu campurkan menggunakan air panas. Kemudian aduk-aduk sampai menjadi bubur yang kental.

Lalu diamkan sampai adonan dingin. Lalu dipindahkan ke dalam mangkuk kecil atau tempat pakannya kemudian lakukan pelolohan.

Tinggalkan Komentar