Penyebab Cucak Ijo Macet Bunyi Yang Harus Anda Ketahui

Cucak hijau merupakan jenis burung kicauan yang mudah berkicau. Akan tetapi di dalam pemeliharaannya anda harus merawatnya dengan sebaik mungkin.

Sebab apabila burung cucak ijo yang anda pelihara tidak dipelihara dengan baik, maka bisa jadi burung cucak ijo yang sudah gacor tersebut bisa menjadi macet bunyi.

Cucak hijau ternyata punya karakter yangtidak menentu. Emosinya sering naik dan juga turun, dan mudah terkena rangsangan yang membuatnya over birahi . Setiap keadaannya anda sebaiknya mengetahuinya.

Penyebab Cucak Ijo Macet Bunyi

Penyebab Cucak Ijo Macet Bunyi
Penyebab Cucak Ijo Macet Bunyi

Pada saat burung cucak hijau mendadak menjadi pendiam dan mendadak macet berbunyi, banyak faktor penyebabnya. Maka di setiap keadaan anda harus mengetahui dan mengamatinya. Nah, berikut ini penyebab cucak ijo macet bunyi yang harus anda tau.

Burung Sedang Mabung

Penyebab cucak ijo macet bunyi yaitu mabung. Masa mabung pada cucak hijau lebih singkat jika dibandingkan masa mabung yang dialami jenis burung kicauan yang lainnya. Sebab, jarang sekali cucak hijau yang mengalami mabung total.

Pada umumnya hanya nyulam atau ganti bulu dengan bergantian. Ketika proses nyulam ini, burung akan memakai sebagian besar energinya untuk merontokkan bulu–bulu lama. Kemudian akan menumbuhkan bulu baru pada waktu yang cukup singkat.

Oleh sebab itu, cucak hijau menjadi jarang berkicau pada saat memasuki masa nyulam. Ketika adalam keadaan seperti ini, selain pakan yang biasa burung harus terus memperoleh asupan multivitamin dari luar.

Burung Mengalami Infeksi Pernafasan

Infeksi pernafasan yang terjadi pada burung kicauan, termasuk cucak hijau, punya beragam jenis. Akan tetapi yang paling kerap terjadi yaitu adanya gangguan serak, bahkan terkadang juga dibarengi dengan ngorok.

Dan terkadang juga disebabkan infeksi tungau kantung udara (air sac mites). Cucak hijau yang mengalami serak dapat anda amati dari volume suaranya yang tiba-tiba bisa menjadi parau.

Frekuensi berkicaunya pun juga akan mengalami penurunan. Dengan demikian burung makin jarang berkicau, hingga akhirnya terjadi macet bunyi.

Berbeda dengan infeksi tungau kantung udara, yang mana burung dapat menampakkan gejala klinis ringan dan berat. Di dalam kasus yang ringan, gejala klinis dapat diamati dari tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Burung akan menjadi malas bunyi, dan lama-lama bisa menjadi macet bunyi
  • Bulu tampak kusam serta tampak acak-acakan.
  • Burung tersebut kerap menggaruk-garuk tubuhnya, bahkan mencabuti bulunya.
  • Burung mulai kurang aktif dan tampak lesu.

Apabila tidak segera ditangani, cucak hijau akan menampakkan gejala klinis yang lebih berat, misalnya:

  • Burung sering bersin dan batuk.
  • Hidung basah.
  • Sesak nafas, paruh sering terbuka.
  • Nafas serak atau ngorok.
  • Ekor sering naik-turun.
  • Burung makin bertambah lesu.
  • Bobot badan menurun.

Sebaiknya, pada saat masih menunjukkan gejala klinis ringan, sebaiknya segera diatasi.

Burung mengalami gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan juga menjadi salah satu penyebab cucak ijo macet bunyi. Khususnya pada saat burung mengkonsumsi pakan yang tidak cocok.

Cucak Ijo Gangguan Pencernaan
Cucak Ijo Gangguan Pencernaan

Begitu juga pada saat cucak hijau terlalu banyak diberikan pakan buah-buahan yang terlalu banyak kandungan airnya maupun buah yang sudah tidak segar atau terkena pestsida.

Burung Yang Kegemukan

Kegemukan juga termasuk salah satu penyebab mengapa burung cucak hijau tersebut jarang berbunyi atau malah tidak mau bunyi sama sekali. Burung yang mengalami kelebihan berat badan rata-rata menghabiskan banyak waktunya untuk malas-malasan.

Bahkan lebih banyak tidurnya daripada beraktivitas. Dengan demikian, aktivitas burung bisa menjadi terhambat dikarenakan energi yang dimilikinya terlalu sedikit jika dibandingkan jumlah lemak dalam tubuhnya.

Jika terjadi seperti keadaan tersebut maka anda harus segera mengatasi cucak ijo macet bunyi tersebut.

Tinggalkan Komentar