Mengenal Penyakit Burung Perkutut dan Cara Mengatasinya

Mengenal penyakit burung perkutut dan cara mengatasinya merupakan hal yang sangat penting dalam pemeliharaan burung perkutut.

Burung perkutut merupakan salah satu jenis burung peliharaan yang memiliki banyak penggemar. Dalam pemeliharaan burung tersebut, terkadang kita menghadapi berbagai masalah, diantaranya adanya penyakit pada burung perkutut.

penyakit burung perkutut dan cara mengatasinya
jalaksuren.net

Mengenal Penyakit Burung Perkutut dan Cara Mengatasinya

Pada sangkarnya, burung perkutut yang dipelihara di dalam sangkar jarang sakit. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa burung perkutut merupakan jenis burung yang tahan terhadap serangan penyakit.

Pada kenyataannya burung perkutut pun bisa sakit seperti halnya jenis burung lain. Burung yang mengalami sakit tentu sangat merugikan bagi pemiliknya. Hal ini dikarenakan burung tersebut menjadi malas manggung.

Jika manggung pun suara yang dihasilkan tidak jernih serta berubah menjadi rusak. Apabila penyakit pada burung perkutut dibiarkan saja akan berakibat lebih parah. Resiko paling buruk adalah terjadinya kematian pada burung perkutut tersebut.

Berbagai Penyakit Burung Perkutut dan Cara Mengatasinya

Di bawah ini beberapa jenis penyakit burung perkutut dan cara mengatasinya:

1. Perkutut Cacingan

Tidak hanya pada manusia, burung perkutut pun dapat mengalami cacingan. Penyakit cacingan pada umumnya akan menyerang burung perkutut muda, burung liar atau burung pada sangkar penangkaran.

Burung perkutut yang mengalami cacingan ditandai dengan keadaan kotoran yang encer serta bau sangit yang tidak sedap. Ketika penyakit sudah parah, burung perkutut akan terlihat pucat, kurus, lemas, bulu kusam, kurus, kurang gesit serta burung lebih banyak diam.

Jenis cacing yang sering menyerang burung perkutut adalah cacing pita, cacing gelang, serta cacing kremi. Penyakit ini dapat anda atasi dengan memberikan obat herbal biji pinang agar burung perkutut yang mengalami cacingan cepat sembuh.

Biji herbal tersebut dilumatkan hingga seukuran biji kacang hijau. Selanjutnya biji tersebut dapat dilolohkan pada perkutut yang sedang sakit. Anda juga dapat memberikan obat cacing Combantrin dengan dosis yang tepat agar tidak over dosis.

Mengenal Penyakit Burung Perkutut dan Cara Mengatasinya
jalaksuren.net

2, Penyakit Jamur serta Kutu Perkutut

Penyakit ini dapat membuat bulu burung perkutut menjadi rontok. Para pemilik perkutut biasanya menganggap bulu yang rontok tersebut adalah proses mabung pada burung. Padahal pada kenyataannya burung perkutut tersebut sedang terkena penyakit jamur atau kutu.

Terkait penyakit burung perkutut dan cara mengatasinya, mandikan saja dengan bekas cucian beras serta daun sirih. Langkah selanjutnya burung perkutut harus sering dijemur untuk mencegah kutu dan jamur datang lagi.

3. Burung Giras

Burung perkutut yang masih liar sering mengalami giras dan kelabakan hingga menabrak dinding sangkar. Burung tersebut belum dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan sehingga menjadi galak dan suka menggelapar.

Masalah tersebut dapat anda atasi dengan cara menjinakkan burung perkutut. Burung dapat anda jinakkan dengan air hangat, dengan terapi lapar, atau dilatih sejak masih anakan.

4. Perkutut Pilek

Salah satu jenis penyakit yang sering melanda burung perkutut adalah penyakit pilek. Penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menyebabkan suara dan performa burung perkutut menjadi terganggu.

Gejala awal burung perkutut yang mengalami pilek adalah burung akan mengalami ngorok, sering menutup mata, bulu berdiri, hidung berlendir atau ingusan, sering bersin, geleng kepala, sering berada di dasar sangkar serta menggigil.

Penyakit pilek pada burung perkutut dapat terjadi karena adanya musim pancaroba, kandang lembab, serta burung kurang dijemur.

Untuk mengatasi penyakit tersebut, burung harus dikarantina dengan tujuan agar tidak menular pada burung lain. Selanjutnya dapat anda berikan obat flu anak 1/4 dosis serta burung digantang atau dijemur.

Dengan mengenal penyakit burung perkutut dan cara mengatasinya, maka anda tidak perlu panik lagi apabila burung perkutut anda mengalami salah satu penyakit di atas. Anda dapat mengatasinya dengan mengikuti petunjuk di atas.