Menilik Prospek Bisnis Penangkaran Burung Jalak Bali

Dilihat dari ketatnya peraturan yang mewajibkan penangkar dan pemilik jalak bali (Leucopsar rothschildi) memiliki SK perizinan dan sertifikat resmi hasil penangkaran, membuat sebagian orang mungkin bertanya-tanya, apa benar bisnis penangkaran jalak bali ini tergolong menguntungkan. Umumnya, orang akan sedikit gentar dengan kondisi jalak bali yang tergolong dalam satwa yang dilindungi, karena populasinya yang sudah semakin langka.

Satwa dilindungi dan langka sudah pasti harganya sangat mahal. Terjun dalam bisnis penangkaran jalak bali artinya harus rela merogoh kocek lebih dalam. Pertanyaan sejuta umat adalah, layakkah modal yang dikeluarkan dengan keuntungan yang didapat. Ditambah dengan proses kepengurusan SK perizinan untuk penangkaran pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam yang kerap dianggap merepotkan.

Jawabnya sudah pasti menguntungkan. Salah satu alasannya karena jenis burung eksotis yang satu ini menarik perhatian dunia internasional.  Jalak bali tercatat dalam data Red Data Book IUCN sejak tahun 1966 dan Apendix I CITES tahun 1970. Ini menandakan betapa tingginya nilai jalak bali di mata dunia internasional yang berpeluang melambungkan harga jual burung tersebut hingga selangit.

Source - 1001indonesia
Source – 1001indonesia

Keraguan yang lain mungkin berasal dari pertanyaan: susahkah menangkarkan burung jalak bali? Pasalnya, populasi burung di habitat asalnya saja mengalami kelangkaan dan nyaris punah. Jangan-jangan, burung dengan bulu didominasi warna putih ini adalah jenis yang membutuhkan perhatian super ketat yang menyita modal dan tenaga.

Informasi berikut ini mungkin akan mengubah pandangan Anda. Asosiasi Pelestari Curik Bali (APCB) pernah memberikan bantuan 60 ekor burung jalak, yang artinya 30 pasang kepada 12 kelompok penangkaran di salah satu desa di Jawa Tengah. Keseluruhan burung tersebut merupakan hasil penangkaran di Klaten—Jawa Tengah, dan Bogor—Jawa Barat. Menariknya, ini membuktikan bahwa keberhasilan penangkaran jalak bali bukan lagi sebuah dugaan semata. Selain memberikan pandangan optimis pelestarian burung jalak bali, tentu juga menumbuhkan kepercayaan diri pada sisi pelaku bisnis.

Fakta di atas juga menguatkan kenyataan bahwa pengembangbiakan burung jalak bali dalam penangkaran relatif lebih cepat dibandingkan dengan pengembangbiakan alami.

Source - youtube
Source – youtube

Bradley T Gardner, pendiri Yayasan Begawan yang bergerak dalam penangkaran jalak bali di Bandung menyebutkan bahwa di tahun 2011, Indonesia menerima pengembalian burung jalak bali untuk dilepasliarkan di habitat aslinya sebanyak 23 ekor. Di antaranya, 20 jalak didatangkan dari Koelner Zoo di Jerman, sementara 3 lainnya dari Jurong Bird Park, Singapura. Jerman dan Singapura adalah wilayah luar negeri dengan kondisi lingkungan yang sangat berbeda dengan habitat asal. Namun, pengembangbiakan jalak bali pun bisa membuahkan hasil. Berdasarkan logika, membiakkan jalak bali dalam penangkaran dengan iklim dalam negeri yang sesuai dengan habitat asli tentu tidak sulit, bukan?

Tentu jika disertai dengan pengetahuan dan informasi memadai terkait budidaya dalam penangkaran, membuat keuntungan bisnis dengan omzet puluhan juta bukan lagi sekadar wacana.

Dalam setahun, sepasang indukan bisa menghasilkan anakan hingga enam kali. Tidak susah mencari orang yang mau membelinya di tengah penyebaran informasi yang melaju sedemikian pesat. Harga mahal pun membuat banyak pencinta-burung yang berduit menganggap burung eksotis satu ini sanggup menaikkan gengsi. Jangan heran, saat dalam bentuk telur saja sudah banyak pembeli yang inden.

Untuk itu, jika membahas tentang prospek bisnis penangkaran jalak bali, bisa dibilang keuntungannya cukup menggiurkan. Asalkan telaten dan sabar dalam merawat jalak bali dalam penangkaran dan mengurus sertifikat resmi hasil penangkaran, meraup rupiah bukan lagi perkara sulit.

Tinggalkan Komentar