Cara Mengatasi Burung Sulingan Stress Agar Kembali Gacor

Sebanding jenis burung kicauan murai batu ataupun kacer, burung sulingan dikenal sebagai burung teritorial yang punya sifat fighter. Jadi burung ini pun begitu rentan mengalami gangguan mental seperti halnya stress atau macet bunyi.

Nah untuk mengatasi sulingan stress maka diperlukan beberapa perawatan khusus untuk memulihkan kondisi burung itu. Untuk salah satunya yaitu memutarkan suara terapi burung tledekan yang macet bunyi.

Dulunya, burung tledekan atau sulingan ini termasuk burung yang punya penggemar yang tidak sedikit.

Kemampuan burung sulingan dalam bernyanyi dengan merdu serta penuh variasi itulah yang menarik perhatian banyak orang untuk mencoba merawat serta memeliharanya.

Untuk burung sulingan ini beberapa tahun lampau kerap meramaikan lomba-lomba burung baik lokal, daerah, bahkan nasional.

Mengatasi Burung Sulingan Stress
Mengatasi Burung Sulingan Stress

Suara kicauannya yang merdu dengan gayanya yang khas menjadikan banyak penggemar burung merasa tertarik untuk memeliharanya.

Tapi, tidak jarang burung yang semula rajin bunyi, mendadak menjadi jarang berbunyi atau macet. Untuk hal tersebut biasanya terjadi sebab kesalahan dalam pproses perawatannya.

Akan tetapi selain burung yang gampang ngedrop, tidak sedikit juga burung tledekan atau sulingan ini yang punya mental yang cukup baik serta tahan banting.

Khususnya, pada burung yang mendapatkan perawatan sejak dari anakan atau burung muda hutan yang sudah punya mental yang sudah terlatih.

Cara Mengatasi Burung Sulingan Stress

Jika burung sulingan yang anda pelihara mengalami stress , anda bisa memberikan tindakan dan juga memberikan perlakuan khusus yang juga sering dilakukan oleh para pecinta burung sulingan selama bertahun-tahun seperti berikut ini.

Rutin Memberikan Mandi Malam

Memandikan Burung Sulingan
Memandikan Burung Sulingan

Baik burung yang masih anakan atau burung yang sedang stress, maka mandi malam termasuk solusi terbaik supaya burung kembali menjadi rajin berbunyi.

Mandi malam dapat dilakukan selama waktu satu minggu dahulu. Atau sampai burung mulai rajin bersuara lagi.

Selama proses terapi mandi malam, maka rutinitas mandi lainnya yang sering diberikan pada pagi dan juga pada saat sore hari dapat dihilangkan.

Sehingga dalam hal ini burung sulingan hanya mandi sekali saja di setiap harinya yaitu pada saat malam hari.

Mengatasi burung sulingan stress mandi malam dapat dilakukan antara pukul 19:00 – 20:00.

Kemudian untuk cara mandinya dapat dilakukan baik dengan memakai sprayer ( semprotan yang menggunakan setelan halus) atau memakai karamba mandinya.

Sesudah mandi, burung itu segera diberikan jangkrik sebanyak 2 sampai dengan 3 ekor, dan sesudah itu burung dikerodong sampai dengan pagi hari.

Rutin mengembunkan burung

Selain ngatasi burung sulingan stress dengan memandikan malam secara rutin, satu hal yang penting untuk mengembalikan kondisi burung tledekan yang stress adalah melakukan pengembunan burung.

Caranya dapat dengan mengeluarkan burung pada pagi-pagi hari sekali. Antara lain yaitu antara pukul 05:00 sampai dengan 05:30 dan digantung pada teras atau halaman rumah.

Pada waktu pengembunan burung diberikan jangkrik kurang lebih sebanyak 1-2 ekor, serta kroto sebanyak satu sendok teh kecil yang dapat diberikan setiap 2 hingga 3 hari sekali.

Peletakan Sangkar

Cara mengatasi burung sulingan stress yang dapat dilakukan yaitu dengan meletakkan burung tersebut di tempat yang tersendiri.

Langkah ini dilakukan karena mengingat salah satu faktor yang menjadikan burung sulingan stress sebab memperoleh tekanan dari kicauan burung lain yang lebih gacor dan nadanya yang tinggi.

Oleh sebab itu, supaya mental burung Tledekan kembali pulih seperti kesehariannya maka perlu menaruh pada tempat yang tidak ada burung kicauan atau mengasingkannya.

Mengasingkan yaitu tidak hanya memperbolehkan burung Tledekan bertemu dengan burung ocehan yang sifatnya petarung.

Misalnya seperti Murai Batu atau Kacer namun juga jangan dulu memperdengarkan satupun bunyi kicauan burung kicauan kepadanya.

Tinggalkan Komentar