Kenali Lebih Dekat Burung Bersuara Merdu, Cucak Rowo

Para pencinta burung peliharaan di Indonesia pasti tak asing lagi dengan burung Cucak Ruwo. Burung yang masuk dalam kelompok burung berkicau ini memiliki suara yang merdu sehingga banyak dicari. Karena kemampuannya tersebut, burung peliharaan ini sering diikutkan ke kontes berkicau.

Bagi Anda yang ingin mencoba memelihara burung di rumah, tak ada salahnya memilih burung yang satu ini. Selain kicauan yang menghibur, pemeliharaannya ini juga mudah. Namun, sebelum membeli dan memelihara burung ini, alangkah baiknya Anda mengenal lebih dekat Cucak Rowo. Ini akan memberi pengetahuan lebih sekaligus paham bagaimana cara merawatnya nanti.

Jenis Cucak Rowo

Source - Photobucket
Source – Photobucket

Cucak Rowo merupakan jenis burung yang bernaung pada genus Pycnonotus. Penyebarannya di Indonesia cukup luas meliputi daerah Aceh, Kalimantan, Lampung, Medan, Riau, dan Papua. Keadaan lingkungan yang berbeda antar satu daerah dengan daerah lainnya memberi pengaruh terhadap tampilan burung.

Perbedaan mencolok terlihat dari bulu, ukuran, dan suara. Cucak Rowo Kalimantan memiliki tubuh yang lebih kecil, dengan warna hijau pudar. Namun, suara yang dikeluarkan lebih lantang dan nyaring.  Sementara yang berasal dari pulau Sumatera memiliki ukuran tubuh besar, bulu lebih terang, dan mengilap serta suara lebih berat.

Pilih Jantan atau Betina?

Source - Jualo
Source – Jualo

Memilih jenis kelamin merupakan hal yang penting sebelum Anda membeli Cucak Rowo. Bila Anda ingin mendengar kicau yang lebih merdu dalam banyak variasi, sebaiknya pilih yang jantan. Bila ingin dipelihara saja atau dijadikan indukan, pilihlah burung betina

Burung ini  memang secara fisik susah dibedakan antara yang jantan dan betina, terutama bila umurnya masih muda. Untuk itu, Anda perlu teliti agar jangan sampai tertipu penjual yang nakal. Apalagi harga Cucak Ruwo terbilang mahal. Jangan sampai menyesal karena salah pilih.

Cucak Rowo jantan memiliki kepala yang lebih bulat dengan bulu berwarna lebih tua. Bulu rahangnya lebih putih dan tampak bersih cerah. Paruh tampak lebih kokoh kuat dan tebal serta garis hitam di bawah mata tampak lebih jelas. Ekor sang jantan juga lebih panjang.

Sementara itu, si burung betina memilik kepala yang lebih datar dengan bulu berwarna lebih ringan. Bulu rahangnya tampak putih keabu-abuan. Paruhnya lebih pipih sehingga terlihat lebih anggun. Garis hitam di bawah mata burung betina lebih ringan. Sementara ekornya lebih pendek dan agak mengembang.

Selain itu, pilihlah burung yang memiliki panjang leher, badan, dan ekor serta kaki yang serasi. Pastikan juga burung memiliki dengan bentuk paruh berpangkal lebar, tebal, dan panjang karena akan berpengaruh terhadap kualitas suara. Perhatikan juga ukuran leher. Burung Cucak Rowo yang lehernya panjang serta padat berisi akan mengeluarkan suara yang lebih lantang.

Belilah Burung Hasil Penangkaran

Source - Jualo
Source – Jualo

Meskipun belum masih termasuk kategori rentan, Cucak Rowo mulai jarang terlihat di alam. Selain banyak diburu, perambahan hutan untuk kebutuhan industri dan hunian membuat burung bersuara merdu ini kehilangan habitat aslinya. Bila hal ini terus terjadi, bisa jadi Cucak Rowo hanya tinggal legenda dan anak cucu kita tak bisa lagi merdu suaranya secara langsung.

Kini, penangkaran telah menjadi solusi mencegah punahnya burung ini. Beberapa peternak di daerah Klaten, Jakarta, dan Yogyakarta telah berhasil mengawinkan burung jantan dan betina. Hasil penangkaran biasanya lebih jinak dan mudah beradaptasi. Anda juga bisa mendapatkan bentuk  fisik burung yang bagus karena induknya telah dipilih secara selektif.

Bila Anda tertarik, segera ke penangkaran dan pilih Cucak Rowo favorit Anda untuk dibawa pulang.

Tinggalkan Komentar