Kelebihan dan kekurangan Burung Hwa Mei

Burung Hwa Mei merupakan burung kelas premium yang banyak menarik minat para pencinta burung kontes. Burung impor ini memang memiliki banyak kelebihan sebagai burung aduan dan dikenal menjuarai kontes burung. Namun, burung ini juga memiliki beberapa kekurangan yang patut diperhatikan. Penasaran apa saja kelebihan dan kekurangan burung Hwa Mei? Berikut ulasannya.

Kelebihan Burung Hwa Mei

Burung Hwa Mei memang merupakan burung elite yang banyak diincar para pencinta burung. Bahkan, burung ini menjadi burung impor paling populer di Indonesia. Inilah daftar kelebihan burung Hwa Mei yang membuatnya semakin diminati:

a . Kicauan “The Rocker”

Burung Hwa Mei terkenal dengan kicauannya yang sangat menarik. Kicauannya cepat, rapat, dan keras sehingga diibaratkan mirip rocker yang sedang bernyanyi. Oleh karena itu, banyak orang menjulukinya dengan sebutan “The Rocker”

b. Mampu Bergaya saat Berkicau

Source - pixabay
Source – pixabay

Selain kicauan yang hebat, burung Hwa Mei juga memiliki keunikan yaitu bergaya saat berkicau. Burung ini sering bergaya dengan menggoyang-goyangkan salah satu bagian tubuhnya saat sedang berkicau.

Saat berkicau burung Hwa Mei sering menggetarkan sayapnya, beberapa burung bahkan mampu menggetarkan sayap sembari membentangkan ekor membentuk kipas. Gerakan ini sangat memukau dan menjadi nilai lebih tersendiri saat penjurian di arena kontes. Hal ini tentu membuat para pencinta burung semakin tertarik untuk mendengar “nyanyiannya” dan menikmati “goyangannya”.

c. Mampu Menirukan Suara Kicauan Burung Lain

Burung yang memiliki nama lain Wambi ini  juga memiliki kemampuan menirukan kicauan burung lain dengan sangat baik. Hanya saja, untuk mendapatkan kicauan yang variatif Anda perlu melakukan pemasteran terlebih dahulu.

Kekurangan Burung Hwa Mei

Source - flickrhivemind
Source – flickrhivemind

Dibalik kelebihan selalu ada kekurangan, demikian juga dengan burung Hwa Mei. Berikut beberapa kelemahan burung Hwa Mei yang perlu Anda perhatikan:

a. Sulit Dijinakkan

Dibalik banyaknya kelebihan yang membuat para pencinta burung tergila-gila pada burung Hwa Mei, ada “harga yang harus dibayar” untuk mendapatkan semua kelebihan tersebut yakni penjinakan yang cukup sulit. Jika rata-rata penjinakan burung dewasa jenis lain hanya memakan waktu dua hingga tiga bulan, untuk menjinakkan burung Hwa Mei Anda memerlukan waktu setidaknya 6 bulan.

Menjinakkan burung Hwa Mei juga harus disertai dengan kesabaran, ketelatenan dan perawatan yang baik. Jika salah dalam melakukan penjinakan, burung bisa saja sulit berkicau. Bahkan beberapa burung mengalami kecacatan fisik karena perawatan dan penjinakan yang kurang tepat.

b. Gampang Stres dan Turun Mental

Burung Hwa Mei juga cukup mudah stres dan turun mental. Gejala burung yang mengalami turun mental adalah ketakutan dan tidak mau berkicau. Jika dibiarkan, gejala turun mental ini dapat berlanjut pada turunnya nafsu makan dan penurunan imunitas burung yang dapat berujung pada kematian.

Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya turun mental adalah terlalu dini mengikutkannya ke sebuah kontes atau memaksakan burung mengikuti kontes pada saat dia kurang sehat atau tidak fit.

c. Memiliki Gaya Nenggak

Source - youtube
Source – youtube

Burung ini memiliki gaya “nenggak” yang sangat dikhawatirkan oleh para pemiliknya. Gaya ”nenggak” adalah gaya melihat ke atas seolah hendak kabur atau mencari jalan keluar untuk melarikan diri. Burung yang “nenggak” terus menerus hingga menekuk leher dapat jatuh terjengkang ke belakang. Jika sudah begini, nilai burung Hwa Mei akan turun dan mengurangi minat pembeli.

Gaya “nenggak” ini dapat muncul akibat penggunaan sangkar yang terlalu sempit atau perawatan yang kurang bagus saat masih anakan. Oleh karena itu, perawatan anakan burung Hwa Mei perlu diperhatikan dengan baik.

Demikian kelebihan dan kekurangan burung Hwa Mei yang perlu Anda ketahui agar Anda dapat merawatnya dengan baik. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar