Mengenal Berbagai Macam Jenis Burung Puter dan Kerabatnya

Di kalangan masyarakat yang ada di Indonesia, burung puter atau derkuku sudah dikenal sejak dulu kala. Terlebih lagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah Jawa dan Bali. Burung peliharaan yang mudah dijinakkan dengan suara anggungan yang mengalun akan membawa rasa tentram bagi para pemiliknya.

Jenis burung puter ini cocok sekali sebagai hewan klangenan. Oleh sebab itu, disamping sebagai burung klangenan dapat juga digunakan sebagai usaha budidaya atau bisnis. Disamping hobi untuk memeliharanya, orang-orang senang mendengar suaranya dan senang juga mendapat sedikit banyak uang pengganti pakan dari jual anakannya.

Mengenal Jenis Burung Puter atau Derkuku

russiatravel24.ru

Berbagai macam jenis burung puter dapat dijumpai atau didapati di toko atau kios kios pasar burung. Burung ini tersedia dalam berbagai macam jenis, warna dan juga kualitas suara anggungan nya yang memikat.

Karena banyak dan beragam jenisnya, maka kami akan bagikan beberapa jenis burung derkuku atau burung puter yang ada di Indonesia dan juga kerabatnya. Agar anda tahu apa saja burung puter yang bisa anda jumpai.

1. Kelompok Ptilinopus atau Katik-katikan

Di negara Indonesia sendiri ada sekitar 25 jenis burung Katik-katikan. Burung ini umumnya ditemui di pohon yang rindang. Katik-katikan tergolong jenis burung yang cukup sulit untuk ditangkap dan juga cukup sulit untuk dijinakkan.

Makanan kesukaan dari burung ini adalah biji-bijian. Di samping itu, Katik-katikan punya bentuk tubuh dan juga panjang yang sama dengan burung derkuku yaitu sekitar 12 sampai 33 cm.

2. Puter Biasa atau Puter Lokal (Streptopelia Risoria)

Burung puter yang satu ini sering disebut dengan puter lokal atau puter biasa. Warnanya coklat cerah atau bisa juga memiliki warna coklat merah bata. Suara anggungan nya pendek dan datar. Burung ini sudah ada di Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu.

Sebenarnya burung puter jenis ini paling mudah untuk beradaptasi jika dibanding dengan puter jenis lainnya. Burung ini juga mudah untuk ditangkarkan. Ciri lain dari puter lokal ini adalah kalung hitam yang ada di lehernya.

Dikenal dengan sebutan ringneck dove. Di samping warna coklat sekarang juga sudah ada warna putih atau yang sering disebut dengan albino. Anda bisa menemukan burung ini di kios pasar burung.

Makanan burung ini adalah biji-bijian, memiliki jumlah telur 2 dan punya suara anggungan tiga nada yang sangat dasar. Tetapi untuk puter pelung, suaranya bisa lebih memanjang dan juga terdengar lebih mengalun.

3. Kelompok Treron (punai-punaian)

Jenis burung yang satu ini tersebar di Indonesia dengan jumlah sekitar 13 jenis. Umumnya burung ini hidup di pohon yang lebat dan tinggalnya secara berkelompok. Jenis yang tergolong burung adalah treron diantaranya ada Treron capellei atau yang disebut punai besar.

Treron olax (punai kecil), Treron bicincta (punai dada oranye), Treron griseicauda (punai manten), dan Treron curvirostra (punai paruh tebal). Burung treron ini sangat liar dan tergolong burung penakut. Mempunyai panjang tubuh 20 hingga 35cm.

4. Burung Puter Irak atau Steptopelia Risoria

Jika dilihat dari bentuk fisik juga ukuran tubuhnya, burung ini hampir sama dengan burung puter biasa. Namun jenis burung puter ini mengalami mutasi warna.

Seperti pada burung puter putih, ada ciri yang membedakan puter biasa dan Puter Irak ini. Perbedaannya terdapat pada variasi warnanya.

Warnanya juga lebih variatif. Pola warna burung ini ada yang merah bata tua dan ada juga warna coklat keputih-putihan. Pakan dan suaranya juga sama dengan burung puter biasa.

5. Macropygia (uncal-uncalan)

Burung macropygia di indonesia memiliki sekitar 6 jenis. Salah satu jenisnya yaitu macropygia unchall atau sering disebut juga dengan merpati hutan dan burung uncal uncalan. Di Indonesia, burung merpati hutan banyak ditemui di wilayah Kalimantan, Sumatera, Jawa dan juga Bali.

Burung ini hidup di alam bebas dengan cara berpasang-pasangan. Burung merpati hutan punya tubuh yang panjangnya 40 cm. Sifat burung ini penakut dan sangat liar. Warna dasar dari burung ini bulunya memiliki warna coklat dengan bercak hitam.

Di bagian kepala hingga leher berwarna coklat. Burung ini sangat suka dengan makanan biji-bijian dan juga buah-buahan. Selain itu, sarangnya dibangun bersamaan dengan mengeluarkan telur yang jumlahnya hanya 2 butir saja.

6. Puter Putih atau Albino

Banyak orang yang menyebut burung puter putih sebagai albino. Padahal jika dilihat secara fisik sama, hanya warnanya saja yang sudah mengalami mutasi atau perubahan. Seperti burung puter irak, warnanya warna burung ini putih polos dan tidak ada bercak warna lain sedikitpun.

7. Ducula Atau Pergam-pergaman

Jenis puter do cula di negara indonesia terdapat sekitar 25 jenis. Salah satunya adalah

 Ducula aenea (pergam hijau), Ducula badia (pergam gunung, Ducula bicolor (pergam putih), juga ada jenis Ducula pickeringi (pergam pulau).

Ukuran tubuh burung ini agak besar dengan panjang tubuhnya hingga 45 cm. Warna punggung burung ini coklat kemerahan dan pada bagian ujung ekor mempunyai warna kelabu. Suara burung ini sangat merdu dan burung ini sangat suka makanan yang berupa jenis buah-buahan kecil.

8. Dederuk Jawa atau Puter Lumut

bukalapak.com

Jenis burung puter yang satu ini sering disebut dengan puter geni. Memiliki warna dan badan yang cenderung merah bata ditambah dengan kalung hitam kombinasi putih di bagian lehernya. Bentuk kepalanya memiliki warna sedikit keabu-abuan.

Iris matanya berwarna jingga dan bagian kakinya memiliki warna merah. Untuk suara burung ini ada yang 3 nada seperti burung puter biasa. Atau kadang hanya dua nada saja untuk pakan burung ini sama yakni diberi biji-bijian.

9. Kelompok Goura

Perkembangan burung jenis goura di Indonesia ada sekitar 3 jenis seperti goura cristata, goura victoria dan goura caronata. Umumnya burung ini disebut dengan burung dara mahkota.

Ciri-cirinya di bagian atas kepala burung ini ada bulu yang berbentuk seperti kipas. Burung Goura merupakan salah satu jenis burung merpati dan mempunyai ukuran tubuh yang besar dengan panjang hingga 70 cm.

10. Geopelia Perkutut-perkututan

Ada tiga jenis geopelia yang tersebar di Indonesia. Burung yang termasuk kelompok geopelia yaitu perkutut belang, perkutut besar dan juga perkutut tutul.

11. Columba

Kelompok columba adalah jenis merpati-merpatian. Di Indonesia ada sekitar 2 jenis yaitu columba domestica atau merpati jinak dan columba livia atau yang sering disebut dengan burung merpati batukarang.

Burung ini sering berkembangbiak dan dipelihara masyarakat dan dijadikan sebagai merpati balap, merpati pos, merpati hias, merpati kupu-kupu dan lain sebagainya

12. Streptopelia Burung Tekukur

Untuk jenis streptopelia di Indonesia ada dua jenis yaitu burung streptopelia bitorquata atau burung puter dan streptopelia chinensis atau burung derkuku. Burung puter punya ukuran tubuh yang panjangnya bisa sampai 29 cm.

Warna bulunya coklat muda keabu-abuan dan punya 2 kalung yang berwarna putih di atas dan bagian bawah tengkuknya berwarna hitam. Burung ini mudah jinak. Jenis burung puter sangat suka dengan makanan biji-bijian seperti jagung gabah dan lain sebagainya.

Untuk harga burung terbaru, silahkan langsung Hubungi Kami.

Tinggalkan Komentar