Ciri Cucak Ijo Yang Bagus dan Gacor Untuk Dilombakan

Salah satu jenis dari burung kicau yang punya penggemar cukup banyak di Indonesia antara lain adalah burung cucak ijo.

Burung cantik yang ciri khas warna hijau pada seluruh bulunya ini menjadi primadona. Terutama untuk para kicau mania sebab tidak hanya warna bulunya saja yang indah akan tetapi suara kicauannya pun juga begitu terdengar merdu.

Inilah yang menjadikan harga dari burung cucak ijo ini cukup dibandrol mahal di pasaran.

Ciri Cucak Ijo Yang Bagus
Ciri Cucak Ijo Yang Bagus

Burung cucak ijo atau juga sering disebut cucak hijau modern ini penggemarnya semakin bertambah.

Sebab memang cucak ijo merupakan jenis burung kicauan yang tampilan badannya cukup indah dengan dilengkapi warna hijau sebagai warna dominan.

Selain itu juga suaranya yang sangat terdengar merdu, membuat cucak ijo ini pantas diperhitungkan di pasaran. Cucak ijo jika dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Greater Green Leafbird.

Sebab memang cucak ijo termasuk burung kicau dengan warna hijau yang pintar dalam berkicau. Postur fisik cucak ijo dapat dikatakan standar, sebab panjang tubuh yang dimilikinya sekitar 22 cm.

Walau postur fisiknya dengan ukuran sederhana, akan tetapi kelebihan yang paling menonjol dalam burung cucak ijo yaitu keindahan warnanya dan juga suaranya yang merdu.

Daerah Persebaran Cucak Ijo

Terdapat berbagai macam jenis cucak ijo yang tersebar luas di wilayah negara Indonesia ini. Di mulai dari puau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan lain sebagainya.

Setiap pemelihara burung cucak ijo masing-masing memiliki minat yang berbeda mengenai jenis burung cucak ijo mana yang menjadi favoritnya.

Apabila melihat harga pasaran burung cucak ijo cukup beragam. Akan tetapi perlu anda mengetahui juga jika cucak ijo yang berkualitas.

Burung cucak ijo jawara biasanya harganya begitu mahal. Oleh sebab itu, kita sebaiknya mengetahui ciri cucak ijo yang bagus dan berkualitas itu yang seperti apa.

Ciri Cucak Ijo Yang Bagus Untuk Lomba

Sesudah anda mengetahui lebih dalam mengenai asal-muasal jenis ini, berikutnya pahamilah bagaimana memilih cucak hijau bermental jawara atau ciri cucak ijo yang bagus untuk dilombakan.

Ada langkah yang mudah untuk mendeteksi burung yang mempunyai prospek di lapangan atau yang tidak. Pada umumnya, burung cucak hijau prospek dapat dilihat dari fisik.

Yaitu mempunyai postur tubuh panjang dan juga besar secara proporsional. Yaitu, mulai dari ukuran kepala, ukuran leher, ukuran badan dan kaki seimbang.

Pilihlah yang mempunyai paruh besar dan juga tebal. Katanya ciri seperti ini bisa mengindikasikan sebagai cucak hijau dengan volume tebal.

Ciri cucak ijo yang bagus selanjutnya adalah mata sedikit melotot dan menonjol, kepala bulat, besar dan juga tebal.

Menurut dari sejumlah pecinta burung cucak ijo, ciri yang seperti ini menandakan jika burung cucak ijo ini cerdas. Selanjutnya dada lebar dan juga gagah, bagian punggung melengkung, sayap mengepit.

Selanjutnya untuk bagian kaki kokoh dan juga kuat mencengkeram. Ini semua enandakan jika burung cucak ijo sehat.

Cucak hijau yang sehat bisa dilihat dari sejumlah ciri antara lain punya sorot mata tajam, bulu rapi, halus dan juga mengkilap.

Ciri cucak ijo yang bagus selanjutnya adalah nafasnya tidak tersengal-sengal. Posisi badan tegap dan tidak sempoyongan dan untuk kotorannya tidak cair, aktif bergerak serta berkicau dan nafsu makan juga banyak plus tidak cacat.

Jika kita melihat ciri-cirinya, para pecinta burung cucak ijo banyak yang merekomendasikan cucak hijau asal Banyuwangi khususnya yang dari kawasan alas Purwo.

Sedangkan untuk cucak ijo yang dari Kalimantan pilihlah dari Berau. Sebab sesuai dengan ciri fisik sudah masuk seekor cucak hijau yang bermental jawara.

Jika dari asalnya saja sudah bagus, maka langkah selanjutnya tinggal memperbaiki dari sisi perawatan.

Perawatan Cucak Ijo Lomba

Setelah tau tentang ciri cucak ijo yang bagus untuk lomba, selanjutnya kita harus tau bagaimana cara merawatnya yang baik.

Berikanlah pakan utama cucak ijo yang berupa pisang plus jangkrik dan kroto, ada bermacam tahap yang harus diperhatikan.

Pilihlah burung yang berusia produktif dan sebaiknya tidak berpatokan terhadap banyaknya prestasi yang dikoleksi.

Sebab semakin banyak prestasi yang dikoleksi, harganya juga akan semakin tinggi. Banyak yang menyarankan untuk memilih burung cucak ijo dalam kategori prospek.

Sebab kondisi usia masih produktif serta pola perawatannya dapat dipoles lagi sampai maksimal. Jadi perawat masih bisa mengikuti ritme perawatan sesuai dengan karakter burung.

Memandikan Saat Pagi Hari

Mengatur pola perawatan dapat dimulai dengan pagi hari. Biasakanlah mulai pukul 07.00 kerodong dibuka kemudian diangin-anginkan pada tempat yang teduh.

Biarkanlah burung menghirup udara pagi yang segar seperti pada habitat aslinya. 30 menit lagi mandikanlah menggunakan keramba atau jika terbiasa menggunakan semprotan juga dapat digunakan.

Guna membersihkan semua kuman sekaligus juga untuk melembutkan bulu dan juga mengkilapkan bulu. Untuk air mandi tadi dapat anda campur dengan shampoo Jati Jajar.

Shampoo ini memunyai fungsi antara lain untuk melembutkan bulu, membunuh kuman dan juga kutu. Bisa juga untuk membersihkan kandang dan juga aksesorisnya.

Shampoo ini juga ada kandungan lidah buaya yang bisa melembutkan bulu, menyuburkan dan juga menumbuhkan bulu pada burung yang terserang kebotakan yang diakibatkan penyakit.

Makanan Tambahan

Bersihkan juga sarang burung dari segala kotoran. Gantilah air minum lama dengan yang baru, gantilah voer atau pakan lainnya.

Supaya asupan ekstra fooding terjaga berikanlah jangkrik tiga ekor, masing-masing pagi dan juga sore hari.

Terutama porsi pada saat menjelang lomba, pada umumnya pemain meningkatkan porsi jangkrik sebanyak dua kali lipat.

Berikan makanan berupa pisang kepok putih. Sebagai makanan utama, pisang kepok putih dapat diberikan mulai hari Selasa sampai dengan Sabtu menjelang tampil di kontes.

Saat Minggu pagi sebelum pada perlombaan gantilah pakan tadi dengan apel merah. Menurut para pecinta burung cucak ijo, apel merah dipercaya bisa meningkatkan birahi.

Sedangkan hari Senin setelah lomba, d mepatngonsumsi larutan penyegar. Fungsinya untuk mengembalikan kondisi tenggorakan sertapita suara setelah dikerahkan pada acara kontes.

Menu sesudah lomba juga dapat ditambahkan dengan memberikan pepaya California.

Penjemuran Cucak Ijo Lomba

Sesudah mandi dan disiapkan makanan tambahan, jemur kurang lebih 2 atau 3 jam dimulai dari pukul 08.00. Saat proses penjemuran dianjurkan kurangi kontak langsung dengan burung sejenis.

Jika terpaksa ada burung yang sejenis di rumah, usahakan waktu menjemur disekat menggunakan papan triplek atau burung lain jenis. Dengan jarak sekitar dua sangkar diantara kedua cucak hijau yang dijemur.

Setelah dijemur, lebih jangan langsung dimasukkan dalam rumah atau dikerodong. Taruh dulu pada tempat teduh untuk diangin-anginkan kurang lebih 10 menit.

Berikutnya, masukkan seluruh tempat pakan dan air minum. Pada hari-hari tertentu, burung ini dapat makan kroto.

Pada umumnya pemain memberikan seminggu dua kali dengan ukuran kurang satu sendok teh. Usahakanlah memberikan kroto segar juga bersih.

Pada saat istirahat, usahakanlah ditempel pada sejumlah burung master atau bisa juga alat master elektrik.

Burung Cucak hijau dapat ditempel dengan sejumlah suara master. Seperti halnya lovebird, cililin, gereja tarung ataupun tengkek keling.

Tinggalkan Komentar