Ciri Burung Gereja dan Cara Paling Mudah Memeliharanya

Burung gereja merupakan salah satu jenis burung master yang banyak dipakai oleh para kicaumania untuk memaster berbagai macam jenis burung kicauan yang ada di rumah.

Ada yang memakai audio mp3 suara burung gereja petarung, dan ada juga kicaumania yang memilih memelihara beberapa ekor jenis burung gereja di rumahnya. Apabila berminat hendak memelihara untuk dijadikan masteran.

Burung Gereja atau yang sering dijuluki dengan burger sekarang ini banyak dipelihara oleh para penghobi burung ocehan.

Sebab untuk burung gereja ini sangatlah cocok untuk dijadikan sebagai burung masteran. Kicauan dari burung gereja ini merupakan suara masteran yang favorit.

Sebab apabila burung kicauan misalnya seperti murai batu dan juga cucak jenggot yang dapat menirukan suara burger tentu akan menjadi nilai yang lebih dalam perlombaan atau kontes burung.

Habitat Burung Gereja

Burung gereja pada umumnya hidup dalam satu kelompok, burung gereja pohon atau Passer Montanus sering bersarang di dalam liang.

Kemudian untuk ciri burung gereja yang berwarna coklat kemerahan atau P. Eminibey sangat dikenal sering mengambil alih sarang burung gereja yang lain dan sarang burung manyar.

Lalu untuk burung gereja sejati (P. Domesticus) yang pada umumnya kerap kita lihat, pada umumnya bersarang pada atap gedung dan juga di perumahan.

Burung gereja ini memang banyak terlihat hidup dialam liar. Jadi kita bisa dengan mudah untuk mendapatkan atau memilikinya untuk dijadikan burung peliharaan.

Akan tetapi, apabila akan dijadikan sebagai masteran burung kicau, kita harus mempunyai burung gereja yang sudah bisa rajin bunyi dan sekaligus juga sudah jinak.

Dan hal itu dapat menjadi sulit sebab jika kita menangkap burger yang sudah dewasa pasti sangatlah lincah.

Ciri Ciri Burung Gereja

Ciri Burung Gereja
Ciri Burung Gereja

Burung gereja ini termasuk burung polygami yang memiliki suara kicauan yang monoton. Akan tetapi, apabila dibawakan pada waktu memperebutkan pakan atau memperebutkan betina.

Oleh sebab itu, maka suara yang dibawakan burung ini akan terdengar ramai dan juga enak untuk didengar.

Jadi seringkali oleh para pemain burung lomba akan dijadikan master untuk burung yang akan dilombakan. Sebab suara yang dibawakan memunyai karakter yang rapat dan juga tegas.

Ciri burung Gereja ini ukurannya mungil hanya sebesar 10 sampai dengan 15 cm, warnanya cokelat dan kerap hinggap pada bubungan rumah – akan tetapi tergantung dengan lokasi.

Burung dengan badan yang mungil ini lebih banyak dijumpai di tengah kota besar atau kawasan industri dibandingkan dengan area yang memiliki udara yang lebih bersih.

Burung gereja ini juga sering dikelompokkan sebagai burung pipit atau sparrow. Dan sesungguhnya merupakan genus Passeridae. Burung ini juga dikenal sebagai burung Dunia Lama.

Species-species dari burung ini sering bersarang pada bangunan dan juga rumah gedung.

Jika di Indonesia mungkin kerap ditemui di bawah atap bangunan gereja. Maka dari itu burung ini disebut dengan burung gereja.

Populasi Burung Gereja

Populasi Burung Gereja
Populasi Burung Gereja

Di negara Indonesia, sub-spesies yang paling populer yaitu Passer montanus-malaccensis. Sarangnya dibuat di dalam rongga yang alami, sebuah lubang yang ada pada sebuah bangunan.

Burung yang banyak dijumpai di Gereja ini bisa bertelur lima atau enam butir yang akan menetas di bawah waktu dua minggu.

Seperti halnya jenis burung kecil yang lainnya, mereka dapat terinfeksi parasit dan juga diburu oleh burung pemangsa. Rata-rata burung ini bisa hidup dalam jangka waktu sekitar kurang lebih dua tahun.

Burung Gereja tersebar luas pada kota-kota di Indonesia dan juga di kawasan Asia Timur, namun di Eropa spesies ini merupakan jenis burung pedesaan.

Burung gereja Eropa merupakan spesies Passer domesticus yang berkembangbiak di daerah perkotaan.

Meskipun populasi Passer montanus yang besar memastikan jika mereka secara global tidak terancam punah, telah ada penurunan besar pada populasi Eropa Barat.

Hal ini disebabkan karena sebagian perubahan dalam praktik pertanian yang disitu melibatkan peningkatan pemakaian herbisida dan juga hilangnya lahan-lahan tunggul musim dingin.

Keistimewaan

Keistimewaan Burung Gereja yaitu populasi burung gereja sering jadi ciri ciri atau tanda tingkat populasi sebuah wilayah. Metode penelitian ini diamati dari kotoran dan juga cangkang telur dari burung gerejanya.

Telah dijumpai, pada burung gereja yang hidup pada pemukiman yang padat, maka konsentrasi Cu, Pb, serta Zn lebih tinggi jika dibandingkan yang hidup pada area yang bebas dengan polusi.

Jadi adanya burung gereja pada suatu wilayah dapat dijadikan petunjuk seberapa banyak tingkat polusi yang ada pada daerah tersebut. Sehingga, amatilah lingkungan dan juga wilayah sekeliling rumah anda.

Cara Merawat Burung Gereja

Guna memperoleh burung gereja masteran yang bagus, pada umumnya para penghobi burung merawatnya sejak dari anakan.

Tujuannya agar mudah jinak hal itu bisa menggampangkan kita merawat burung gereja. tak hanya itu saja kita juga harus merawat burung gereja seperti halnya merawat burung kicauan yang lainnya.

Maka dari itu, disini akan diberikan tips cara merawat burung gereja supaya bisa jinak dan juga agar rajin bunyi.

Cara yang pertama adalah sediakanlah pakan yang variatif. Misalnya seperti biji-bijian dan juga paakan jadi atau voer.

Kedua makanan utama ini sebaiknya anda berikan dengan cara bersamaan setiap harinya. Supaya burung gereja bisa dengan leluasa dalam memilih makanannya.

Berikanlah ekstra foding yang berupa jangkrik, ulat dapat anda berikan ulat hongkong yang putih dan juga ulat kandang, serta kroto.

EF ini harus selalu diberikan, tujuannya untuk merangsang bunyi burung Gereja agar cepat los dan juga bisa gacor.

Paling tidak, makanan tambahan ini harus diberikan dua kali dalam waktu seminggu.

Walaupun burung Gereja ini termasuk jenis burung yang suka panas, akan tetapi, penjemuran harus dilakukan maksimal dalam dua jam saja.

Karena pada dasarnya burung ini tidak begitu memerlukan paans yang berlebih. Seperti halnya burung Cendet dan juga burung Branjangan.

Untuk memandikannya, sebaiknya burung Gereja tidak dimandikan dengan cara disemprotkan.

Cukup anda sediakan cepuk besar kemudian biarkan burung mandi sendiri hingga merasa puas.

Sandingkanlah dengan burung-burung yang sudah gacor kicauannya. Anda dapat memilih burung master yang lainnya atau bisa dengan burung lain.

Suara burung yang lain bisa dikatakan ampuh dalam merangsang burung Gereja agar menjadi gacor dalam waktu seketika.

Peliharalah burung Gereja dengan jumlah lebih dari satu. Hal ini dapat merangsang burung Gereja untuk saling bersahut sahutan satu dengan yang lainnya sehingga menjadi semaik gacor.

Akan tetapi pastikanlah, burung Gereja tidak saling lihat supaya kegacorannya bisa bertahan lama.

Dengan perawatan yang baik, maka burung gereja anda bisa menjadi gacor dan bisa menjadi masteran yang baik. Oleh sebab itu, rawatlah burung gereja dengan sebaik mungkin agar hasilnya sesuai dengan keinginan anda.

Tinggalkan Komentar