Cara Ternak Burung Opior Jawa Untuk Pemula yang Harus Anda Tahu

Ternak burung Opior Jawa saat ini mulai banyak dilakukan oleh sebagian para penangkar burung kicauan. Burung Opior Jawa adalah salah satu jenis burung kicauan yang juga diketahui memiliki nama cucak gentong. Jenis burung ini merupakan salah satu jenis burung kicauan yang banyak digunakan sebagai masteran untuk jenis burung kicau lain. Hal ini disebabkan karena suaranya yang nyaring serta unik.

oiseaux.net

Banyak orang yang ingin memiliki burung Opior Jawa ini untuk dijadikan sebagai burung masteran di rumahnya. Mengetahui hal tersebut maka banyak sekali orang yang ingin mencoba ternak burung Opior Jawa ini.

Cara Ternak Burung Opior Jawa

Untuk anda yang masih pemula, melakukan ternak burung Opior Jawa memang lain halnya dengan berternak burung yang lain. Berikut ini penjelasannya.

1. Persiapan kandang

Burung Opior Jawa ini sebenarnya masih satu kerabat dengan burung pleci, bahkan ada yang menyebutnya sebagai burung pleci kapur. Kondisi kandang yang dipakai untuk burung ini harus diperhatikan secara ukuran dan beberapa kesiapan lainnya dalam ternak burung Opior jawa.

2. Pemilihan Indukan

Indukan burung juga merupakan satu poin penting yang sebaiknya dipilih dengan benar. Tujuannya supaya ternak burung Opior Jawa ini bisa berhasil dilakukan. Indukan yang dipilih sebaiknya yang terlihat sehat dengan postur badan yang baik. Selain itu juga bisa terbebas dari kondisi cacat serta mempunyai suara yang sudah terbentuk.

wikicau.com

Untuk pemilihan indukan juga harus diperhatikan jenis kelamin burung yang tepat. Tujuannya supaya dalam prosesnya memang burung jantan dan betinalah yang dipilih sebagai indukan.

3. Perjodohan Burung

Apabila anda semua ingin mempercepat proses maupun cara ternak opior jawa maka memilih dua indukan jantan dan betina yang sudah berjodoh ini termasuk salah satu cara yang paling mudah.

Akan tetapi, apabila keduanya belum berjodoh satu dengan yang lain maka harus dilakukan upaya perjodohan yang pada umunya membutuhkan waktu dan juga kesabaran.

Perjodohannya ini bisa dilakukan dengan cara awal. Diantaranya dengan mendekatkan kedua indukan dalam waktu satu minggu. Kemudian, selanjutnya memisahkannya dalam jarak yang tidak terlalu jauh supaya bisa mendengarkan suara satu sama lain.

Dan pada saat suara yang muncul dari keduanya saling bersautan seakan-akan memanggil satu sama lain, maka perjodohan bisa berhasil dilakukan.

4. Perkawinan Burung

Apabila kedua indukan opior jawa telah berjodoh, anda bisa gabungkan keduanya dalam kandang yang telah disipakan sebelumnya. Perhatikan pola prilaku dari kedua burung apakah tampak akur atau salah satunya ada yang agresif.

Apabila kondisi agresif terjadi maka sebaiknya pisahkan kembali burung. Setelah itu lakukan perjodohan kembali. Burung yang telah berjodoh serta disatukan akan mengalami proses kawin secara alami dan untuk membantu mempercepatnya. Anda bisa berikan beberapa makanan yang memang bisa meningkatkan birahi dari kedua burung.

5. Penetasan dan Pengeraman Telur

Indukan burung betina opior jawa ini akan menghasilkan 1 sampai dengan 4 butir telur. Kemudian dierami selama kurang lebih 2 minggu. Pada saat proses pengeraman serta penetasan telur tersebut, perhatikan kebutuhan makanan yang perlukan oleh burung.

Usahakan untuk tidak membuat burung menjadi stres. Burung jantan sebaiknya dipisahkan pada kandang penetasan yang berbeda dengan burung betina.

6. Perawatan Anakan Burung

Perawatan anakan burung Opior Jawa pada saat awal setelah proses penetasannya memang harus dilkukan dengan diberikan kepada indukan betina. Akan tetapi terkadang, terdapat beberapa kondisi yang menjadikan burung betina tidak mau merawat anaknya.

Jika sudah terjadi permasalahan seperti itu, sebaiknya peternak harus mengetahui kondisi tersebut dan segera merawat anak burung yang memang masih kecil tersebut. Lima hari pertama sesudah menetas, anakan burung ini sebaiknya selalu dipantau. Sebab, lima hari tersebut termasuk waktu kritis untuk sang anakan burung.

Untuk harga burung terbaru, silahkan langsung Hubungi Kami.

Tinggalkan Komentar