Tiong Emas dan Pesona Menirukan Suara

Mari mengenal lebih dekat dengan Tiong Emas, si peniru ulung yang mulai menghilang. Berikut ulasannya

Bagi pencinta satwa burung, Tiong Emas merupakan salah satu spesies jalak yang digemari. Bagaimana tidak, mampu menirukan suara, terutama manusia, merupakan pesona tersendiri yang membuat Tiong Emas begitu memikat.

Burung ini memiliki karakter suara yang keras, jelas, dan mampu mengeluarkan siulan atau kicauan burung lain. Dari segi fisik, Tiong Emas berbobot agak besar, berwarna hitam metalik dengan bercak putih mencolok di sayap, pial berwarna kuning di sisi kepala, paruh berwarna jingga, dan kaki berwarna kuning.

Populasi burung jenis ini tersebar di banyak tempat. Mulai dari India, Cina, Malaysia, sampai hutan-hutan dataran rendah di Indonesia. Burung ini kerap dijumpai di hutan-hutan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, serta Jawa dan Bali. Akan tetapi, karena kerusakan hutan dan perburuan liar, Tiong Emas menjadi cukup sulit untuk ditemukan di beberapa daerah yang menjadi habitat asalnya.

Penyebab Tiong Emas mulai Menghilang

Beo – duniaq.com

Berdasarkan data dari Conventional on International Trade Endangered Species (CITES), burung jenis ini marak diperdagangkan dalam jumlah besar, baik dalam skala domestik maupun internasional. Apabila hal ini dibiarkan tidak terkontrol, akan memicu kepunahan spesies Tiong Emas itu sendiri. Jumlahnya yang sudah sedikit akan menipis lagi dikarenakan perburuan liar dan kurangnya penangkaran. Namun, di beberapa tempat, seperti Florida, Hawaii, Jepang, hingga Puerto Rico, spesies ini telah dimasukkan ke penangkaran.

Habitat Tiong Emas

Bukit -pixabay.com

Habitat Tiong Emas sendiri merupakan daerah perbukitan antara 300 hingga 2000 mdpl. Burung ini tinggal di lingkungan dengan curah hujan dan kelembapan yang tinggi. Burung ini juga diketahui hidup di tepi hutan, area perkebunan teh dan kopi, dan perkebunan yang dekat dengan kawasan hutan tropis lainnya. Burung Tiong Emas tinggal di atas pohon-pohon yang tinggi, hidup berpasangan dan kerap ditemui berkumpul dalam suatu kelompok.

Tiong Emas merupakan burung omnivora, hidup dengan makanan yang umumnya berasal dari buah-buahan, nektar, dan serangga. Ketika musim kawin, sepasang monogami akan mencari lubang kecil untuk membangun sarang di pohon di tepi hutan. Biasanya, Tiong Emas betina akan menghasilkan dua atau tiga butir telur.

Keistimewaan Tiong Emas

Tiong Emas -duniaq.com

Rahasia kemampuan burung ini menirukan suara manusia terletak pada selaput suaranya (syrinx) yang mirip dengan punya manusia. Pada dinding syrinx terdapat tonjolan tulang rawan yang disebut dengan labium eksternal. Nah, salah satu labium eksternal tersebut memiliki cara kerja yang sama dengan pita suara manusia. Organ tersebut juga berperan dalam penyuplaian energi untuk menghasilkan suara.

Oleh karena itu, spesies Tiong Emas dapat memiliki 3 sampai 13 tipe suara. Tiong Emas juga pandai menirukan beragam suara dan bunyi, seperti bunyi peluit, jeritan, dengukan, hingga ratapan yang kerap terdengar persis seperti suara manusia. Karena kemampuannya tersebut, burung ini sering dijuluki “si peniru ulung” oleh para pencinta burung.

Populasi burung jenis ini tersebar di banyak tempat. Mulai dari India, Cina, Malaysia, sampai hutan-hutan dataran rendah di Indonesia. Burung ini kerap dijumpai di hutan-hutan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, serta Jawa dan Bali. Akan tetapi, karena kerusakan hutan dan perburuan liar, Tiong Emas menjadi cukup sulit untuk ditemukan di beberapa daerah yang menjadi habitat asalnya.

Namun, meskipun Tiong Emas memiliki kemampuan unik tersebut, dalam populasinya yang berjarak 14-15 km, Tiong Emas tidak memiliki karakter suara yang mirip satu sama lain. Sederhananya, seekor Tiong Emas dalam rentang populasi tersebut, tidak dapat menirukan karakter suara sesamanya. Meskipun begitu, mampu menirukan berbagai macam bunyi dan suara tetap saja membuat burung ini begitu populer di penangkaran.

Untuk menghindari kepunahan, perdagangan burung ini diatur dalam Undang-Undang. Tiong Emas sangat jarang ditemukan di toko hewan peliharaan. Biasanya, peternak dan pembeli akan bertemu langsung dengan jaminan perdagangan burung tersebut berstatus legal.

Tinggalkan Komentar