Mengenal 4 Spesies Burung Sanma dan Ciri Fisiknya Lengkap

Burung Sanma ialah burung yang termasuk dalam keluarga lark (Alaudidae), genus Alauda. Sanma juga disebut dengan larsky karena kebiasaannya yang sering terbang di langit. Keluarga Alaudidae terdiri dari 19 genus. Tak hanya Alauda, ada juga dua genus diantaranya sudah tidak asing lagi yaitu burung branjangan dan pailing.

flickr.com

4 Spesies Burung Sanma dan Karakteristiknya

Perlu Anda ketahui, jika hubungan kekerabatan antara burung sanma, branjangan, dan pailing cukup dekat. Kebiasaan yang dimilikinya pun juga hampir sama. Diantaranya seperti gaya terbang vertikal dari atas ke bawah dan sebaliknya atau hoverin. Burung-burung ini juga memiliki gaya ngleper, yang mana kedua sayap akan digetarkan ketika berkicau.

Spesies ini tidak dapat mencengkram dengan baik seperti jenis burung kicauan lainnya. Maka dari itulah, sangkar sanma, branjangan, dan pailing dibuat dengan tanpa tangkringan dan hanya menggunakan sangkar bundar yang disangga oleh tiang kecil.

Meskipun begitu, burung-burung ini memiliki kemampuan berkicau yang lumayan bagus. Sehingga jika dipelihara dengan baik dan dilatih, kicauan yang dihasilkan bisa lebih bagus lagi. Nah, berikut ini adalah 4 spesies burung sanma yang perlu Anda tahu beserta ciri-cirinya.

1. Sanma Oriental

Seperti skylark pada umumnya, burung ini sering ditemui di area padang rumput yang terbuka, bahkan sering mendekati sungai untuk minum juga mandi. Burung ini di alam liar suka makan biji-bijian dan serangga.

Ukuran tubuhnya yaitu dengan panjang sekitar 16 cm, bisa dikatakan sedikit  lebih besar jika dibandingkan burung branjangan yang panjangnya hanya 12 sampai dengan 15 cm saja. Tubuh bagian atas memiliki bulu yang berwarna coklat krem dengan garis-garis coklat tua. Ciri khas burung jantan dan betina ini hampir sama.

2. Sanma Eurasia

Sanma Eurasia ini memiliki kualitas ocehan yang lebih berkualitas jika dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Jika dilihat sekilas, fisiknya hampir sama dengan sanma oriental. Pada tubuh bagian atas bulunya berwarna coklat tua, lalu untuk bagian bawah berwarna coklat muda.

Bagian kaki burung ini juga terlihat sangat kokoh. Panjang tubuhnya bisa mencapai 16 sampai dengan 18 cm panjang. Kemudian untuk kemampuan terbangnya sekitar 50 sampai dengan 100 cm dari tanah.

Untuk menarik perhatian burung betina, burung jantan mampu terbang sambil berkicau dengan durasi yang panjang yaitu 2-3 menit. Bahkan di musim kawin burung ini mampu berkicau dengan durasi yang makin lama. Meskipun begitu, burung ini lebih suka berada di tanah.

3. Sanma Jepang

Sanma jepang atau japanese skylark (Alauda japonica) termasuk jenis burung endemik Jepang. Pada umumnya mereka akan mendiami kawasan pertanian dan perkebunan yang ada di Jepang, salah satunya di Pulau Ryukyu.

4. Sanma Raso

Spesies ini merupakan burung endemik dari Pulau Raso. Populasi burung sanma ini sudah dinilai semakin menyusut, bahkan berdasarkan penelitian populasi burung ini sudah dikatakan kritis. Sehingga satu tingkatan lagi burung ini sudah hampir dinyatakan punah di alam liar.

Burung ini suka makan benih rumput, umbi tanaman, dan serangga. Untuk mencari makanannya burung-burung ini akan menggali tanah, dengan begitu mereka akan mendapatkan larva serangga maupun umbi.

Burung ini memiliki panjang tubuh 14 -18 cm saja. Ciri khas burung sanma ini yaitu memiliki jambul di bagian kepalanya, sama seperti spesies lainnya.

Paruhnya burung sanma ini panjang dan tebal, terutama untuk burung jantan. Dalam perkembangbiakannya induk betina mampu menghasilkan 1-3 butir telur, dan masa pengeramannya selama 15 hari.

Update Info Terbaru