Mengenal Ciri Khas Burung Puffin Atlantik Yang Sangat Unik

Puffin merupakan salah satu dari spesies alcids kecil dalam genus burung Fratercula yang punya bagian paruh berwarna lebih cerah pada sata musim kawin.

Puffin termasuk jenis burung laut pelagis yang mencari ikan dengan cara menyelam. Sebab pola bulunya yang hitam-putih dan mahir berenang, Puffin sering dikira penguin. Padahal Puffin bukan termasuk Penguin.

Puffin berkembangbiak pada sebuah koloni besar yang terdapat pada tebing pantai atau pulau-pulau lepas pantai. Mereka sering bersarang di celah-celah batu atau di dalam liang di dalam tanah.

Dua spesies Puffin yaitu Tufted Puffin dan Horned Puffin, hidup pada wilayah Samudera Pasifik Utara, kemudian untuk Atlantic Puffin hidup di wilayah Samudera Atlantik Utara.

Burung Puffin Atlantik

Burung Puffin Atlantik
Burung Puffin Atlantik

Burung Puffin Atlantik sebagian besar hidup di sekitar laut, namun kembali ke tanah untuk membentuk koloni pada saat musim semi dan musim panas.

Puffins Atlantik mempunyai pewarnaan seperti penguin namun paruh mereka dengan warna-warni yang sudah menyebabkan beberapa orang menjulukinya sebagai “burung beo laut”.

Bagian paruh berwarna keabu-abuan memudar selama musim dingin serta mekar dengan warna lagi pada musim semi, guna menunjukkan bahwa itu bisa menarik bagi calon pasangan.

Ciri Khas Puffin Atlantik

Ciri Khas Puffin Atlantik
Ciri Khas Puffin Atlantik

Puffin Atlantik termasuk burung mangsa karnivora, rentang hidup di alam bebas rata-rata sampai 20 tahun atau lebih. Burung Puffin Atlantik ukuran panjang 10 inchi (25 cm), berat 17,5 oz (500 g).

Jenis burung ini hidup dalam kelompok yang disebut koloni. Burung ini di laut akan beristirahat di atas gelombang saat mereka berenang. Satwa ini termasuk perenang yang sangat baik yang menggunakan sayap mereka masuk ke bawah air dengan gerakan terbang.

Mereka mengarahkan berenangnya menggunakan kakinya yang berselaput dan juga berbentuk seperti payung dan dapat menyelam sampai dengan kedalaman 200 kaki (61 meter).

Walaupun mereka biasanya tinggal di bawah air hanya selama 20 atau 30 detik saja. Burung Puffins pada umumnya berburu ikan kecil seperti belut atau ikan pasir.

Pada waktu di udara, burung puffins termasuk selebaran yang mengejutkan. Dengan mengepakkan sayapnya sampi 400 kali per menit mereka bisa mencapai kecepatan 55 mil (88 kilometer) dalam 1 jam.

Puffins Atlantik mendarat di utara lepas pantai Atlantik dan pulau-pulau sekitarnya untuk membentuk koloni pada saat setiap musim semi dan musim panas.

Islandia adalah rumah pengembang biakan sekitar 60 persen dari burung puffins Atlantik yang ada di seluruh dunia. Burung-burung sering memilih puncak terjal, tebing berbatu untuk membangun sarang mereka yang terbuat dari bulu atau rumput.

Betina mengeluarkan telur tunggal dan kedua induk bergantian mengeraminya. Ketika menetas, kedua induk bergiliran menyuapinya dengan membawa ikan kecil yang didapat dari area perburuan yang luas.

Makanan Puffin Atlantik

Makanan utama dari Puffin yaitu berupa ikan dan zooplankton. Namun mereka memberi makan anak-anak mereka dengan ikan-ikan yang memiliki ukuran kecil beberapa kali sehari.

Yang hebat dari burung Puffin yaitu, mereka mampu membawa banyak ikan kecil (terkadang bisa sampai lebih dari selusin) dengan menjepit dengan melintang di paruhnya tanpa menelannya untuk diberikan kepada anak-anak mereka.

Lain halnya dengan penguin yang menelan ikan untuk dimuntahkan kembali untuk makan anak-anak mereka.

Puffin saat ini banyak diburu untuk diambil daging, bulu dan juga telur mereka. Populasi Atlantic Puffin semakin menurun drastis dikarenakan dari perburuan di Islandia dan Kepulauan Faroe.

Kemudian juga karena rusaknya habitat akibat eksploitasi alam yang dilakukan manusia selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pasangan burung Puffin sering bersatu kembali pada lokasi liang yang sama setiap tahunnya. Tidak diketahui secara jelas bagaimana burung-burung ini dapat berjumpa kembali ke tempat asal mereka.

Tinggalkan Komentar