Jenis Burung Pemakan Buah Ini Bisa Memakan Voer

Jenis jenis burung yang terdapat di indonesia sangat banyak sekali. Dan khususnya di pulau jawa memang dikenal sangat beragam.

Kemudian juga berbeda pula jenis makananya, maka sebagai penggemar burung yang mempunyai burung peliharaan yang banyak serta jenis yang berbeda.

Oleh sebab itu, kita harus mengetahui jenis jenis makanan untuk burung peliharaan kita di rumah. Nah, untuk burung pemakan buah biasanya seringkali dijumpai di hutan atau di pekarangan sekitar yang banyak pepohonan yang ada buahnya.

Dan jika dipelihara, burung yang makan buah ini bisa jadi makan pakan jadi berupa voer, apabila anda bisa melatih dan membiasakannya. Berikut ini jenis burung pemakan buah yang bisa memakan voer.

Burung Walik Kembang

Burung Pemakan Buah
Burung Pemakan Buah

Burung walik kembang masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga merpatian. Misalnya seperti burung merpati, perkutut, derkuku, serta burung puter.

Bulu–bulu di tubuhnya kebanyakan dengan warna hijau. jadi keberadaannya di alam liar menjadi sulit terlihat. Namun, ada ciri unik yang membuat kita mudah untuk mengenalinya.

Jenis burung walik kembang jantan punya bentuk kepala berwarna putih. Kemudian dengan garis hitam yang seperti gaya rambut mohawk.

Sama dengan kerabatnya yang lain, burung walik kembang suka makan buah-buahan. Khususnya buah beringin (ficus). Di saat musim beringin berbuah, burung pemakan buah ini akan berkumpul pada sekitar pohon tersebut.

Tujuannya untuk bergabung dengan jenis burung lainnya. Burung walik pada umumnya membangun sarang di atas pohon yang tipis guna bertelur.

Dalam sekali bertelur burung walik biasanya memiliki 1 hingga 2 butir. Kemudian burung walik akan mengerami telurnya kurang lebih 20 hari.

Burung Kepodang Emas

Kepodang Emas
Kepodang Emas

Kepodang Emas merupakan nama yang diberikan untuk Burung Kepodang jika sudah memasuki usia dewasa 1.5 tahun atau lebih.

Fase berubahnya warna bulu Kepodang dari mulai piyik yang berwarna lebih gelap yang disebut dengan nama Kepodang Batu. Yang selanjutnya akan berangsur-angsur berubah, khususnya pada waktu burung tersebut telah mabung atau berganti bulu.

Cirinya yaitu, mempunyai paruh berwarna merah muda atau berwarna pink. Selanjutnya pada bagian pangkal paruh serta di atas kepala berwarna kuning.

Di bagian matanya ada bulu berwarna hitam terlihat seperti kacamata ninja. Kemudian dari pangkal tenggorokan, bagian belakang kepala, leher, dada, perut, bagian bawah ekor.

Lalu diikuti sebagian punggung berwarna kuning terang. Pada bagian ujung sayap dan ekor burung ini memiliki warna hitam. Burung pemakan buah ini suka makan pisang, jambu biji, apel, pepaya dan lain sebagainya.

Burung Pleci

Burung Pleci termasuk burung berukuran kecil yang banyak digemari saat ini. Walaupun kecil, kemampuan kicau burung ini dapat menghibur kita semua.

Bahkan sudah ada perlombaan burung yang kerap melibatkan jenis burung Pleci ini. Jenis burung ini punya habitat pada kawasan tropis serta subtropis.

Kita dapat menjumpainya tersebar di Asia. Misalnya seperti India, China, serta Indonesia. Untuk negara kepulauan seperti di Indonesia, ada spesies Pleci endemik yang hanya hidup pada tempat itu saja.

Burung Pleci ukurannya kecil dan warnanya kehijauan ini sangat diminati. Sebab suaranya yang sangat menarik. Dengan harga yang cukup terjangkau, burung ini punya kelebihan tersendiri. Melatih burung pleci dapat membuat penggemar burung akan semakin terhibur.

Makanan bagi burung Pleci pada habitat aslinya yaitu buah buahan seperti pisang, pepaya dan serangga kecil yang sering hinggap di sela pohon.

Tapi burung ini juga dapat mengonsumsi nektar atau sari tanaman dan paling suka buah-buahan. Karena cara makan yang fleksibel, burung Pleci ini dapat bertahan hidup serta mudah beradaptasi.

Jika ditangkarkan atau dijinakkan, burung Pleci dapat memakan berbagai jenis makanan buatan seperti voer.

Tak hanya itu, kita dapat menambahkan sayuran serta serangga supaya makanan dapat lebih bervariasi. Dengan begitu, burung akan lebih sehat dan dapat berkicau dengan gacor.

Tinggalkan Komentar