Ini yang Harus Anda Lakukan Kalau Burung Lepas dari Sangkar

Jangan takut kalau burung lepas dari sangkarnya! Dengan melakukan ini, kicau mania dapat memasukkan kembali burung tersebut ke sangkarnya.

Sudah menjadi naluri burung untuk terbang. Saat ia lepas dari sangkar, kadang sulit bagi pemilik untuk menangkapnya kembali. Tapi, jangan khawatir! Dengan langkah-langkah berikut, burung lepas dapat kicau mania dapatkan kembali.

  • Dekati pelan-pelan!

Menangkap Burung – pixabay.com

Burung merupakan hewan yang teliti dalam mengamati sekeliling, termasuk mengamati gerak-gerik pemilik. Jika si pemilik tampak terburu-buru ingin menangkapnya, burung juga akan merasa diburu dan berusaha menghindar. Apalagi jika burung tersebut belum lama dipelihara.

Kicau mania sebaiknya menunggu sampai burung hinggap sebelum pelan-pelan mendekatinya. Memang harus bersabar, tetapi menunggu ia hinggap lebih baik daripada terburu-buru dan membuatnya terbang tak tentu arah.

  • Rayu dengan ‘hadiah’!

Nuthatch Dada-Putih -Pixabay.com

Jika burung menolak didekati, kicau mania dapat membujuknya mendekat dengan menggunakan ‘hadiah’. Seperti hewan peliharaan lain, burung juga menyukai makanan. Jadikan makanan sebagai ‘hadiah’! Kicau mania dapat memberikan voer yang biasa dimakan si peliharaan baru. Jenis makanan lain yang disukai burung seperti biji-bijian atau buah, juga dapat disertakan dengan voer.

Perlu dipastikan bahwa mendapatkan dua atau lebih jenis makanan sekaligus merupakan hal istimewa yang tidak bisa didapatkan si burung kapan saja! Dengan begitu, burung akan tertarik dengan iming-iming tersebut dan akhirnya terbang mendekati sangkar.

  • Pegang dengan cara yang tepat!

Memegang burung – pixabay.com

Saat burung sudah mendekat, tangkaplah burung tersebut dengan tangan! Burung lepas akan memberontak dengan mengepakkan kedua sayapnya ketika baru ditangkap kembali. Kalau langsung dimasukkan ke dalam sangkar dalam keadaan seperti itu, sayapnya dapat terluka saat melewati pintu sangkar.

Sebaiknya burung dipegang sampai menjadi tenang. Untuk burung yang kecil, kicau mania dapat mengapit lehernya di antara jari tengah dan telunjuk. Jari lainnya digunakan untuk memegangi bagian punggung si burung. Pegangan tangan tidak boleh terlalu kencang agar tidak melukai tubuh burung. Posisi seperti itu perlu dipertahankan beberapa saat sampai burung berhenti memberontak.

  • Latihan “Fly To Me (FTM)

Melatih burung – pixabay.com

Fly to me” atau “terbang ke arah saya” merupakan latihan utama yang perlu diajarkan pemilik saat baru memelihara burung. Prosesnya diawali dengan membangun keakraban pemilik dengan peliharaannya. Pemilik perlu sering memasukkan tangannya ke dalam sangkar. Tujuannya agar burung tidak takut padanya. Anda juga harus sering memegang burung di tangan; membuatnya akrab dengan suara bahkan bau keringat Anda.

Burung merupakan hewan yang teliti dalam mengamati sekeliling, termasuk mengamati gerak-gerik pemilik. Jika si pemilik tampak terburu-buru ingin menangkapnya, burung juga akan merasa diburu dan berusaha menghindar. Apalagi jika burung tersebut belum lama dipelihara.

Setelah burung mengenal pemiliknya, ia dapat dikeluarkan dari kandang dan diminta untuk bertengger di tangan pemilik. Instruksi mendekat yang diberikan pada burung dapat berupa kata-kata atau peluit, tetapi peluit bermanfaat jika nantinya pemilik ingin memanggil burungnya dari jarak jauh. Latihan FTM ini perlu dilakukan berulang kali sampai burung benar-benar suka mendekat pada pemiliknya.

  • Potong (trimming) ujung bulu sayap!

memotong bulu sayap – wikihow.com

Untuk menghindari burung lepas dari sangkar lalu tak pernah tertangkap lagi, beberapa bulu sayap burung peliharaan dapat dipotong. Tentunya pemotongan bulu sayap harus dilakukan dengan tepat, tidak boleh sembarangan!

Bulu sayap burung terdiri dari bulu terbang primer dan sekunder. Bulu yang dipotong adalah ujung bulu terbang primer yang paling panjang. Ujung bulu terbang utama inilah yang akan dipotong, membuat panjangnya menjadi hampir sejajar dengan bulu-bulu lebih kecil yang ada di atasnya. Proses trimming atau juga disebut wing cut ini perlu dilakukan satu atau dua kali dalam setahun, tergantung kecepatan bulu tumbuh kembali.

Setelah bulu terbang dipotong, burung peliharaan terbang lebih lambat dan rendah, berbeda dengan burung berjenis sama namun hidup di alam liar. Kalaupun si burung lepas, ia tidak akan pergi jauh. Ia hanya akan bertengger di tempat-tempat tertentu di dalam rumah, seperti lampu dan kipas angin di langit-langit rumah, area di atas lemari, dan gorden jendela.

Kalau sudah melakukan hal di atas, Anda tidak perlu khawatir kalau burung kesayangan lepas dari sangkar.

Tinggalkan Komentar