4 Jenis Burung Kicauan Non Lomba dan Karakteristiknya

Sekarang ini sudah banyak sekali orang yang memelihara burung kicauan di rumahnya. Jenis burung kicauan yang dipelihara juga sangat bervariasi. Banyak juga orang yang melombakan burung kicauan yang telah dipeliharanya.

Akan tetapi, tidak semua pecinta burung kicauan senang melombakan burungnya. Banyak di antara mereka yang lebih menyukai menikmati suara merdu peliharaannnya di rumah. Baik itu sebagai hiburan ataupun untuk melepas kepenatan.

Bahkan, tidak sedikit juga para kicaumania yang memelihara jenis burung kicauan non lomba. Misalnya saja seperti burung mantenan, paok pancawarna, dan masih banyak lagi.

Sebagian dari pecinta burung kicauan memeliharanya untuk dijadikan sebagai burung kelangenan. Namun ada pula yang menjadikannya sebagai sebagai burung masteran.

Jenis Burung Kicauan Non Lomba

Burung Kicauan Non Lomba
Burung Kicauan Non Lomba

Keberadaan burung kicauan non lomba ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebelum membeli, lebih baik kita perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai karakter, suara, dan status burung tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini jenis burung kicauan non lomba yang sudah banyak dipelihara.

Burung Paok Pancawarna

Paok pancawarna, atau burung pancawarna memiliki tampilan cantik dengan tubuh penuh warna. Banyak pecinta burung kicau yang penasaran pada suara kicauannya.

Burung paok pancawarna atau banded pitta (Pitta guajana) ini wilayah persebarannya berada mulai dari Semenanjung Malaysa, Sumatera, Kalimantan, Jawa, serta Bali. Walaupun harganya tak begitu mahal.

Sesungguhnya burung pancawarna dilarang diperjualbelikan sebab statusnya menjadi burung yang dilindungi. Suara kicauan dari paok pancawarna juga dapat dimanfaatkan dalam memaster burung murai batu, kacer, cucak hijau, dan beberapa jenis burung kicauan yang lainnya.

Burung Takur Tohtor

Burung takur tohtor kadang juga bisa dijumpai di beberapa pasar burung. Para pedagang menyebutnya sebagai burung takur atau bultok. Jenis burung ini merupakan keluarga capitonidae.

Tak hanya takur tohtor, ada burung lain dari keluarga ini yang juga sering dijumpai pada pasar burung, yaitu takur bultok (megalaima lineata). Takur tohtor juga termasuk burung endemik di Indonesia, bahkan hanya dapat dijumpai di Jawa dan Bali.

Di Jawa Barat, burung ini juga banyak dijumpai beberapa kawasan. Kemudian untuk takur bultok yang dikenal sebagai lineated barbet mempunyai wilayah persebaran global. Dimulai dari Himalaya barat, Asia Tenggara, sampai dengan Jawa, serta Bali.

Burung Takur Api

Burung Takur Api
Burung Takur Api

Jenis burung kicauan non lomba berikutnya adalah burung takur api. Burung takur api / fire-tufted barbet (Psilopogon pyrolophus) punya penampilan yang sangat menawan. Semua bulunya sebagian berwarna hijau, dengan tubuh bagian atas hijau tua serta bagian bawah hijau muda.

Untuk bagian lehernya ada warna kuning yang mirip seperti kalung cantik. Untuk bagian pipi kanan-kiri berwarna abu-abu. Sedangkan paruhnya hijau dengan garis hitam vertikal.

Beberapa tahun silam, burung takur api kerap pernah dijual para pedagang dengan cara berkeliling atau menggelar lapak di pinggiran jalan.

Guna menarik minat calon pembeli, pedagang juga menyebutnya dengan nama beo irian atau beo raja, padahal burung ini tidak punya kemampuan mimikri atau menirukan berbagai suara.

Burung Mantenan (Sepah)

Burung sepah juga merupakan dalam genus Pericrocotus dari keluarga Campephagidae. Terdapat dua spesies / jenis burung sepah yang sering dijumpai di pasar burung.

Antara lain burung sepah gunung (Pericrocotus miniatus) serta burung sepah hutan (Pericrocotus flammeus). Sepah gunung merupakan burung endemik Indonesia, yang hanya dapat dijumpai di Jawa dan Sumatera.

Adapun sepah hutan wilayah berada di persebaran di kawasan Asia, mulai dari Subbenua India hingga China, Indonesia, serta Filipina.

Tinggalkan Komentar