Inilah Jenis Burung Endemik Papua Beserta Ciri Khasnya

Di Indonesia ini banyak sekali terdapat keanekaragaman hayati. Tak terkecuali di pulau Papua. Pulau Papua memiliki keanekaragaman hayati yang sangatlah tinggi termasuk untuk jumlah jenis burung.

Kemudian tidak sedikit speciesnya yang termasuk burung endemik. Sesuai dengan Conservation International (1999), pulau Papua ini ada sekitar 650 jenis burung yang menghuni.

Kemudian menurut Beehler, Pratt serta Zimmerman tahun 1986, mencatat telah ada 717 spesies yang mendiami pulau Papua ini.

Papua tidak hanya mempunyai kekayaan jenis (species richness) yang begitu tinggi, namun juga punya tingkat endemisitas jenis yang juga terbilang tinggi.

Endemisitas burung Papua termasuk yang tertinggi dari pada dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia.

Dari kurang lebih 426 spesies burung endemik Indonesia, ada lebih dari 50 jenis tersebar terbatas pada pulau Papua.

Burung endemik merupakan burung dengan persebarannya terbatas yang dengan alami hanya mendiami wilayah itu. Jenis burung endemik tidak dijumpai pada daerah lain.

Burung Endemik Papua

Burung Endemik Papua
Burung Endemik Papua

Burung endemik Indonesia merupakan burung yang daerah persebarannya terbatas hanya terdapat di Indonesia. Kemudian jenis burung tersebut tidak dijumpai di negara lain.

Begitu juga untuk burung endemik Papua, artinya burung tersebut hanya hidup di pulau Papua saja.

Burung Cenderawasih Merah

Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) merupakan salah satu jenis cenderawasih burung endemik Papua. Jenis burung ini mempunyai bulu berwarna kuning dan juga coklat.

Bagian paruhnya berwarna kuning, lalu punya bulu hias berwarna merah darah serta bulu berwarna putih di bagian ujung sisi perut.

Kemudian punya muka dengan bulu berwarna hijau zambrud. Burung ini juga punya 2 buah ekor yang panjangnya melebihi ekor lain dengan bentuk pilin ganda dengan warna hitam. Ukuran jantan pada burung cendrawasih ini kurang lebih 75 cm.

Burung Cenderawasih Mati Kawat

Burung Cenderawasih Mati Kawat
Burung Cenderawasih Mati Kawat

Burung Cendrawasih Mati-Kawat dengan nama latin Seleucidis Melanoleuca merupakan salah satu jenis burung endemik papua dengan ukuran sedang untuk panjangnya kurang lebih 33 cm.

Untuk burung jantan dewasa bulunya warna hitam mengkilat. Pada bulu bagian perut punya warna kuning dengan 12 kawat dengan warna hitam, mempunyai paruh hitam lancip dan punya iris mata berwarna merah.

Kemudian betinanya punya bulu berwarna cokelat tanpa bulu warna kuning serta kawat seperti halnya jantan. Lalu ukurannya pun lebih kecil dari pada jantan.

Cendrawasih ini bisa dijumpai di hutan dataran rendah Papua. Jenis burung ini juga tampak sangat indah. Perpaduan warna tubuhnya sangat menarik untuk dilihat mata.

Burung Nuri sayap Hitam

Setelah burung cenderawasih mati kawat dan burung cenderawasih merah, burung endemik papua selanjutnya adalah burung nuri sayap hitam.

Nuri Sayap Hitam dengan nama latin Eos Cynogenia merupakan salah satu jenis burung nuri yang mempunyai ukuran sedang dengan panjang kurang lebih 30 cm.

Nuri ini merupakan hewan endemik dari Papua. Di Papua burung ini bisa kita temukan pada wilayah pesisir pulau Biak serta pulau-pulau yang ada di sekitar teluk cendrawasih. Burung nuri sayap hitam ini memiliki tubuh yang besar.

Kasuari Gelambir Tunggal

Burung endemik dari papua yang selanjutnya adalah burung kasuari dengan gelambir tunggal.

Jenis burung Kasuari Gelambir Tunggal atau Kasuari Leher Emas yang memiliki nama latin Casuarius Unappendiculatus ini merupakan jenis burung kasuari endemik dari utara papua.

Kasuari gelambir tunggal ini merupakan anggota superorder paleognathae. Kemudian burung kasuari ini pada umumnya hidup menyendiri dan akan berpasangan hanya pada saat musim berkembangbiak saja.

Kasuari Kerdil

Burung Kasuari Kerdil dengan nama latin Casuarius Bennetti yaitu jenis burung kasuari paling kecil akan tetapi tingginya bisa mencapai 1 m lebih.

Kasuari kerdil ini punya tanduk berbentuk segitiga dengan bagian belakang pipih dan juga gelambirnya tidak menggangtung. Kasuari jenis ini termasuk burung endemik Papuayang tidak bisa terbang.

Tinggalkan Komentar