Pola Hidup Burung Emprit Gantil Yang Tingkahnya Paling Licik

Indonesia memang sangat terkenal dengan keanekaragaman flora dan fauna. Begitu juga dengan keanekaragaman jenis burung yang terdapat di indonesia.

Ada banyak burung kicauan yang ada di Indonesia ini, mulai dari burung prenjak, burung murai batu, burung beo dan masih banyak lagi.

Nah, untuk kali ini akan membahas mengenai burung paling licik yang bernama burung emprit gantil yang jarang dipelihara oleh pecinta burung kicauan.

Burung yang kicauannya melengking ini terkenal dengan kelicikannya. Burung ini juga disebut dengan burung kedasih.

Tidak Pernah Membuat Sarang

Burung Emprit Gantil
Burung Emprit Gantil

Mengapa burung ini dijuluki burung paling licik? Sebab begitu menemukan pasangan hidupnya, burung emprit gantil akan melakukan kebiasaan kawin yang tidak semestinya.

Induk jantan dan betina tidak akan pernah mau membuat sarang yang digunakan bertelur atau mengerami telur-telurnya. Induk betina malah menitipkan telur pada sarang milik burung-burung lain yang memiliki ukuran kecil.

Pengeraman pun juga dilakukan oleh induk betina yang bukan dari jenis burung yang sama. Indukan yang mengerami telurnya hanya dititipi oleh indukan emprit gantil yang licik.

Tetapi burung ini memang benar-benar licik. Begitu menitipkan telur, kedasih justru membuang telur yang dihasilkan burung yang dititipi. Rupanya kelicikan dan sifat tega tidak hanya untuk manusia saja .

Namun burung kedasih pun melakukan hal yang serupa. Burung yang punya sarang merasa seolah-olah mengerami telurnya sendiri, padahal itu juga telur kedasih.

Tidak diketahui bagaimana perasaan burung yang ditipu, pada saat melihat anaknya yang baru menetas ternyata tidak mirip dengan dirinya. Jumlah telur yang dihasilkan kedasih betina pada setiap periode peneluran hanya 1 sampai dengan 2 butir.

Setelah Bertelur Dititipkan Dan Mencari Pasangan Lagi

Menitipkan Telurnya Pada Burung Lain
Menitipkan Telurnya Pada Burung Lain

Begitu burung itu menitipkan telur, kedasih akan mencari pasangan baru lagi. Kemudian bertelur lagi, menitipkan telur ke sarang milik burung lain, dan seterusnya.

Sebab berbagai perilaku buruknya itu, burung emprit gantil kerap dijuluki sebagai burung parasit atau si ratu tega. Ada saatnya kedasih betina tidak membuang telur-telur dari burung pemilik sarang.

Beberapa peneliti melihat kedasih betina hanya menyelipkan telurnya di antara telur-telur yang sudah ada.

Membuang Telur Yang Belum Menetas

Walaupun begitu, kebrengsekan kedasih belum juga berakhir, bahkan kali ini dilakukan anaknya sendiri setelah menetas.

Apabila ia menetas lebih dulu dari telur-telur milik induk tirinya, maka piyik burung kedasih dengan teganya membuang telur yang belum menetas hingga bisa jatuh ke tanah. Ada juga yang mematuki telur-telur yang belum menetas sampai pecah.

Setelah menjadi anak tunggal yang dirawat induk yang buka induk sebenarnya, piyik burung emprit gantil mengalami pertumbuhan pesat.

Dalam waktu yang singkat, postur tubuhnya akan melebihi induk tirinya. Porsi makanan, yang semuanya masih disuplai induk yang bukan sebenarnya, otomatis bertambah.

Entah ketularan watak liciknya, induk tiri pun tega mengusir burung-burung sejenis yang ada di sekitarnya.

Tujuannya untuk mengurangi kompetisi dalam mencari pakan, terutama untuk anak tirinya, dari burung emprit gantil itu. Hal ini biasa terjadi pada musim di mana makanan sulit untuk diperoleh.

Tetapi induk yang hanya dititipi telur ini tetaplah seekor burung yang tidak pernah berpikir. Nantinya, setelah dewasa, anak tirinya saat melakukan perkawinan dengan burung sejenis dan menitipkan telur ke sarangnya atau sarang burung yang sejenis dengannya.

Pastinya seperti saat dia dititipkan oleh indukannya. Bahkan merusak telur-telur asli yang dihasilkan induk tirinya.

Tinggalkan Komentar