Burung Cipoh Spesies Burung Bersuara Merdu Yang Sulit Ditaklukan

Burung Cipoh kerap bersembunyi di hutan, terbang tinggi dan membangun sarang di pucuk pohon.

Konon burung ini sangat sulit untuk dijinakkan. Nama ilmiahnya adalah Aeghitinidae, berasal dari daratan India dan Asia Tenggara.

Spesies ini menyukai kawasan hutan, perkebunan serta padang rumput. Apabila memasuki pedesaan, kerap kali mendatangi ladang anggrek atau semak belukar.

Mereka gemar mengintai mangsa dari batang pohon, lalu mematuknya dengan paruh.

Ada empat jenis cipoh yang sering muncul di permukaan, yaitu Kacat, Besar, Jantung dan Ekor Putih. Masing-masing memiliki ciri fisik berbeda.

Cipoh Kacat – Dengan seluruh tubuhnya diselimuti warna kuning. Namun, terdapat corak hijau-kuning serta garis putih di bagian sayap.

Cipoh Besar – Dengan karakteristik kuning terang. Warna ini membalut sebagian tubuhnya. Bagian kepala dan leher didominasi hijau. Begitu pun pada bagian sayap yang cenderung hijau bergaris hitam.

Cipoh Jantung – Burung ini banyak ditemukan di Malaysia dan Indonesia. Gemar hinggap di dahan atau berkerumun dalam semak belukar untuk mencari makan. Ukuran tubuhnya hanya 13 cm dengan bulu kuning gelap, ekor hitam, serta corak hitam-putih di sayapnya.

Cipoh Ekor Putih – Seperti namanya, spesies ini memang identik dengan ekor berwarna putih. Bagian perut, kepala, punggung, hingga dadanya didominasi warna kuning agak hijau.

Meskipun mempunyai karakteristik fisik yang hampir sama, keempat cipoh ini kicaunya berbeda.

Cipoh kacat merupakan jenis paling diminati di Indonesia. Selain memiliki performa menawan, spesies tersebut juga bersuara merdu.

Berbicara soal suara merdu, burung cipoh memang jagonya.

Sulitnya menaklukan cipoh, merupakan tantangan tersendiri bagi kicaumania. Di samping itu, burung kicau ini memiliki beberapa keistimewaan. Berikut ulasannya.

Punya Banyak Nama

Burung Sirtu Muda Hutan
Burung Sirtu Muda Hutan

Burung Cipoh tersebar merata ke seluruh wilayah di Indonesia. Selain dikenal dengan nama tersebut, spesies ini kerap mendapatkan panggilan sesuai bahasa daerah.

Misalnya, orang Tegal, Cirebon, dan Brebes biasa menyebut sirdum atau cito. Sebutan itu berasal dari ocehannya.

Ada juga yang memanggilnya sirpu. Nama ini sangat populer di kalangan kicaumania dari berbagai daerah, terutama Kalimantan.

Selain itu, burung cipoh sering disebut sirtu, cipo dan kunyit kecil.

Sangat Pemalu

Sangat Sensitif
Sangat Sensitif

Saat diburu, burung cipoh selalu berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Terlebih jika banyak orang yang mengerumun di bawah pohon tempatnya bertengger.

Spesies ini terus mencari area tersembunyi. Entah itu dedaunan, semak-semak, atau ranting paling atas.

Karena itulah, orang menganggap cipoh sulit ditaklukan.

Padahal, satwa tersebut bisa sangat jinak.

Sebenarnya, burung ini punya sifat pemalu. Mereka malu pada makhluk yang berkeliaran di sekitarnya.

Siulannya Merdu

Kicauan Cipoh Sirtu
Kicauan Cipoh Sirtu

Setiap burung kicau memiliki ocehan yang khas. Begitu pun dengan cipoh, kicauannya membuat penasaran para kicaumania.

Konon, siulan spesies ini sangat memikat. Jika salah satu dari mereka berbunyi, cipoh lainnya akan menyahut.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena burung cipoh gemar hidup berkoloni. Setiap individu akan mengikuti perilaku kawannya dalam satu kelompok.

Jadi, untuk memancing spesies ini, perlu trik khusus. Misalnya, dengan cara memperdengarkan rekaman suara burung lain.

Gemar Beratraksi pada Musim Kawin

Sepasang Cipoh Kacat
Sepasang Cipoh Kacat

Burung cipoh memiliki kebiasaan unik ketika memasuki musim kawin. Mereka yang jantan gemar menegakkan bulunya sambil melayang di angkasa.

Spesies ini akan berputar-putar seolah melakukan atraksi. Kemudian, mendatangi cipoh betina yang menarik perhatiannya.

Demikian ulasan mengenai burung cipoh yang kian mendunia. Meskipun harga jualnya murah, kicau satwa unggas ini tidak kalah dengan spesies lain.

Semoga artikel ini bisa dijadikan bahan rujukan dalam memilih burung ocehan.

Tinggalkan Komentar