Mau Beternak Kenari? Ketahui Hal Ini Dulu Sebelum Terlambat!

Ketahuilah hal-hal penting berikut ini sebelum Anda beternak kenari!

Bagi Anda para penghobi burung, beternak kenari mungkin terdengar menyenangkan. Bagaimana tidak? Beternak burung kenari bisa mendatangkan 2 keuntungan sekaligus, lo. Dengan beternak kenari, Anda bisa setiap hari bercengkerama dengan klangenan sekaligus menggemukkan rekening tabungan. Siapa yang nggak mau?

Namun, jangan hanya mengikuti tren, ya. Jangan karena banyak relasi yang sukses beternak kenari, lantas Anda juga ingin melakukan hal yang sama. Beternak burung kenari itu susah-susah gampang, lo. Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mulai ternak kenari. Ini dia ulasannya:

1. Susah Mendapat Calon Indukan

Burung Kenari – pixabay.com

Jika Anda ingin beternak kenari, maka siapkanlah calon indukan yang berkualitas. Namun, mencari indukan yang berkualitas tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda akan dihadapkan pada beragam masalah, misalnya harga jual yang terlampau tinggi dan kondisi calon indukan yang tidak diketahui kualitasnya.

Solusi:

Kalau sudah mencari dengan segala cara tetapi tak kunjung mendapatkan calon indukan yang baik, sebaiknya Anda membeli betina bakalan saja. Betina bakalan bisa Anda dapatkan di peternak lain ataupun pedagang burung kenari.

Beli saja betina bakalan berumur 2 hingga 3 bulan. Kemudian, rawat dengan sabar hingga usia siap kawin atau sekitar 7 hingga 9 bulan. Dengan cara ini, Anda bisa memantau kualitas betina yang akan menjadi indukan.

2. Sudah Ada Indukan tetapi Tidak Segera Berjodoh

Kenari - pixabay.com
Kenari – pixabay.com

Burung kenari itu seperti manusia, lo. Mereka juga bisa sulit berjodoh, tidak segera kawin atau bertelur setelah dijodohkan dengan kenari pejantan. Hal ini pasti membuat Anda bertanya-tanya. Apakah ada yang salah?

Solusi:

  1. Ganti pejantan. Dalam kasus ini, bisa jadi indukan tidak berminat dengan kenari pejantan. Anda wajib memiliki stok pejantan kenari.

Coba ganti pejantannya dan lihat perubahannya dalam beberapa hari. Kalau indukan mulai rukun dengan pejantan, maka indukan mulai cocok dengan pejantan tersebut.

    1. Tambah makanan bernutrisi bagi indukan. Bisa jadi indukan tersebut kurang nutrisi, sehingga fisiknya bisa matang atau siap secara sempurna.
    2. Anda wajib berusaha mendekatkan pejantan yang sudah gacor pada indukan. Suara pejantan yang telah gacor konon bisa merangsang berahi indukan.

3. Sudah Berjodoh, Sudah Kawin, Sudah Bertelur, tetapi Telur Tak Kunjung Menetas

Mengerami – dompol.blogspot.co.id

Jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa telur-telur tersebut tidak menetas. Setidaknya, tunggu hingga 15 hari sejak telur keluar. Jika tak kunjung menetas dalam jangka tersebut, silakan segera cari penyebabnya.

Ada beragam penyebab telur tak bisa menetas. Di antaranya adalah kemandulan, obesitas, dan pakan yang kurang bernutrisi. Solusinya adalah cek kesehatan umum indukan sejak dini. Kesehatan atau kualitas pejantan juga perlu Anda perhatikan. Selain itu, berikan makanan bernutrisi dalam jumlah yang cukup untuk menghindari kegemukan.

4. Telur Bisa Menetas, tetapi Piyik Mati Beberapa Hari Kemudian

Pinyik - omkicau.com
Pinyik – omkicau.com

Jika piyik mati padahal usianya belum genap seminggu, perawatan dan pengawasan terhadap piyik mungkin perlu ditingkatkan. Jangan sampai telat meloloh piyik dan perhatikan pula nutrisi makanannya

Bagi Anda para penghobi burung, beternak kenari mungkin terdengar menyenangkan. Bagaimana tidak? Beternak burung kenari bisa mendatangkan 2 keuntungan sekaligus, lo. Dengan beternak kenari, Anda bisa setiap hari bercengkerama dengan klangenan sekaligus menggemukkan rekening tabungan. Siapa yang nggak mau?

5. Piyik Berhasil Hidup Sampai Besar, tetapi Mati karena Terserang Penyakit

Kenari – kenarilover.wordpress.com

Jika kesehatan, keamanan, kebersihan kandang, dan makanan kenari remaja terjamin, maka kenari bisa hidup lama. Silakan tanyakan pada diri sendiri, aspek mana yang mungkin masih Anda lewatkan.

Yang pertama, pastikan kesehatan kenari remaja tersebut. Lalu, cek juga keamanan kandang dari hewan pemangsa dan hewan pengganggu, misalnya tikus dan semut. Anda juga wajib membersihkan kandangnya secara berkala. Selain itu, perhatikan nutrisi pakannya.

Nah, itulah 5 hal yang wajib diperhatikan ketika Anda akan beternak burung kenari. Susah susah gampang, ya? Namun, jangan patah semangat dan selamat berusaha.

Tinggalkan Komentar