Perbedaan paling ilmiah dan mudah dilihat antara Albino dan Leucistik terletak pada warna mata. Burung Albino tidak memiliki melanin sama sekali sehingga matanya berwarna merah muda (tembus pandang ke pembuluh darah). Sedangkan burung Leucistik hanya kehilangan pigmen di bulu, namun matanya tetap berwarna hitam normal atau cokelat.
Di pasar burung atau forum jual beli, kita sering melihat Jalak Suren dengan warna putih polos atau warna unik yang dibanderol dengan harga fantastis. Penjual sering melabelinya sebagai “Jalak Suren Albino”.
Namun, tahukah Anda bahwa sebagian besar burung putih yang dijual sebenarnya bukan Albino, melainkan Leucistik? Secara ilmiah, keduanya adalah kondisi mutasi genetik yang sangat berbeda. Memahaminya sangat penting agar Anda tidak salah membayar harga mahal untuk spesifikasi yang keliru.
Berikut adalah penjelasan ilmiah mengenai perbedaan keduanya, khususnya pada kasus burung Jalak Suren.
1. Apa Itu Albinisme (Albino)?
Secara biologis, Albinisme adalah kondisi genetik di mana tubuh makhluk hidup gagal memproduksi melanin (zat pewarna alami) sama sekali. Ini disebabkan oleh tidak adanya enzim tirosinase yang bertugas membentuk pigmen.
Ciri Khas Utama:
- Mata Merah: Ini adalah indikator mutlak. Karena tidak ada warna pada iris mata, pembuluh darah di retina terlihat jelas, membuat mata tampak merah muda atau merah terang.
- Warna Bulu & Kulit: Seluruh tubuh putih pucat, paruh dan kaki biasanya berwarna putih kemerah-merahan (bule).
- Kesehatan: Burung albino murni biasanya memiliki penglihatan yang buruk dan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Di alam liar, mereka sulit bertahan hidup.
2. Apa Itu Leucisme (Leucistik)?
Leucisme (Leucism) adalah kondisi di mana hilangnya pigmentasi hanya terjadi pada sebagian atau seluruh permukaan kulit/bulu, namun tidak mempengaruhi organ dalam (mata). Sel-sel pigmen gagal bermigrasi ke seluruh tubuh saat pembentukan embrio.

Ciri Khas Utama:
- Mata Normal (Hitam): Ini pembeda utamanya. Jalak Suren Leucistik matanya tetap hitam tajam dan sehat.
- Warna Bulu: Bisa putih total (sering dikira albino) atau hanya bercak-bercak putih tidak beraturan.
- Istilah Pasar: Dalam dunia hobi, leucistik parsial (sebagian) sering disebut dengan istilah “Blorok” atau “Pied”. Jika Jalak Suren Anda berwarna hitam-putih tapi warna putihnya lebih dominan atau acak, itu adalah bentuk Leucisme ringan.
3. Studi Kasus pada Jalak Suren (Gracupica contra)
Jalak Suren normal memiliki warna hitam pekat dan putih bersih dengan pola yang pasti.
- Jalak Suren Albino:Sangat langka. Seluruh tubuh putih kapas, paruh pucat, kaki pucat, dan mata merah. Harganya biasanya sangat tinggi karena kelangkaannya, namun perawatannya sulit karena matanya tidak kuat cahaya terik.
- Jalak Suren Leucistik (Sering disebut “Jalak Putih” atau “Suren Blorok”):Seluruh tubuh bisa putih bersih, tapi mata tetap hitam. Atau tubuhnya dominan putih dengan sedikit bercak hitam di sayap. Burung ini secara fisik sekuat burung normal, penglihatannya tajam, dan tidak sensitif matahari. Kebanyakan “Jalak Suren Albino Mata Hitam” yang dijual di pasar sebenarnya adalah Leucistik.
4. Tabel Perbandingan Cepat
| Fitur | Albino | Leucistik |
| Warna Mata | Merah / Pink (Tembus pandang) | Hitam / Cokelat (Normal) |
| Produksi Melanin | Tidak ada sama sekali | Ada, tapi tidak merata |
| Warna Kaki & Paruh | Pucat Kemerahan | Bisa Pucat atau Normal |
| Penglihatan | Buruk (Sensitif Cahaya) | Normal (Sehat) |
| Daya Tahan Hidup | Lebih Lemah | Sama seperti burung normal |

5. Kesimpulan
Jika Anda ditawari Jalak Suren putih dengan harga “Albino” tapi matanya hitam, maka secara ilmiah itu adalah burung Leucistik. Apakah itu buruk? Tidak sama sekali! Justru burung Leucistik lebih aman untuk dipelihara dan ditangkarkan karena genetik kesehatannya lebih kuat dibanding Albino murni yang rapuh.