6 Burung Endemik Tercantik di Pulau Jawa

Selain cendrawasih, Indonesia memiliki banyak burung endemik cantik yang tersebar di Pulau Jawa. Konon, kecantikannya mampu membius mata. Yuk, cari tahu lebih dalam tentang keistimewaan spesies ini!

Burung endemik merupakan salah satu jenis satwa langka di kawasan tertentu di Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Jumlahnya diperkirakan mencapai 397 spesies. Beberapa lokasi yang melindungi unggas tersebut, antara lain Taman Nasional Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Taman Nasional Gunung Merapi.

Nah, di antara ratusan burung tersebut, manakah yang paling cantik? Ini daftarnya!

1. Ekek Geling Jawa

Source - youtube
Source – youtube

Hidup di pepohonan, ekek geling jawa adalah burung pemakan serangga. Ia selalu memilih habitat di dekat air bersih dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Satwa ini gemar membuat sarang di dalam tanah. Sesekali, ekek geling jawa tinggal di lahan terbuka.

Ekek geling jawa memiliki bulu kombinasi biru, cokelat, dan hijau tosca. Bagian lehernya agak kemerahan atau hijau. Paruh burung ini memanjang, runcing, dan berwarna merah. Sementara kakinya didominasi biru dan merah. Dari kejauhan, performa ekek geling jawa tampak indah dengan balutan bulu beraneka warna.

Sayangnya, ekek geling jawa terancam punah. Belum ada program khusus untuk melindungi spesies ini. Akibatnya, terjadi perburuan liar yang menyebabkan populasi ekek geling jawa berkurang.

2. Cekakak Jawa

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Ukuran tubuh cekakak jawa tergolong kecil, sekitar 25 cm. Performa bulunya nyaris mirip ekek geling jawa. Bagian perut dan punggung didominasi ungu. Kedua sayap berwarna hitam dengan bulu terbang kebiruan. Tenggorokan dan lehernya kecokelatan saat masih muda. Memasuki umur remaja, warna tenggorokan berubah putih.

Burung ini merupakan kelompok pemakan ikan (kingfisher). Paruhnya panjang, runcing, dan membuka lebar. Mereka suka hinggap di bebatuan pinggiran sungai atau danau untuk mencari makan.

3. Paok Pancawarna

Source - wikimedia
Source – wikimedia

Nama paok pancawarna agaknya sesuai dengan penampilan fisiknya. Burung dari keluarga Pittidae ini memiliki tubuh bercorak keemasan. Bagian kepala dibalut bulu hitam, sedangkan alisnya berwarna kuning cerah. Sayap didominasi warna cokelat bergaris putih. Sementara ekornya tipis, lurus, serta membiru.

Paok pancawarna tinggal di hutan belantara pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Burung paok suka berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Didukung paruh pendek dan lancip, satwa endemik ini termasuk pemakan serangga.

4. Luntur Jawa

Source - macropocket
Source – macropocket

Jika berkunjung ke kawasan hutan di Jawa Barat, Anda akan menemukan kawanan burung berekor panjang. Ukuran tubuhnya sekitar 34 cm dengan bulu berwarna hijau di bagian atasnya. Dari kejauhan, bulu tersebut berubah menjadi biru mengilap.

Iris mata luntur jawa cenderung kecokelatan dengan lingkaran biru di sekitarnya. Paruhnya pendek, runcing di bagian atas, dan berwarna merah muda hingga cokelat. Sesuai morfologi paruh, burung ini merupakan pemakan serangga, seperti kumbang, jangkrik, dan semut.

5. Gelatik Jawa

Source - pixabay
Source – pixabay

Meskipun berukuran kecil, gelatik jawa mempunyai bulu berkarakter unik. Jika dipandang dari jauh, terlihat seperti kulit beraneka warna. Padahal, bentuknya berupa bulu dengan tekstur halus dan sangat rapat. Seluruh permukaan tubuhnya didominasi warna abu-abu, putih, atau perak.

Bagian kepala gelatik jawa berwarna hitam. Sementara pipinya dibalut putih dengan paruh merah muda. Bentuk paruh yang lancip dan besar merupakan wujud penyesuaian diri terhadap jenis makanan berupa biji-bijian, buah, dan serangga.

6. Trulek Jawa

Source - pixabay
Source – pixabay

Kaki panjang, bulu cokelat keabu-abuan, dan paruh runcing, merupakan gambaran trulek jawa yang hingga detik ini belum dipastikan keberadaannya. Burung misterius ini gemar hidup di padang rumput, pinggir sungai, dan di sekitar rawa. Makanannya berupa larva serangga, siput, biji dari tumbuhan air, dan kumbang.

Burung endemik sudah selayaknya dilindungi dari kepunahan. Namun, peran pemerintah saja tidak cukup, masyarakat pun perlu mendukung program perlindungan tersebut. Salah satu caranya, yaitu menghindari perburuan liar yang mengakibatkan berkurangnya populasi satwa.

Tinggalkan Komentar